Posted by: hagemman | December 12, 2009

TURUNNYA KEPEDULIAN DUNIA

Kepedulian warga dunia pada perubahan iklim dalam dua tahun terakhir menurun. Sebaliknya, ada peningkatan kepedulian di China, emiter terbesar gas rumah kaca. Hal ini terungkap dalam hasil jajak pendapat yang dipublikasikan tanggal 6 desember 2009 di Kopenhagen.

Hasil jajak pendapat tersebut dikeluarkan hanya sehari sebelum dibukanya Konferensi Perubahan Iklim PBB (UNCCC) Pertemuan Para Pihak Ke-15 (COP-15) dalam Kerangka Kerja Konvensi tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) di Kopenhagen. Perhelatan ini dihadiri utusan dari sekitar 194 negara. Konferensi tersebut bertujuan mencari kesepakatan adanya skema baru untuk menghadapi ancaman perubahan iklim.

Survei yang dilakukan di 54 negara menunjukkan ada penurunan jumlah masyarakat yang sangat peduli pada perubahan iklim dan setuju dengan PBB dalam mengatasi perubahan iklim. Survei ini dilakukan Universitas Oxford/Nielsen pada Oktober 2009 yang menunjukkan 37 persen atau lebih dari 27.000 pengguna internet di 54 negara mengatakan sangat peduli pada perubahan iklim. Jumlah ini menurun dari 41 persen pada jajak pendapat dua tahun lalu. Penurunan ini terkait dengan penurunan ekonomi dunia.

Peran Amerika Serikat

Amerika Serikat, emitar karbon terbesar di dunia setelah China dan satu-satunya negara industri di luar skema Protokol Kyoto untuk pembatasan emisi, diharapkan dapat menekan jumlah pencemaran secara signifikan. Hal ini terkait dengan pernyataan Presiden AS Barack Obama yang ingin memotong emisi gas rumah kaca (GRK) di negaranya, terutama dari pembakaran bahan bakar fosil. Ia berencana bergabung dengan lebih dari 90 pemimpin dunia di Kopenhagen pada akhir pertemuan tersebut untuk mengupayakan kesepakatan baru.

Sementara itu, China, emiter gas rumah kaca terbesar, kepedulian penduduknya pada pemanasan global meningkat, yaitu dari 30 persen menjadi 36 persen. Survei juga menunjukkan, tingkat kepedulian tinggi di negara Amerika Latin dan Asia Pasifik, di antaranya tertinggi dicapai Filipina, yakni 78 persen.

Survei menemukan, polusi air dan udara serta perubahan iklim merupakan tiga masalah lingkungan yang menjadi perhatian masyarakat dunia.

Keterpurukan ekonomi

Jonathan Banks, Direktur Business Insights Nielsen Co di kawasan Eropa, khawatir perubahan iklim tidak akan menjadi fokus di Kopenhagen akibat keterpurukan ekonomi dunia.

Konferensi dunia ini akan kembali membahas dan mencari solusi dampak perubahan iklim, seperti masalah kelaparan, penyakit, kekeringan, banjir, badai, dan kenaikan permukaan laut.

Untuk mencapai tujuan itu, 192 anggota UNFCCC setuju mengekang penggunaan dan penambahan bahan bakar fosil, juga membangun jaring pengaman keuangan bagi negara miskin yang paling terkena dampaknya, dan menyediakan teknologi yang ramah lingkungan.

Sumber  :

Kepedulian Dunia Turun | Kompas, 07.12.2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: