Posted by: hagemman | February 6, 2010

PRESIDEN HARUS BERANI HADAPI

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mesti berani menghadapi krisis politik dan hukum yang terjadi akhir-akhir ini. Seharusnya Presiden bisa mengubah gaya kepemimpinan dan memiliki sikap yang jelas sehingga kewibawaannya sebagai pemimpin bangsa tetap terjaga.

Pesan itu disampaikan Rektor Universitas Paramadina Anies R Baswedan dalam refleksi akhir tahun bertajuk Rekayasa Indonesia Baru, Selasa (29/12) di Auditorium Nurcholish Madjid Universitas Paramadina, Jakarta.

Menurut Anies, selama tahun 2009 seluruh energi bangsa terkuras untuk menghadapi proses politik. “ Awalnya saya membayangkan proses politik itu selesai pada Oktober. Nyatanya, proses itu terus berlanjut hingga saat ini,” ujarnya.

Ia menilai proses politik sepanjang 10 bulan pertama tahun 2009 berjalan dengan baik. Namun, dua bulan terakhir terjadi keguncangan dalam politik. Guncangan itu membuat kondisi poltik tidak stabil.

Ketidakstabilan itu ditengarai terjadi lantaran tidak adanya kejelasan sikap Presiden atas sejumlah kasus hukum yang terjadi akhir-akhir ini. Salah satu contohnya adalah kasus yang menimpa Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupso Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. Presiden tidak memiliki sikap tegas menanggapi rekomendasi Tim Delapan (Tim Verifikasi Kasus Bibit-Chandara).

Begitu pula skandal Bank Century, Presiden justru lebih aktif berbicara. “ Itu seperti menyiram bensin dalam api. Bahkan, dalam acara Natal saja, Presiden berbicara masalah Bank Century, “ kata Anies.

Seharusnya Presiden bersikap tegas untuk menyelesaikan kasus Bank Century secara hukum. Presiden harus menyatakan, kasus Bank Century diselesaikan secara hukum, baru kemudian diselesaikan dengan jalan politik. Politik harus mengikuti hukum, bukan sebaliknya.

“ Krisis harus dihadapi. Jangan tampil memelas, karena dalam posisi superior tak akan dikasihani, “ kata Anies. Untuk menjaga kewibawaan, Presiden harus lebih tegas dalam menyikapi permasalahan apa pun yang dihadapi bangsa.

Anggota Dewan Penasehat Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Permadi, menilai Yudhoyono terlalu tergesa-gesa meniru Soeharto.

Sumber  :

Presiden Harus Berani Hadapi – Kompas, 30.12.2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: