Posted by: hagemman | July 29, 2010

REFORMASI TNI DITAGIH

Sejumlah kasus pelanggaran hak asasi manusia membuat AS membekukan kerja sama Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat RI. Namun, AS mulai membuka kembali kerja sama ini. Akan tetapi, AS tetao menuntut reformasi dan perbaikan HAM.

Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro bertemu dengan Menteri Pertahanan AS Robert Gates, Kamis (22/7) di Jakarta. Menurut Purnomo, pada prinsipnya Robert Gates menyatakan hubungan akan dimulai bertahap dan terbatas. Pihak Indonesia juga akan membicarakan secara rinci, kerja sama akan dimulai dari mana antara Kopassus dan AS.

Dalam wawancara terpisah dengan sejumlah wartawan di Jakarta, Gates menekankan keinginan AS untuk memperkuat hubungan di segala bidang dengan Indonesia, termasuk bidang pertahanan.

Dalam wawancara itu, tema reformasi TNI dan perbaikan soal hak asasi manusia di Indonesia mendominasi pembicaraan. “Ini bukan mendikte, isu hak asasi memang merupakan sesuatu yang harus ditegakkan. Sejarah berpihak pada sikap AS soal penegakan hak asasi manusia,” kata Gates.

Ketika ditanyakan apakah AS tidak akan ketinggalan dari China soal pembinaan hubungan internasional, terutama karena China tidak pernah menuntut isu penegakan HAM, Gates memberikan jawaban tegas.

“Negara tertentu mungkin tak peduli soal HAM. Kami serius membina hubungan dengan siapa pun, tetapi soal HAM adalah prinsip utama kami,” kata Gates.

Gates juga menekankan bahwa tidak boleh ada pelanggar HAM di tubuh TNI yang masih bisa terus leluasa menjalankan tugasnya.

Tidak akan terjadi lagi

Purnomo menambahkan, isu tersebut juga ditekankan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat bertemu dengan Gates. “Saya pastikan pada Anda bahwa saya yang akan menjaga reformasi TNI. Hal-hal yang terjadi di masa lalu tidak akan terjadi lagi,” kata Purnomo mengutip Yudhoyono.

Secara terpisah, pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI Andi Widjajanto menilai kehadiran Gates sekadar mengukuhkan kehadiran AS di negara-negara Asia Pasifik, termasuk Asia Tenggara, khususnya dalam hal ini Indonesia.

“Bobot kehadiran AS lebih berat ke isu stabilitas kawasan di mana AS merasa Indonesia sangat penting perannya dalam stabilitas kawasan Asia Timur. Tidak bakal ada hal konkret, seperti pemberian bantuan atau komitmen finansial dalam bidang pertahanan, apalagi soal kerja sama latihan dengan Kopassus,” ujar Andi.

Kalaupun ada bantuan atau kerja sama secara konkret, hal itu, menurut Andi, baru akan dilakukan di tingkat lebih rendah, seperti antarmiliter ataupun industri pertahanan.

Sumber  :  Reformasi TNI Ditagih | Kompas, 23.07.2010

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: