Posted by: hagemman | October 16, 2009

NOBEL FISIKA : SERAT OPTIK

nobelCharles Kuen Kao (76) mungkin sudah tidak berharap lagi mendapat penghargaan paling prestisius seperti Nobel yang diumumkan pada Selasa (6/10). Penemuan yang membawa sukses itu, serat optik, telah ditemukan 43 tahun lalu. Temuan tersebut terbukti memacu pusat perkembangan ilmu telekomunikasi. Atas jasa Kao pula, kita sekarang bisa “ngobrol” dan “bersurat” melalui komputer.

Ironi dirasakan oleh istrinya, Wong May-wan, saat menerima kabar tersebut. “ Saya merasakan tekanan luar biasa besar karena saya tahu bagaimana pria ini sebelumnya, : katanya. Kondisi Kao saat ini tidak memungkinkan bagi dirinya untuk memberikan kuliah penerimaan Nobel, salah satu tradisi penerimaan Nobel.

“ Penyakit telah mengubah dia, seakan dia sudah pergi. Saya tahu pria ini bukan orang yang sama lagi dengan yang dulu, “ ujar Wong.

“ Untuk mengatakan apa yang ada di dalam hati saja sudah sulit bagi saya melakukannya, “ tutur Kao dalam wawancara kepada AFP di rumahnya di Mountain View, dekat San Francisco, Kamis (8/10). Dia kini sulit berbicara dan menderita dimensia Alzheimer yang menyerangnya.

Kao, mantan Wakil Rektor Hongkong Chinese University dan memiliki kewarga negaraan ganda Inggris dan AS ini mengaku “sangat bahagia” menerima penghargaan Nobel.

Rekan Kao di Hongkong merasa keputusan memberikan penghargaan itu makan waktu terlalu lama. Profesor Ambrose King, mantan Wakil Rektor Hongkong Chinese University mengatakan, “ Akan lebih bagus jika penghargaan ini didapatnya tahun lalu. Tetapi, ini juga tidak terlalu telat bagi dia.”

Direktur Eksekutif Hongkong Applied Science and Technology Research Institute Cheung Nim-kwan dan penerima Nobel 1957 mengungkapkan hal serupa. “ Serat optik sudah digunakan secara global sejak 1980. Pencapaiannya ini mestinya mendapat penghargaan jauh sebelum sekarang, “ ujarnya.

Menurut Wong, istri Kao, kadiah uang tersebut sebagian akan disumbangkan untuk penanganan Alzheimer di AS dan yayasan orang jompo St James Settlement.

serat optik

Terobosan komisi

Kao menerima separuh dari hadiah berupa uang sejumlah 10 juta krona Swedia (sekitar Rp 14 milliar), sementara dua penerima penghargaan Nobel Fisika bersama Kao, Wilard Sterling Boyle (85) dan George Elwood Smith (79), menerima masing-masing seperempat dari total hadiah.

Kabel serat optik Kao, yang dia temukan tahun 1966, membuka terobosan yang mendasari inovasi di dunia telekomunikasi dan optik. Dengan serat dari kaca murni, cahaya dapat ditransmisikan hingga jarak lebih dari 100 kilometer. Dengan jenis kabel yang ada pada tahun 1960-an itu, jarak terjauh transmisi cahaya hanya 20 meter. Kabel serat optik murni pertama kali diproduksi dalam skala industri pada tahun 1970.

Serat dengan fibreglass murni ini memfasilitasi komunikasi pita lebar (broadband) global seperti internet, Teks, musik, citra, dan video dapat ditransfer ke seluruh pelosok dunia dalam hitungan detik. Jika kita mengurai seluruh serat optik yang mengelilingi Bumi, maka kita bisa mendapatkan serat optik tunggal yang panjangnya lebih dari satu triliun kilometer. Serat optik sepanjang ini cukup untuk mengitari dunia lebih dari 25.000 kali dan terus bertambah ribuan kilometer setiap jam,

Tahun 1969, tiga tahun setelah penemuan serat optik oleh Kao, Boyle dan Smith menemukan charged-coupled device (CCD), sirkuit semikonduktor pencitraan yang merupakan mata kamera digital. Dengan sensor itu cahaya bisa diubah menjadi piksel dalam waktu singkat. Teknologi CCD tersebut menggunakan efek foto-elektrik seperti teori yang dilontarkan Albert Einstein (mendapat Nobel pada tahun 1921).

Berlayar bersama

Smith dan Boyle adalah dua sahabat baik di pekerjaan maupun di luar pekerjaan. Mereka sering berlayar bersamsa di sekitar Numea di Pasifik Selatan selama beberapa minggu.

Boyle yang dibesarkan di Nova Scotia, sebuah provinsi di Kanada, baru mencicipi bangku sekolah di tingkat sekolah menengah atas. Sebelumnya dia selalu belajar dengan sistem home schooling. “ Ibuku telah melakukan pekerjaan dengan baij, Dia mengajariku, “ ujar Boyle kepada Redaktur Pelaksana Nobelprize.org Adam Smith.

Boyle dan Smith melakukan penelitian bersama di Bell Laboratories, Murray Hill, New Jersey, mengungkapkan, ada 8 dan 10 peneliti Bell Laboratories yang menerima penghargaan Nobel. Pemimpin Bell mengal satu per satu anggotanya dan sering makan siang bersama mereka. “ Ini disebut manajemen ‘walking around’, “ tutur Boyle yang sempat terlibat pada penelitian program Apollo.

Jarak waktu 40 tahun membuat Boyle sama sekali tak pernah bermimpi akan meraih Nobel. “ sebab, dari waktu ke wakty orang di sekitar kami menerima Nobel sehingga kami sempat berpikir, “Temuan kita layak. Itu mungkin saja kita mendapat sesuatu, tapi saya tidak tahu. Kami mengharapkan yang terbaik, tapi tak ada yang terjadi.” Jadi kami abaikan saja (urusan Nobel), “ ujar Boyle.

Dering telepon pukul 05.00 pagi yang diterimanya sesaaat dikira hanya canda. Dia menjadi yakin ketika mendengar akses Swedia di seberang gagang telepon. “ Saya pikir, ya tak ada orang yang mau bersusah-susah menelepon orang lain pukul lima pagi hanya untuk bercanda, “ ujar Boyle.

Tidak tahu

Sementara itu, bagi George Elwood Smith, telepon Adam Smith dari Nobleprize.org adalah “pemberitahuan” atas kemenangannya. Reaksi pertamanya adalah kekagetan yang disusul pikiran bahwa dia pasti menerimanya bersama Boyle, rekan kerjanya.

“ Saya sudah bangun, namun ketika saya sampai ke telepon deringnya mati. Karena itu, saya sekarang masih terbangun, “ tutur Smoth tentang dering tekepon yang ternyata dari Royal Swedish Academim institusi yang menetapkan penerima penghargaan Nobel.

Smith mengungkapkan, betapa dia dan Boyle merupakan rekan kerja yang kompak. Mereka memiliki sekitar 40 penemuan yang telah dipatenkan atas nama berdua. Dan tentang berlayar bersama, Smith menegaskan, “ Sekarang kami tidak akan berlayar lagi. Usia saya 79 mungkin terlalu tua untuk itu.”

Sumber  :

Penantian Panjang Serat Optik, Brigitta Isworo Laksmi
Kompas, 14.10.2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: