Posted by: hagemman | April 27, 2010

AMUK PURBA DI LANGIT EROPA

Geliat bumi yang berlangsung sejak zaman purba itu kembali terjadi di Eropa. Eyjafjallajökull yang sudah lama tidur tiba-tiba terbangun. Amukan alam itu, meski tak menghilangkan nyawa, mengacaukan langit Eropa.

Tak ada insan yang mati karena letusan Eyjafjallajökull pada 14 April tersebut. Hanya 800 orang yang tinggal di sekitar gunung yang dievakuasi. Meski begitu, dampak erupsi tersebut terasa di seluruh dunia. Gas vulkanis dan abu yang dikeluarkannya memenuhi sebagian besar langit Eropa. Dua pertiga penerbangan dari seluruh dunia batal, termasuk 180 penerbangan transatlantik. Jadwal bandara mulai Toronto hingga Tokyo kacau.

Berdasar laporan Time, itu sama sekali tak sebanding dengan letusan Krakatau pada 1883 yang menwaskan lebih dari 30 ribu orang. Tak sebanding pula dengan St Helen pada 1980 yang menyemburkan 1,5 juta ton kubik sulfur dioksida ke atmosfer. Tentu, letusan itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan amuk Tambora pada 1816 yang menewaskan 92 ribu orang serta menghilangkan tiga kerajaan tersebut. Tambora juga membuat Eropa tak punya musim panas pada 1816 karena abunya ngendon di atmosfer dan menurunkan temperatur dunia.

Meski demikian, letupan Eyjafjallajökull membuat kerugian pada skala global. Beberapa waktu lalu isak tangis dan kegelisahan tampak pada sebagian besar penumpang di bandara Eropa. Banyak orang yang tak bisa pulang ke rumahnya untuk kembali bekerja, bersekolah, hingga mengikuti pertemuan penting. Sudah seminggu ini ratusan penerbangan di kawasan Inggris Raya dan Eropa tertunda dan dibatal;kan.

Di salah satu sudut bandara terlihat tim cheerleader Inggris, UK  independence tertunduk lesu. Mereka kesal karena tak bisa berbuat apa pun untuk pergi ke kejuaraan dunia di Florida kecuali menunggu di Bandara Manchester hingga kondisi langit lebih bersahabat. “Tak bisakah kau melihat mataku yang membengkak (karena menangis ini) ? Jika kami menang, kami bisa menjadi juara dunia. Kami mungkin tak akan mendapatkan kesempatan seperti ini lahi,” ungkap Jenny Gittins kesal sebagaimana dikutip BBC Kamis lalu (22/4).

Sebagaimana dilansir Reuters, tamu hotel di dekat kawasan bandara di Brussel meningkat 137 persen. Begitu juga hotel di dekat bandara di wilayah Frankfurt yang jumlah tamunya bahkan meningkat hingga 369 persen. Itu turut dirasakan beberapa jaringan hotel dan resor berbintang dunia mulai Marriot International hingga Hilton.

Sedangkan di bidang bisnis, beberapa pengiriman barang beralih menggunakan jalur darat dan laut. Dua jalur alternatif itu juga dimanfaatkan sejumlah warga Eropa agar dapat tetap sampai tujuan sesuai dengan rencana. “Jika (musibah) ini berlanjut, misalnya hingga dua minggu ke depan, akan terjadi bencana besar pada sektor industri,” tutur Pat Kennedy, wakil presiden Hertz Global Holdings Inc.,m perusahaan persewaan mobil wilayah operasi Eropa, kepada Reuters.

Fenomena lainnya terjadi pada kapal feri. Tiba-tiba saja pelabuhan di wilayah Calais, Prancis, dijubeli calon penumpang. Antara lain, Alfred dan Veronica Nel. Mereka rela terbang sebelas jam ke Madrid dari Afrika Selatan, lalu menempuh 16 jam perjalanan ke Paris. Kemudian, naik taksi ke pelabuhan pada Selasa pagi (20/4).

Tetapi, jalur darat dan laut itu menjadi pilihan sulit bagi bisnis pertanian Kenya. Jalur udara tetap menjadi satu-satunya pilihan untuk mengirim barang ke Eropa. Sebab, sayur-sayuran ataupun bunga sebagai komoditas utama, mereka harus tetap segar begitu sampai tempat tujuan.

Sebaliknya, terhentinya penerbangan selama beberapa hari merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi warga yang tinggal di sekitar bandara. “Semalam langit tenang, tanpa gemuruh dan deru pesawat, penduduk dapat mendengar suara sederhana pedesaan,” ungkap Ralph Smyth dari kelompok perlindungan pedesaan Inggris kepada Telegraph.

Lalu, bagaimana dampaknya untuk penduduk di Islandia ? Kepada BBC, sejumlah peternak islandia mengatakan bahwa hewan ternak mereka mengalami gangguan pernapasan. Sebab, kandungan fluorida yang terhirup dari udara mulai mengendap di organ vital ternak. Tidak hanya sesak napas, hewan ternak akan mengalami perdarahan internal, kerusakan tulang jangka panjang, dan kehilangan gizi. Karena itu, para peternak sangat berusaha melindungi ternaknya dari udara yang terkontaminasi.

Sumber  :

Amuk Purba di Langit Eropa | Mawar Astari | Jawa Pos, 25.04.2010


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: