Posted by: hagemman | October 15, 2009

NORMAN BORLAUG, BAPAK REVOLUSI HIJAU

norman-borlaugTanpa banyak diketahui publik, penggagas Revolusi Hijau pada tahun 1960-an telah meninggalkan kita semua pada 12 September. Dunia berutang kepada Norman Borlaug yang dianggap telah berjasa mengurangi kelaparan dunia pada masa itu. Tidak sedikit gagasannya masih dipakai di dunia pertanian hingga saat ini.

Pasca-Perang Dunia II, pertumbuhan penduduk begitu cepat. Para petani tak mampu menyediakan pangan untik mengimbangi pertumbuhan penduduk itu. Sejumlah kelaparan mulai terjadi di sejumlah negara hingga mereka kesulitan untuk menanggulanginya.

Adalah Norman Borlaug yang berusaha mencari penyelesaian masalah ini. Borlaug menyarankan penggunaan varietas dengan hasil yang tinggi dan diikuti dengan teknik pertanian yang modern, seperti pemberantasan hama, irigasi yang baik, pemantauan cuaca, pemupukan yang benar, dan penyuluhan kepada petani.

Saran Borlaug dipakai di Meksiko. Negara lain yang kemudian mengadopsi adalah Pakistan dan India. Peningkatan produksi terjadi di sejumlah negara. Keberhasilan sejumlah uji coba di negara-negara itu kemudian diadposi oleh negara-negara lain sehingga masalah pangan saat itu dapat dikurangi. Atas jasanya itu, Borlaug diberi Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1970.

Keberhasilannya tidak serta-merta, jalan panjang harus dilalui pria bernama lengkap Norman Ernest Borlaug itu. Ia, yang lahir 25 Maret 194 di Cresco, Iowa, itu meniti karier sebagai ahli mikrobiologi di sebuah perusahaan agibisnis pada 1942-1944. Setelah itu, ia bergabung dengan Rockefeller Foundation untuk mengatasi kelaparan di Meksiko.

Menemukan genetik

Tahun 1953, Borlaug menemukan galur gandum dengan ciri genetik yang unik. Detelah melalui berbagai penelitian, ternyata galur itu mempunyai produktivitas empat kali dibandingkan dengan benih biasa.

Setelah sukses melakukan penelitian dan percobaan di Meksiko, teknik produksi yang disarankan oleh Borlaug mulai diadopsi oleh India. Keberhasilan dalam produksi gandum kemudian dicoba untuk produksi padi. Teknik ini ternyata juga berhasil diterapkan dalam pertanian pagi.

Namun, tidak sedikit kritik yang dilontarkan terhadap teknik pertnian yang ditawarkan oleh Borlaug itu. Kalangan pencinta lingkungan mengatakan, teknik yang ditawarkan itu enuh dengan asupan bahan kimia sintetis yang berbahaya bagi alam. Teknik monokultur yang dikembangkannya juga merusak lingkungan. Lebih dari itu, penggunaan teknik pertanian intensif hanya menguntungkan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang menangguk untung dari penjualan satana produksi pertanian.

Menanggapi kritik itu, Borlaug mengatakan, para pengkritik itu sangat elitis dan tidak pernah turun ke lapangan. Mereka dinilai tidak mengetahui masalah yang sebenarnya sehingga tidak sensitif terhadap masalah kelapaan. Pata pengkritik dinilai hanya duduk-duduk dan melakukan lobi kiri-kanan.

Borlaug sudah lama pensiun, namun dia tetap melakukan sejumlah pekerjaan dan menghadiri pertemuan yang terkait dengan masalah pangan. Ia pernah mendirikan perguruan tinggi dengan namanya untuk menghasilkan tenaga andal yang menangani masalah pangan dan pertanian meski kemudian pada tahun 2001 ditutup.

Menghadapi ancaman krisis pangan, sebelum meninggal Borlaug masih tetap menjadi narasumber yang didengar oleh sejumlah kalangan. Ia mengatakan, masih diperlukan Revolusi Hijau Kedua.

Dunia masih membutuhkan revolusi untuk mengatasi masalah yang ada, termasuk upaya untik menangani krisis pangan. Mengutip Thomas Jefferson, Borlaug mengatakan, setiap generasi membutuhkan revolusi.

Masalahnya, di tengah revolusi pertanian dan hasil-hasil tanaman pangan yang menumpuk, masih banyak warga dunia yang kelaparan. Krisis global sekarang ini juga menaikkan jumlah warga yang kelaparan, karena distribusi pangan yang sangat tidak merata.

Sumber  :

Bapak Revolusi Hijau Telah Tiada – Kompas, 10.10.2009

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: