Posted by: hagemman | October 19, 2009

TERKURASNYA KEUANGAN NEGARA BERKEMBANG

keuangan neg brkmbng bia terkurasNegara-negara berkembang bakal menghabiskan 100 miliar dollar AS (Rp 1.000 triliun) per tahun selama 40 tahun untuk bisa beradaptasi terhadap perubahan cuaca yang ekstrem dan berat. Pada tahun 2059, suhu bumi diperkirakan naik di atas 2 derajat celsius.

Hal itu terungkap dari hasil studi Bank Dunia yang dirilis pada tanggal 30 September. Studi tersebut mengatakan, negara-negara mikisn bakal berinvestasi besar-besaran pada semua proyek infrastruktur untuk mengatasi banjir, kekeringan, gelombang panas, lebih sering hujan seiring bakal naiknya suhu bumi 2 derajat celsius pada tahun 2050.

“ Menghadapi prospek besar tambahan biaya infrastruktur, mengatasi kekeringan, penyakit, dan penurunan dramatis dalam produktifitas pertanian, semua negara berkembang harus bersiap menghadapi sejumlah konsekuensi potensial dari perubahan iklim, “ kata Katherine Sierra, Wakil Presiden Bank Dunia yang membidangi pembangunan berkelanjutan.

Prakiraan biaya adaptasi dari kelompok lain sebelumnya dari 9 milliar dollar AS jadi 104 milliar dollar AS. Bank Dunia mengatakan, proyeksi biaya terbaru yang paling mendalam analisisnya justru terhadap waktu terjadinya dampak perubahan iklim.

Laporan Bank Dunia, yang memberikan kisaran biaya dari 75 miliar dollar AS menjadi 100 miliar dillar AS didasarkan pada dua skenario berbeda. Pertama, dunia yang lebih kering akan memerlukan investasi lebih rendah ketimbang dunia pada musim hujan. Kedua, dunia pada musim hujan memerlukan berbagai upaya ekstra, seperti membangun tanggul laut dan drainase lebih dalam.

Paling terpukul

Asia Timur dan Pasifik, yang mengalami pertumbuhan ekonomi sangat cepat, akan menjadi yang paling terpukul secara finannsial, menghabiskan setidaknya seperempat dari tital anggaran. “ Sebagian besar karena meningkatnya urbanisasi, terutama di daerah pesisir, “ kata Direktur Keungan Bank Dunia Warren Evans.

Menurut penelitian, biaya beradaptasi terhadap dunia yang lebih panas adala berada pada skala yang sama dengan jumlah bantuan yang diterima negara berkembang saat ini. Badan bantuan mengatakan, penting(nya) uang bantuan tidak dipotong untuk mendanai upaya atau inisiatif menghadapi perubahan iklim.

Penasihat Oxfam’s Antonio Hill, menuturkan, setiap pembiayaan harus mendapat suntikan dana tambahan. WWF mengatakan, tidak cukup didasarkan pada asumsi bahwa dunia akan bekerja sama untuk membatasi kenaikan suhu bumi 2 derajat celsius itu.

Sumber  :

Keuangan Negara Berkembang Bisa Terkuras – Kompas, 01.10.2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: