Posted by: hagemman | January 20, 2010

PERLU KETEGASAN PEMERINTAH

Eksistensi pasar tradisional menuntut komitmen dan ketegasan pemerintah. Upaya pengembangan dengan konsp pasar modern tidak bisa diterapkan begitu saja hanya berbekal kemauan pedagang.

Pemerintah sebagai pemegang otoritas harus memiliki konsep jelas terlebih dahulu, pasar hendak diatur menggunakan pola seperti apa. Selain itu, sebelum mengembangkan pasar, terlebih dulu pemerintah sebaiknya menganalisa kebutuhan dan kondisi pedagang serta konsumen.

Menurut Direktur Regional Economic Development Institute Indra Nur Fauzi, seperti apa pun bentuk yang diperlukan dan sesuai bagi masyarakat, semua itu tetap harus dalam pengawasan pemerintah. “Faktor yang sangat penting pemerintah mau berkomitmen dan tegas dalam penerapannya,” kata Indra, Kamis (14/1) di Surabaya.

Menurut Indra, sebagai pengelola, pemerintah juga dituntut menciptakan aturan main yang harus diikuti semua pihak. Jangan sampai ada pihak lain yang memperoleh keistimewaan yang merugikan pedagang lain. Misalnya, pedagang diharapkan di dalam bangunan, tetapi bila ada pedagang yang melanggar dengan berjualan di luar tetap saja dibiarkan.

Dosen Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) I Putu Rudy Setiawan mengatakan, pada prinsipnya pembangunan pasar harus memerhatikan letak area layanannya. Pasar modern, yang merupakan pasar induk, misalnya, merupakan sarana perdagangan yang layanannya bersifat regional (antardaerah), sedangkan pasar tradisional sendiri melayani kebutuhan lokal.

“Karena disesuaikan dengn layanannya, penempatan pasar-pasar tersebut juga harus khusus. Pasar modern yang melayani bersifat regional seharusnya didirikan di jalan arteri primer, jalan lingkar, dan jalan radial (keluar masuk kota). Lalu, pasar tradisional seharusnya berada di tengah perkotaan karena sifat layanannya lokal,” ujarnya.

Karena itu, jika pengaturan pendirian pasar modern dan pasar tradisional tidak tegas, kedua jenis pasar yang memiliki area layanan berbeda tersebut akan saling bersinggungan. Akibatnya, keberadaan pasar-pasar dengan skala kecil akan tersingkir.

Membantu pedagang

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan rencana pembangunan pasar tradisional. Berbeda dengan pasar yang berada di bawah PD Pasar Surya, Pemkot Surabaya akan membantu pedagang dalam hal suplai barang. “Kami ingin pedagang mendapat barang dengan harga grosir saat kulakan sehingga harga di tingkat konsumen tetap kompetitif,” tuturnya.

Dia mengingatkan bahwa pasar yang disiapkan berkonsep pasar tradisional satu lantai. Namun, rencananya pasar lebih tertata, kering, dan bersih, serta bangunan lebih modern. “Ciri khas pasar tradisional dipertahankan, yaitu sistem tawar menawar antara pedagang dan pembeli,” ujar Rismaharini.

Menanggapi kekhawatiran seputar perilaku pedagang pasar yang memilih berjualan di luar area pasar, Rismaharini menilai kondisi tersebut bisa diantisipasi dengan melakukan pengawasan secara disiplin. “Jangan sampai pedagang di luar itu mengurangi hak orang lain, pengguna jalan terganggu dan pedagang lain kehilangan kesempatan,” ucapnya.

Selain itu, ia menekankan bahwa pasar tradisional harus sesuai kapasitas. Bila stan bagi pedagang sudah penuh, tidak bisa dipaksakan dengan memasukkan pedaganglagi semata-mata untuk memperoleh keuntungan. “Semua harus ada aturan dengan tegas sehingga menguntungkan semua pihak,” katanya.

Sumber  :

Perlu Ketegasan Pemerintah | Kompas Jawa Timur, 15.01.2010
Grafik : Handining | Foto : A Ponco Anggoro & Saputra Laksana

Advertisements

Responses

  1. TERIMAKASIH TAS INFORMASI DAN TULISANNYA, CUKUP BERMANFAAT BUAT BACAAN. KUNJUNGI JUGA SEMUA TENTANG PAKPAK DAN UPDATE BERITA-BERITA DARI KABUPATEN PAKPAK BHARAT DI GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: