Posted by: hagemman | January 16, 2010

MISTERI RUDOLF HESS

Tanggal 10 Mei 1941 pukul sepuluh malam, radar pertahanan udara Inggris mendeteksi penyusupan sebuah pesawat musuh. Dua pesawat tempur pemburu segera mengudara untuk menyergap. Tapi pemyusup itu lolos dari sergapan.

Pukul 11.09 dilaporkan sebuah pesawat Nazi Jerman jenis Messerschmit (Me) 110 mendarat darurat di desa Eaglesham, setelah melintas di atas Kilmarnock, dekat Glasgow. Sang pilot ditangkap oleh seorang petani bernama David McLean dan ibunya ; yang masih sempat memberikan secangkir teh hangat pada tahanannya yang mengaku bernama Alfred Horn.

Sampai disini kehebohan belumlah dimulai. Karena soal pesawat musuh tersesat dan mendarat darurat adalah hal biasa sejak Luftwaffe (Angkatan Udara Nazi Jerman) kian mengintensifkan serangannya terhadap Inggris.

Hampir tengah malam itu, Wing Commander Duke Hamilton dibangunkan karena sang pilot yang bernama Alfred Horn meminta bertemu dengan dirinya. Buat Duke Hamilton nama itu amat asing. Kendati ia pernah mengunjungi Olimpiade Berlin pada tahun 1936 dan dalam kesempatan itu ia banyak bertemu dan berkenalan dengan beberapa pilot Luftwaffe. Tapi tak seorang pun yang dikenalnya bernama Alfred Horn.

Keesokan paginya ia mendatangi Maryhill Barracks, dekat Glasgow, tempat sang pilot ditahan. Di sana Duke Hamilton terkaget-kaget sebab pilot bernama Alfred Horn ini adalah Rudolf Hess, wakil Adolf Hitler.

Duke Hamilton masih mengingat pertemuan pertamanya ini. Di dalam ruangan sang pilot didampingi petugas interogasi dan polisi militer. Ia meminta agar para petugas itu keluar ruangan dan tinggal berdua, dirinya dan sang pilot. Pilot ini langsung berkata bahwa ia pernah bertemu dengannya di Olimpiade Berlin dan bahkan Duke Hamilton sempat makan siang di rumahnya. “Saya tidak tahu apakah anda masih mengenali saya, saya adalah Rudolf Hess,”  kata sang pilot tenang.

Ia terbang menyusup ke Inggris untuk misi perdamaian. Dan ia menyebut Albrecth Haushofer, seorang intelektual Jerman, sahabat dekatnya yang pernah mencoba menulis surat pribadi tentang misi ini untuk Duke Hamilton pada September 1940 melalui Lisabon, Portugal – akan tetapi dinas rahasia Inggris menggagalkannya. Dan ia mengatakan sudah tiga kali mencoba terbang ke Inggris menemui dirinya, dan ini baru upaya keempat ini berhasil terlebih momentumnya tepat saat Nazi Jerman menduduki Afrika Utara dan Yunani.

Ia mengatakan bahwa PD II akan dimenangkan Nazi Jerman dan ia tidak ingin pertumpahan darah berlanjut. Dan mengharapkan terciptanya keseimbangan kekuatan abadi antara Inggris dan Nazi Jerman di Eropa. Ia berharap Duke Hamilton dapat membujuk para petinggi Inggris untuk berdamai dengan Nazi Jerman. Duke Hamilton akhirnya berkeyakinan bahwa sang pilot adalah sungguh Rudolf Hess berdasarkan foto dan juga deskripsi Albrecht Haushofer kemudian. Tapi yang jelas soal misi perdamaian, Duke Hamilton tidak dapat membantu oleh sebab Nazi Jerman yang memicu perang dengan menginvasi Polandia dan daratan Eropa lainnya yang mestinya dipikirkan baik-baik oleh Adolf Hitler.

Di sisi lain, dari pihak Nazi Jerman tidak pernah memberikan penjelasan resmi terkait penyusupan Hess ini. Apakah upaya Hess memang direstui Adolf Hitler. Dr Paul Schmidt penterjemah Hitler hanya menggambarkan Hess menimbulkan kehebohan luar biasa besar di kalangan pimpinan Nazi Jerman. Jenderal Wilhelm Keitel dalam otobiografinya menulis bagaimana Hitler demikian marah dan bilang berkali-kali bahwa Hess sudah gila. Artinya tindakan Hess tidak sepengetahuan dan seijin sang Fuhrer.

Penyusupan Hess menjadi misteri sebab ada indikasi lain mengatakan bahwa Rudolf Hess yang sesungguhnya telah tewas dibunuh pada tahun 1941 ketika penyusupannya ke Inggris gagal dan sebagai gantinya orang mirip Hess yang dikirim atas restu petinggi Nazi Jerman. Hal ini diperkuat dengan sikap Rudolf Hess yang dihukum seumur hidup sebagai penjahat perang di Penjara Spandau, Berlin. Ia mengaku mengidap amnesia dan tidak lagi mengenali koleganya yang ditahan di tempat yang sama. Selama tahanan ia amat mengisolasi diri, merasa sakit-sakitan tapi tanpa ada sumber penyakit walau diperiksa ketat secara medis dan mengalami trauma kejiwaan kendati masih tetap fanatik sebagai wakil Adolf Hitler.

Hal lain lagi, tampaknya di dalam pemerintahan Inggris saat itu ada pihak-pihak yang bersimpati dengan upaya Rudolf Hess agar tercipta perdamaian. Yang jelas tentunya bukan Duke Hamilton. Hal inilah yang bisa jadi mendorong Hess untuk nekat menyusup terbang ke Inggris membawa misi perdamaian.

Terlepas dari soal di atas, secara teknis perhitungan  penerbangan Hess yang diakuinya tinggal landas dari Augsburg, Jerman tidaklah mungkin. Karena tipe pesawat Me 110 D dengan tanki bahan bakar tambahan pun tak akan pernah dapat mencapai Glasgow yang berjarak 900 mil, sementara radius jangkau pesawatnya hanya 850 mil. Artinya, rute penerbangan Hess dipastikan dari tempat lain setelah dari Augsburg. Dugaan kuat ia datang dari Aalborg, Denmark yang saat itu memang dikuasai Nazi Jerman.

Karena penelitian menunjukan pula bahwa pesawat Me 110 D yang digunakan Hess tidak  dilengkapi tanki bahan bakar tambahan. Jadi daya jangkaunya hanya 565 mil. Jarak itulah yang memungkinkan baginya mencapai Aalborg dan disana ia mendarat untuk mengisi bahan bakar sebelum melanjutkan penerbangan ke Glasgow, Inggris.

Pertanyaanya adalah apakah ia memperoleh dukungan untuk aksinya ini dari kalangan petinggi Nazi Jerman sehingga leluasa  baginya mengisi bahan bakar di Aalborg ? Tentunya sulit bagi seorang Hess yang notabene orang kedua pemimpin Nazi Jerman ‘keluyuran’  sendirian di suatu malam sampai front tempur terdepan.   Tampaknya ya. Karena seperti yang kita ketahui Albrecht Haushofer adalah orang yang terlibat upaya pembunuhan yang gagal terhadap Hitler pada bulan Juli 1944. Haushofer dikenal memiliki hubungan dekat dengan Admiral Canaris yang juga sebagai penentang Hitler. Dengan posisi tinggi Canaris sebagai Kepala Abwehr, jaringan rahasia militer ; maka kuat dugaan upaya Hess di atas didukung oleh lingkaran dalam Nazi Jerman, yang telah muak dengan kebijakan Hitler.

Rudolf Hess sendiri oleh Pengadilan Perang Nuremberg dijatuhi hukuman penjara seumur hidup bersama petinggi Nazi Jerman lainnya. Jalan sejarah dan nasib membawa dirinya sebagai satu-satunya tahanan penjahat perang era PD II yang masih hidup. Periode tahun 1966 hingga 1987, ia dipenjara seorang diri di Penjara Spandau, Berlin – Jerman yang angker. Negara-negara pemenang perang, kecuali Rusia, menghendaki dirinya dibebaskan atas dasar alasan kemanusiaan. Rusia memveto upaya itu. Tanggal 17.08.1987, ia ditemukan tewas menggantung diri di sel-nya.

Kematiannya yang tragis dalam usia 93 tahun juga mengundang misteri lain, sebab ia telah menjadi orang tua nan ringkih dan telah sulit berdiri jika tidak dipapah serta jemarinya bahkan tidak bisa membuat simpul tali. Apakah Hess mati dibunuh ?  Hal ini pun tidaklah jelas sebab kalau memang benar Hess dibunuh – apakah motivasi dan kepentingannya sebab PD II sudah berlalu lebih dari enam dekade. Dan akhir 1989, komunisme runtuh diterjang Prestorika dan Glasnost.

Tampaknya hidup Rudolf Hess memang dipenuhi misteri disamping banyak spekulasi terkait prilaku Hess yang sedikit kewanitaan. Konon ia dipaksa Hitler pribadi buat segera menikah. Setidaknya sebagai figur panutan petinggi Nazi Jerman yang ideal buat para pendukungnya.

Terlepas dari soal misteri penyusupan Rudolf Hess ke Inggris, Winston Churchill memiliki kata akhir yang ketus, ia menulis dalam riwayat hidupnya, “ Saya tidak pernah menganggap serius pentingnya dari petualangan (Hess) ini.”

Besar kemungkinan misteri ini baru akan terbuka pada tahun 2041 kelak saat semua dokumen terkait baru bisa diakses umum sesuai dengan ketentuan hukum Inggris.

Sumber  :

Unxeplained Mysteries of World War II – Robert Jackson
The Nazi War Machine – Christopher Chant

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: