Posted by: hagemman | December 20, 2009

INDONESIA SIAP DIAUDIT ASING

Kurang sehari Konferensi Perubahan Iklim 2009 berakhir, Indonesia membuka rincian program penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen tahun 2020, sekaligus membuka kemungkinan audit pelaksanaan di lapangan oleh pihak asing.

Untuk penurunan emisi sukarela itu, Indonesia akan turunkan 0,7 miliar ton CO2, dengan kebutuhan dana Rp 83,3 triliun untuk lima tahun.

“Perhitungan data emisi ini sesuai standar global (Panel Ahli Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim/IPCC) yang melibatkan sejumlah departemen,” kata Deputi III Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Perlindungan Lingkungan Masnellyarti Hilman dalam jumpa pers delegasi RI di Kopenhagen, Denmark, Kamis (17/12) malam waktu setempat.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyatakan, Indonesia terbuka pada kemungkinan audit pihak asing sesuai asas terukur, terlaporkan, dan terverifikasi (MRV). Pernyataan ini meluruskan sikap sebelumnya yang menutup permintaan audit program 26 persen karena sukarela.

Menurut Masnellyarti, terdapat tujuh sektor penurunan emisi, yakni energi, transportasi, proses industri, pertanian, kehutanan, limbah/persampahan, dan lahan gambut. Sebelumnya, sektor transportasi dan pertanian tidak masuk dalam rencana.

Target penurunan emisi sektor kehutanan adalah tertinggi (13%) disusul sektor lahan gambut (9,5%). “Selain penanaman pohon, penurunan akan dicapai melalui pencegahan penggundulan hutan,”  kata Ketua Kelompok Kerja Perubahan Iklim Departemen Kehutanan, juga negosiator REDD, Wandojo Siswanto.

Dari sektor lahan gambut, selain penegakan hukum bagi pembakar hutan, pemerintah akan mendekati warga sekitar lahan gambut – ada di 250 kampung – untuk diberi pelatihan dan peralatan untuk meninggalkan praktik pembakaran lahan.

Potensi penurunan emisi hingga 41 perseb pada 2020 jika didukung pendanaan asing. Berdasarkan perhitungan bersama, dikoordinasi Departemen Keuangan, perlu dana Rp 168,3 triliun untuk penurunan emisi gas rumah kaca 15% (untuk 41%). “Sudah ada perhitungannya secara jelas,” kata Masnellyarti.

Sumber  :

Indonesia Siap Diaudit Asing | Gesit Ariyanto dari Kopenhagen, Denmark
Kompas, 19.12.2009 | Grafis : Septa


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: