Posted by: hagemman | February 9, 2010

PEGASUS MENDARAT DI KHE SANH

Tak ada pertempuran, selama Perang Vietnam, yang paling menyita perhatian sekaligus kontroversial dibandingkan dengan pertempuran di Khe Sanh. Terletak kurang dari 20 kilometer dari DMZ (Zona Demiliterisasi), di beranda depan Vietnam Utara. Di sanalah pasukan Marinir AS terjebak sejak tanggal 20 Januari hingga 14 April 1968 dari kepungan masif gabungan pasukan Vietnam Utara dan Vietcong.

Saking strategisnya Khe Sanh – kala itu Presiden L B Johnson pribadi meminta jaminan penuh pada para petinggi militernya agar Khe Sanh tidak bernasib sama dengan Dien Bienphu, saat pasukan Legiun Asing Prancis disapu bersih pada tanggal 7 Mei 1954. Prancis saat itu kehilangan 35.000 pasukannya. Jatuhnya Dien Bienphu kian kuat mendorong Prancis untuk hengkang segera dari Vietnam. Dan AS pun masuk berganti dengan dalih membendung komunis.

Nhan Dan, harian Partai Komunis Vietnam Utara, merilis banyak artikel tentang pertempuran Khe Sanh yang bertekad untuk menjadikannya Dien Bienphu Kedua. Oleh sebab keberhasilan pasukan artileri jarak jauhnya meledakan gudang amunisi Marinir AS di Khe Sanh yang berisikan 1.500 ton amunisi.

Karena kurun waktu pengepungan yang panjang, membuat Khe Sanh akhirnya selalu menjadi headline saat itu. Di pihak Vietnam Utara, jelas materi beritanya lebih longgar bahkan berbau propaganda dibandingkan yang disajikan pihak AS, sebab telah tersensor dinas intelijen. Tapi yang tercatat selama pengepungan, pihak AS telah menyiram Khe Sanh dalam arti harfiah dengan 5.000 bom setiap hari. Dan totalitas daya ledaknya sama dengan lima kali bom atom Hiroshima yang dijatuhkan 23 tahun sebelumnya. Hal ini dilakukan agar Khe Sanh jangan sampai bernasib seperti Dien Bienphu.

Operasi Pegasus

Pihak AS akhirnya meluncurkan Operasi Pegasus pada tanggal 1 April untuk membebaskan Khe Sanh. Pasukan pembebas yang ditunjuk adalah Divisi 1 Kavaleri dengan armada helikopternya dari udara dan didukung pasukan Vietnam Selatan dan dua batalion Resimen ke-1 Marinir lewat darat dengan tujuan memotong manuver Vietnam Utara dan langsung menuju Khe Sanh.

Sementara Desa Ca Lu digunakan sebagai basis awal penyerbuan dimana LZ (Landing Zone) Stud telah dipersiapkan oleh pihak Seabees dari AL AS dengan landasan udara, depo amunisi, dan pasokan bahan bakar. Sementara jarak LZ Stud hingga Khe Sanh masih terangkai  lagi oleh dua LZ lain yaitu Cates dan Mike. LZ Cates tepat diposisikan di utara Jalan Raya 9, garis pasokan Vietnam Utara dan LZ Mike di sebelah selatannya yang berfungsi sebagai pendukung.

Strategi yang diterapkan sebenarnya sederhana, pasukan kavaleri yang dikerahkan dibagi dalam tiga brigade  yang ‘melompat’ dari satu LZ ke LZ berikutnya secara bergiliran ; untuk membuka jalan bagi pasukan darat. Dengan mengandalkan helikopter tempur yang saat itu baru dioperasikan yakni AH-1G Huey Cobra untuk menggantikan UH-1B Huey secara bertahap. Pasukan darat akan terus bergerak berupaya untuk mencapai Khe Sanh. Sementara dukungan AU AS dan artileri akan mengurai simpul-simpul perlawanan yang belum tertuntaskan.

Pendeknya AS sungguhan mengerahkan segenap daya untuk membebaskan Khe Sanh betapa pun mahalnya Operasi Pegasus ini. Dengan susah payah akhirnya Khe Sanh dapat dibebaskan pada tanggal 7 April. Setelah sehari sebelumnya pasukan kavaleri menguasai Bukit 471 lewat pertempuran nan sengit dan satuan-satuan pasukan pendukung Vietnam Selatan akhirnya berhasil diterjunkan langsung  dengan helikopter Chinook CH-47.

Tanggal 15 April, Operasi Pegasus dinyatakan resmi berakhir. Satuan Divisi-1 Kavaleri kemudian ditugaskan di Khe Sanh dan pasukan Marinir ditarik setelah babak-belur terkepung selama lebih dari 70 hari. Operasi Pegasus sesungguhnya merupakan operasi klasik yang memadukan secara cerdik kemampuan mobilitas udara dan teknik serangan gabungan udara dan darat terhadap lawan. Disamping faktor kecepatan dan daya gempur yang lethal.

Banyak analis memperkirakan, jika saat itu Khe Sanh jatuh ke tangan Vietnam Utara – maka ujungnya pasti bisa diduga yakni tidak akan pernah ada Perjanjian Paris tanggal 9 Januari 1973 dan jatuhnya Saigon pada tanggal 30 April 1975. Sebab AS tentunya akan mengikuti jejak Prancis karena Dien Bienphu jatuh ; untuk hengkang lebih awal.

Pertanyaan lain adalah mengapa menjelang terbebaskannya Khe Sanh oleh AS, Vietnam Utara tampak mengendurkan cengkeramannya ? Satuan-satuan tempurnya menarik diri memasuki perbatasan Laos dan menyeberangi DMZ.   Belakangan hari AS baru menyadari bahwa itu bagian dari strategi jangka panjang Vietnam Utara untuk ‘memecah’  konsentrasi kekuatan AS lewat pertempuran panjang nan melelahkan serta berdarah-darah selama tujuh tahun berikutnya. Disamping  sebuah test case untuk kelak menyerbu dan menduduki Quang Tri, Dong Ha, dan Gio Linh.  Karena terbukti saat itu Vietnam Utara kembali mengerahkan satuan-satuannya yang pernah mengepung Khe Sanh salah satunya  Brigade ke-26. Yang akhirnya AS beneran hengkang dan kalah dalam ajang Perang Vietnam.

Sumber  :

The Ilustrated Air Cav, The Vietnam War | F Clifton Berry, Jr.
The World Almanac of The Vietnam War  | John S Bowman


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: