Posted by: hagemman | December 7, 2009

HASIL UNDIAN DAN BRASIL YANG GUNDAH

Penantian mendebarkan para manajer dan pelatih itu berakhir hari Jumat (4/12) malam lalu. Saat si cantik Charlize Theron dengan gaun merahnya memandu jalannya undian Piala Dunia 2010, nasib ke-32 tim peserta ditentukan.

Secara umum, undian grup – yang didahului penentuan unggulan Rabu lalu – terbilang seimbang. Dari delapan grup, hanya Grup E dan Grup G yang terbilang grup maut. Selebihnya, para unggulan relatif bisa duduk manis dan para manajer grup tampak sangat gembira.

Brasil, juara dunia lima kali yang jadi unggulan di Grup G, harus menghadapi dua tim yang masuk 16 besar peringkat FIFA : Portugal dan Pantai Gading. Satu lagi pesaing “Samba” adalah Korea Utara, yang kekuatannya tidak banyak diketahui/

Sebagai satu-satunya negara yang tidak pernah absen di putaran final Piala Dunia (PD), Brasil memang penuh percaya diri. Carlos Dunga, sangpelatih, pun merespons amat positif dengan mengatakan, mendapat undian yang berat justru bagus bagi Brasil karena mereka menjadi fokus sejak awal. “Akan menjadi laga-laga yang sulit. Tetapi, kami percaya diri,” ujar Dunga, yang timnya datang ke Afrika Selatan (Afsel) sebagai juara Copa Amerika dan Piala Konfiderasi.

Meski mengaku percaya diri, tertangkap kesan gundah pada wajah Dunga yang beberpa kali menarik bibirnya saat undian berlangsung. Bagaimana pun, Portugal dan Pantai Gading pastilah lawan yang pahit.

Portugal yang ditulangpunggungi pemain terbaik dunia Cristiano Ronaldo, sangat stabil sejak gagl di final Piala Eropa 2004. Generasi Ronaldo, yang sudah mencapai usia emas, tampil memukau di Piala Eropa 2008 meski gagal menjadi juara.

Banyak orang meragukan kapabilitas Portugal jika tanpa Ronaldo. Namun, Carlos Queiroz masih punya sejumlah pemain yang diandalkan, seperti Pepe dan Liedson. Hanya saja, Queiros harus  banyak belajar dari serangkaian taktik dan strateginya yang mandul, yang membuat “Seleccao” mejan di awal kualifikasi.

Menghadapi Portugal, statistik memang memihak Brasil. Dari 18 pertemuan sejak 1956, Brasil unggul 12 kali dan hanya kalah 4 kali dari Portugal. Namun, dari empat pertemuan terakhir, Portugal memenangi dua di antaranya.

Dunga pantas meresahkan Pantai Gading. Bertarung di benua mereka sendiri, kekuatan pasukan “The Elephants” ini bukan sekadar “tenaga gajah”  Didier Drogba, melainkan juga Toure bersaudara, Yaya, dan Kolo, serta Salomon Kalou, pemain-pemain kelas dunia yang main di liga-liga terbaik Eropa.

Saat Piala Dunia 2006 di Jerman, Pantai Gading membuktikan diri bahwa mereka bukan sekadar penggembira. Kalah tipis dan memberi banyak problem bagi Argentina dan Belanda ; Pantai Gading pulang dengn kepala tegak setelah kalah dari Serbia-Montenegro.

Persoalan bagi Dunga, dan juga tentu Queiroz, Pantai Gading kini praktis tmpil di tanahnya sendiri. Aura Afrika yang magis akan membuat penampilan Sang Gajah tambah beringas.

Ada tiga kandidat kuat dari Grup G, tetapi Brasil dan Pantai Gading paling berpeluang lolos ke babak knock-out 16 besar. Portugal dan Korea Utara harus bersiap pulang lebih awal.

Perlu konsistensi

Keresahan Dunga juga dirasakan Bert van Marwijk, Pelatih Belanda. Bagaimanapun, satu grup dengan Denmark dan Kamerun serta Jepang di Grup E bukanlah hasil undian yang nyaman untuk dibawa tidur.

Namun, catatan sempurna di babak kualifikasi – sembilan laga sembilan kemenangan – membuat Belanda bukan saja patut diunggulkan, tetapi juga paling layak lolos ke babak kedua.

Jika Euro 2008 dijadikan barometerm Belanda sepertinya tak tertahankan untuk melaju ke babak kedua. Dengan materi merata di semua pilar, mereka hanya butuh konsistensi untuk mencetak sejarah pertama kalinya menjadi juara dunia.

Hadangan pertama tentu saja Denmark. Meski absen di PD 2006 dan Euro 2008, Denmark meretaskan kembali jalannya sebagai sa;ah satu tim terbaik di Eropa setelah “dinamit” mereka meledak di Euro 1992. Ditangani Morten Olsen, Denmark menjadi tim yang solid. Mereka tampil sebagai yangterbaik di babak kualifikasi meski berlaga di grup yang dihuni Portugal dan Swedia.

Bagi Belanda, jalan menuju babak kedua hanya akan lapang jika mereka juga mampu mengatasi perlawanan kamerun. Tim Singa ini paling berpengalaman di antara tim-tim Afrika lainnya dan selalu menampilkan semangat yangluar biasa.

Meski terkesan sangat mengandalkan permainan fisik, Kamerun paling layak mendampingi Belanda dari Grup E. Menjadi penjaga tradisi sepak bola “penuh tenaga” khas Afrika, Kamerun berpeluang besar menyingkirkan Denmark. Dalam ajang resmi, kedua tim pernah bertemu dua kali dan saling mengalahkan.

Relatif empuk

Jika Brasil dan Belanda menatap PD 2010 dengan waswas, tidak demikian dengan dua unggulan lain, Spanyol dan Inggris. Spanyol berada di grup relatif empuk bersama Swiss, Honduras, dan Cile.

Diperkuat delapan pemain yang menjadi nomine Pemain Terbaik Eropa 2009, tak diragukan lagi kemampuan juara Euro 2008 ini untuk lolos ke babak kedua.

Pertanyaan di Grup H ini adalah, siapa yang akan mendampingi Iker Casillas dan kawan-kawan. Cile paling berpeluang mengingat penampilan konsisten mereka di kualifikasi Amerika Latin yang berada di peringkat kedua di bawah Brasil. Dengan arahan pelatih asal Argentina, Marcelo Bielsa, Cile mempertahankan tradisi Latin yang energik sekaligus permainan teknik tinggi.

Inggris setali tiga uang dengan Spanyol. Berada di Grup C bersama Amerika Serikat, Aljazair, dan Slovenia, pasukan Fabio Capello sangat kapabel untuk melaju. Motivasi tinggi mengulang kesuksesan 1966 merupakan modal paling besar bagi John Terry dan kawan-kawan.

Juara bertahan, Italia, meski tak seberuntung Spanyol dan Inggris ; tetap boleh tersenyum. Praktis lawan berat tim asuhan Marcelo Lippi ini hanya Paraguay yang menampilkan bentuk terbaik sepanjang sejarah kesertaan mereka di kualifikasi Amerika Latin.

Di Grup D, Jerman sang spesialis turnamen akan menghadapi perlawanan ketat Serbia dan Ghana. Masih diperkuat para pilar yang melaju ke final Euro 2008, Jerman akan kembali menjadi salah satu tim paling ditunggu di Afrika Selatan.

Sumber  :

Brasil dan Belanda Resah, Spanyol dan Inggris Duduk Manis, Anton Sanjoyo
Kompas, 06.12.2009

Advertisements

Responses

  1. Thx infonya..
    bermanfaat


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: