Posted by: hagemman | October 11, 2009

PEMISAHAN PUING SANGAT MENDESAK

puingPuing-puing bangunan pascagempa bumi di Sumatera Barat tergolong sebagai sampah. Namun, melalui penanganan terencana, sampah itu justru berharga, baik secara ekonomis maupun sosial.

“ Jangan dibiarkantak tertangani terlalu lama. Bisa jadi sumber penyakit, “ kata peneliti persampahan dari Pusat Teknologi Lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Sri Wahyono, di Jakarta (8/10).

Secara umum, penanganan puing pascabencana hampir sama dengan penangnan puing pembongkaran perumahan, perkantoran, jembatan, dan trotoar. Bedanya, pada bencana gempa volume puing lebih besar.

Puing-puing, selain tidak estetis, juga menjadi sarang sumber penyakit. Sampah bencana juga bisa berupa bahan berbahaya dan beracun (B3), baik dari puing maupun limbah kimia.

Di tengah kondisi yang masih fokus pada pencarian korban, lanjut Sri, yang bisa dilakukan adalah membawa semua jenis puing ke suatu tempat penampungan. Misalnya, ditampung di tempat pembuangan akhir.

Di sana berbagai jenis puing dipisah-pisahkan sesuai golongannya. Puing tembok bisa dihancurkan dan dimanfaatkan sebagai campuran bahan bangunan, besi kolom bia digunakan lagi, kayu-kayu bisa jadi bahan furnitur, sedangkan puing-puing lain bisa sebagai bahan urukan.

Pengelolaan seperti itu pula yang dilakukan pascagencana tsunami Aceh tahun 2004 lalu. “ Saat itu ada kerja sama Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KNLH) dengan beberapa organisasi internasional, “ kata Asisten Deputi Urusan Pengelolaan Limbah B3, Pertambangan, Energi, dan Migas KNLH Rasio Ridho Sani, yang terlibat pembangunan di Aceh.

Ketika itu puing-puing dipilah untuk dicari yang bisa dimanfaatkan ulang. Atau, sebagai bahan urukan.

Bernilai ekonomi

Menurut Sri Wahyono, penanganan puing di Aceh, yang sebagian ditampung di TPA Gampong Jawa, dibentuk unit khusus. Puing kayu diambil sebagai bahan pembuatan furnitur yang layak jual. Adapun puing bangunan dihancurkan dan dipadatkan sebagai pelapis tanah. Besi-besi pun laku dijual.

“ Dengan pendampingan, penanganan puing bencana dapat mendatangkan pekerjaan, “ kata dia. Secara sosial, pengelolaan puing itu pun bermanfaat.

Cara penanganan yang terukur dan terarah diterapkan di negara-negara maju, seperti Australia dan Amerika Serikat. Puing reruntuhan Gedung World Trade Center di New York City, 11 September 2001, misalnya, dihancurkan dan digunakan lagi sebagai bahan campuran cor beton dan bantalan jalan.

Sumber  :

Pemisahan Puing Sangat Mendesak – Kompas, 09.10.2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: