Posted by: hagemman | December 21, 2009

BOM “NUKLIR” KECIL DI ACEH

Setelah berkeliling daerah bencana di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) menggunakan helikopter SH60 Sea Hawk dari kapal induk USS Abraham Lincoln, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Colin Powell spontan berucap bahwa dirinya belum pernah melihat kerusakan sehebat itu. “Saya pernah ikut perang, juga mengalami sejumlah topan, tornado, dan operasi bantuan lainnya, tetapi saya belum pernah melihat yang seperti ini,” ujar Powell.

Andrew Natsios dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) yang terbang bersama Powell dan Jeb Bush – Gubernur Florida yang juga adik Presiden AS George Walker Bush – lebih terpukul lagi setelah melihat kondisi di NAD. Dia sudah sering bersinggungan dengan bencana selama 15 tahun ini, tetapi dia tidak menyangka sedikit pun apa yang dia telah lihat di NAD. “Ini seperti sebuah bom nuklir kecil menghantam negeri ini,” ujarnya sebagaimana dikutip kantor berita Agence France Presse (AFP), Rabu (5/1) lalu.

Powell menambahkan, “Saya tidak bisa membayangkan bagaimana suasana mengerikan yang terjadi ketika keluarga dan para korban mendengarkan suara gemuruh air yang datang dan merengkuh seluruh kehidupan mereka.”  Ini karena tsunami pada 26 Desember 2004 itu praktis menghancurkan apa saja, rumah, pabrik, jembatan, mobil, dan pohon-pohon. “Seluruh negeri kini hanya penuh dengan lumpur,” ujar Powell lagi.

Apa yang diungkapkan Powell dan Natsios jelas bukan sekadar lip service. Gambar yang terlihat di televisi ataupun cerita sejumlah teman yang kembali dari lokasi bencana juga mempertegas apa yang diungkapkan tadi. Membayangkan kota Banda Aceh dengn Masjid Baiturrahman ketika berada di sana hampir sebalas tahun lalu dan apa yang terlihat di televisi pascatsunami, jelas (telah) terjadi bencana yang luar biasa.

Beberapa prajurit AS dari kapal induk USS Abraham Lincoln, yang ikut dalam misi kemanusiaan membantu korban gempa dan tsunami di NAD dan Sumatera Utara (Sumut), juga terkejut melihat apa yang telah terjadi di sana. Suatu kawasan yang tadinya kota dengan ribuan penduduknya kini seperti sirna dihapus begitu saja.

“Saya tak bisa berkata apa pun, dan hanya tertegun. Saya tidak tahu harus berbuat apa,” ujar Yeoman Kevin Ferguson (21), prajurit Angkatan Laut AS yang ikut ke Banda Aceh, sebagaimana dikutip AFP.

Ferguson bisa menggambarkan suasana yang begitu porak poranda di Aceh karena dia berasal dari Salem, Oregon, negara bagian di barat tengah AS yang sering kali dilanda dan diporakporandakan tornado. “Tetapi ini jauh lebih buruk,” ujarnya.

“Ini jelas sangat menggelisahkan, traumatis, suatu pengalaman yang mengubah hidup,” ujar Ferguson.

Dirinya berulang kali melihat kerusakan akibat badai dan tornado di kampung halamannya. “Tapi yang satu ini sulit untuk menjelaskannya,” ujarnya menambahkan.

Tak salah benar jika bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda NAD dan Sumut itu bagai sebuah hantaman bom nuklir kecil. Dari aspek jatuhnya korban dan kerusakan yang tampak, tak berbeda dengan Hiroshima dan Nagasaki saat dihantam bom atom. Semuanya hancur rata dengan tanah.

Korban tewas di NAD dan Sumut sejauh ini sedikitnya 94.000 orang, dengan sebagian besar kota di pantai utara dan barat Aceh hancur. Korban bom atom AS pada 6 Desember 1945 atas Hiroshima, sekitar 140.000 orang langsung tewas dengan seluruh kota industri itu berantakan. Tiga hari kemudian, 70.000 warga Nagasaki tewas akibat hal yang sama.

“Seluruh awak kapal hanya bisa terdiam tak bisa berbuat apa-apa. Tak ada reaksi. Semua terdiam. Begitu banyak mayat terapung di depan kapal kami,” ujar Derek Scott, salah satu awak USS Abraham Lincoln, ketika mereka berlayar memasuki perairan di lepas pantai kota Banda Aceh.

Jesse Cash, perwira senior USS Abraham Lincoln, mengaku smepat terpukul melihat para korban. Kapten Kendall Card, yang merupakan salah seorang perwira senior di USS Abraham Lincoln, mengaku trauma.

Para prajurit AS ini berharap bisa membantu berbuat apa saja guna meringankan penderitaan korban. “Kami ingin terus membantu jika dibutuhkan,” ujar Card.

Soalnya, apa yang terjadi di Aceh ini trak ubahnya (bak) jatuhnya bom nuklir kecil. Entah siapa yang menjatuhkannya di sana.

Sumber  :

Bom “Nuklir” Kecil di Aceh | Kompas, 08.01.2005

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: