Posted by: hagemman | October 21, 2009

PRESIDEN DAN 12 TANTANGAN

presiden dan 12 tantanganPidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhir-akhir ini amat relevan dengan pesannya kepada insinyur Indonesia. Dalam sambutan pada pembukaan Kongres XVII persatuan Insinyur Indonesia (PII). Presiden mengemukakan 12 tantangan bagi PII.

Ke-12 tantangan itu adalah ketahanan pangan, ketahanan energi, ketahanan air bersih, kelestarian lingkungan, bencana alam, pendidikan, kesehatan, transportasi, pertanian-industri-jasa, pertahanan, teknologi komunikasi dan informasi (ICT), serta good governance.

Kesadaran akan kompleksitas masalah multifaset yang dialami manusia bersama planetnya, antara lain 12 tantangan itu, kini telah menyebabkan para ilmuwan dan lembaga saintifik seperti universitas tertantang. Bahkan, kemampuan mengkaji dan meneliti aneka masalah itu telah menjadi indikator utama modernitas sebuah universitas. Hampir seluruh butir 12 tantangan itu ada pusat kajian (center-)nya di Institut Teknologi Massachusetts (MIT-AS). Kompleksitas bertambah karena center yang satu dengan lainnya bisa terkait. Yang menarik, peran ilmu-ilmu dasar (sains) dan teknologi, termasuk aspek etikanya, amat besar.

Ambil kasus bencana alam, tantangan kelima. Indonesia “kaya” dengan maalah banjir, genpa bumi, tsunami, tanah longsor, dan badai. Pengalaman tsunami di Aceh dengan gaya guncang gempa yang menakutkan dan banjir laut dengan tenaga dorong dahsyat telah melantakkan fisik kpta, desa, infrastruktur, tanaman peryanian, hutan, sekolah, dan melenyapkan 200.000 lebih manusia bersama seluruh aktivitas sosialnya.

Padahal, dalam skala nasional, ribuan kilometer wilayah garis pantai Indonesia sepanjang barat Sumateram pantai selatan Jawa, kepulauan Nusa Tenggara, lalu bercabang ada yang belok ke utara Maluku dan Sulawesi Utara, ada yang terus ke Papua telah dijuluki oleh para pakar geologi sebagai ring of fire (cincin api).

Wilayah ini amat potensial mengalami bencana seperti Aceh. Asal usul bencana ini hanya dapat dijelaskan oleh sains. Timbul pertanyaan, budaya saintifik bagaimana yang harus dikembangkan di wilayah ini ? Dari segi pendidikan (tantangan keenam), bagaimana desain sistem pendidikan bagi semua tingkat usia ? Bagi insinyur, bagaimana merancang dan membangun perumahan, gedung, infrastruktur, kota, desa, sistem pertanian, proyek investasi ekonomi yang dapat dipertanggungjawabkan dari sehi kemanusiaan maupun sains dan tekonologi, agar manusia dengan seluruh investasinya tidak lenyap dalam ukuran menit ditelan bencana ?

Solusi untuk bahaya tsunami yang kini ramai dibicarakan adalah alat peringatan dini, yang mungkin hanya membantu 15 menit sebelum bencana. Sementara yang dibahas di sini adalah bagaimana membangun budaya dan peradaban maju.

Barangkali diskusi, debat ilmiah, dan penelitian antar disiplin seperti pada center-center itu seharusnya diciptakan di pusat kajian tsunami di universitas kita. Dari sini pula dapat diderivasi berbagai kebijakan semacam science and technology policy, yang diharapkan presiden.

Prof Katili pernah mengingatkan kepada Akademi Ilmu Pengatahuan Indonesia, pemerintah, dan masyarakat, dalam aspek gempa bumi : “diperlukan  kerja sama intensif antara lembaga pemerintah, perencana lingkungn, arsitek, indsinyur sipil, ahli geologi, seismologi, sosiologi, dan pakar ekonomi”, dalam rencana penghindaran dan pengurangan dampak bencana alam.

Sachs, MDGs, dan Magee

Setidaknya tujuh dari 12 tantangan itu sedang dikaji earth Institue Columbia University, AS. Secara tradisional kita kenal ilmu-ilmu kebumian hanya tentang sains dan teknologi, seperti geologi, geofisika, geodesi, geoteknik, geografim dan lainnya, jauh dari aneka masalah kemasyarakatan. Kini (2009), Earth Institure sedang meneliti sembilan tema fundamental : kemiskinan, urbanisasi, pangan-ekologi-nutrisi, enerhi, air, ekosistem-kesehatan-monitoring, cuaca dan masyarakat, bahaya dan risiko, serta kesehatan global.

Institut ini didukung 30 center yang melibatkan 850 ilmuwan multidisiplin. Kajian yang sarat ilmu-ilmu dasar (sains), teknologi, dan ilmu-ilmu sosial ini dipimpin ekonom Prof Jeffrey Sachs. Tak heran, jika ia ditunjuk menjadi arsitek kepala pencipta program MDGs – PBB, “suatu upaya kesepakatan internasional untuk mengurangi kemiskinan ekstrem, penyakit, dan kelaparan menjelang 2015”. Kemajuan ilmu pengetahuan mutakhir mendemonstrasikan, kebutuhan nyata masyarakat (yang) bertumpu kuat pada pada sains dan teknologi.

Kepada insinyur Indonesia, Presiden menyebutkan, teknologi komunikasi dan informasi sebagai tantangan. Prof Magee di MIT, 2006, membuat kajian kuantitatif tentang kemajuan komparatif beberapa cabang ilmu pengetahuan yang hasilnya mencengangkan. Dalam 60 tahun terakhir (1940-2000), diukur dari segi pemahaman dan kinerja, sistem teknologi kelistrikan dan permesinan berkembang 100 kali, sedangkan sistem ICT setidaknya 100.000 kali. Bandingkan dengan teori organisasi ilmu manajemen dan sistem ekonomi yang berkembang hanya dua kali. Mungkin realitas ini dapat menjelaskan keajaiban pertumbuhan Cina dan India, yang memilih strategi membangun ekonomi (yang) bertumpu pada dua teknologi itu.

PII hanya sanggup menjawab 12 tantangan Presiden SBY bila kerja sama dengan universitas atau lembaga ilmiah yang memenuhi syarat. Kelebihan universitas adalah tersebar di seluruh Indonesia, memiliki banyak disiplin ilmu, kumpulan orang terpelajar dari mahasiswa hingga profesor, tiap tahun menghasilkan ribuan sarjana S-1/S-2/S-3 yang akan terjun ke masyarakat menjadi birokrat, profesional, pengusaha, pendidik, pemuka kelompok sosial-politik, etikawan, seniman. Universitas jangan lagi menghasilkan sarjana ilmu-ilmu sosial yang gagap dengan konsep teknologi (“gaptek”) dan insinyur yang gugup melihat aspek sosial yang dapat menghadang karyanya (“gupsos”).
Sumber  :

Presiden dan 12 Tantangan – Ary Mochtar Pedju | Anggota AIPI, Dewan Pakar PII
Kompas, 03.09.2009

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: