Posted by: hagemman | September 28, 2009

MISTERI KEKAYAAN FAKSI FATAH

misteri kekayaan fatahMeski mengalami penyusutan pengaruh, faksi Fatah yang didirikan Yasser Arafat dan kolega seperjuangannya pada akhir tahun 1950-an tetap menjadi barometer dinamika politik Palestina. Segala sepak terjang faksi Fatah, mulai dari intrik-intrik para elitenya hingga urusan dapur faksi itu, selalu menjadi sorotan publik Arab ataupun Palestina.

Salah satu isu yang tak pernah ada habis-habisnya disorot adalah isu keuangan faksi Fatah. Suatu ketika Pemimpin Palestina almarhum Yasser Arafat mengatakan, siapa yang ingin sukses di panggung politik Palestina harus memiliki kekuatan untuk memaksakan sesuatu.

“ Kekuatan itu bukan senjata, melainkan uang, “ tegas Arafat.

Faksi Fatah mampu berkuasa di kancag politik Palestina beberapa dekade berkat kekuatan uangnya. Arafat mengucurkan dana ke sejumlah elemen politik, media, dan sosial Palestina. Arafat juga menggunakan uang untuk memoral-porandakan barisan opisisi Palestina.

Arafat tampil bak seorang dermawan besar, memberi dana untuk siapa pun yang membutuhkan, orang sakit, korban luka-luka, fakir miskin, keluarga syuhada, gerilyawan, pelajar, bahkan keperluan biaya untuk menikah.

Hanya Arafat yang tahu berapa kekayaan faksi Fatah yang sesungguhnya yang hingga saat ini masih misteri. Arafat menginvestasikan kekayaan Fatah itu di wilayah Palestina dan banyak negara lain. Dan hanya orang-orang dekat Arafat yang tahu bagaimana Arafat menggunakan uang organisasi Fatah.

Kini setelah lima tahun wafatnya Yasser Arafat, faksi Fatah kehilangan kekuatan dananya. Salah satu akibatnya, Fatah pun lalu kehilangan Jalur Gaza yang kini dikuasai Hamas.

Di Tepi Barat pun, Perdana Menteri Palestina Salam Fayyad dari kubu indenpenden juga lebih mengontrol aliran dana yang didapat dari bantuan luar negeri.

Fatah saat ini hanya mendapatkan anggaran dari kotak dana nasional PLO, seperti halnya faksi-faksi politik Palestina lainnya.

Salah seorang pemimpin Fatah, Amien Makbul, mengungkapkan, kondisi faksi Fatah semakin memburuk. “ Biaya oeprasi faksi Fatah kini hanya 10 persennya dibanding operasi biasa organisasi Hamas. Fatah tidak seperti dulu lagi, yakni kini tidak punya uang, “ ungkap Makbul.

Salah seorang anggota Brigade Martir Al Aqsa (sayap militer faksi Fatah) yang tidak menyebut identitasnya juga mengatakan, pada masa Arafat, aliran dana ke Brigade Martir Al Aqsa sangat lancar.

“ Arafat mengabulkan semua permintaan Brigade Martir Al Aqsa. Bahkan, Arafat membayar harge sepucuk senjata yang dibeli sayap militer faksi Fatah itu. Pascawafat Yasser Arafat, semua aliran dana untuk Brigade martir Al aqsa berhenti total, “ ungkap salah seorang anggota Brigade Martir Al Aqsa itu.

Meskipun faksi Fatah mengklaim dalam keadaan krisis keuangan, faksi utama Palestina itu dikenal banyak memiliki tanah pertania di sejumlah negara Arab, seperti Sudan, Suriah, Lebanon, dan Somalia.

Fatah juha dikenal punya saham besar di bank-bank Arab, rumah sakit, maskapai penerbangan, perusahaan kapal laut, perusahaan media, properti, dan bidang bisnis lainnya.

Fatah dikenal cakap menginvevstasikan asetnya di berbagai bidang, bahkan pernah mendirikan pabrik senjata di Yaman. Namun, sering kali nasib investasinya berakhir tidak jelas.

Berapa sesungguhnya kekayaan faksi Fatah dan bagaimana nasibnya sekarang ?

Makbul mengatakan, hanya Presiden Mahmoud Abbas dan tokoh senior PLO Ahmed Qorei yang mungkin tahu persis  kekayaan Fatah saat ini.

Menurut Makbul, Fatah memang punya aset di Lebanon, namun sudah hancur bersamaan dengan invasi Israel ke Lebanon tahun 1982 dan juga punya aset di Suriah, tetapi juga banyak disita Pemerintah Suriah.

Ia mengungkapkan, Presiden Abbas telah membentuk komite khusus untuk menangani aset Fatah dengan dua tujuan. Pertama, mengetahui aset Fatah yang sesungguhnya. Kedua, mengorek dugaan ada aksi pencurian atau penipuan dengan memanfaatkan wafatnya Yasser Arafat.

Harian terkemuka Israel, Yediot Ahronoth, mengungkapkan, Menteri Keuangan Palestina Salam Fayyad (kini menjabat PM Palestina) pernah meminta bantuan Mossad (dina intelijen luar negeri Israel) untuk menelusuri aset Yaser Arafat dan rekening banknya.

Fayyad saat itu ingin mengetahui nasib uang sekitar 600 juta dollar AS yang tidak diketahui keberadaannya pascawafatnya Yasser Arafat.

Namun, upaya Mossad saat itu gagal menemukan nasib uang 600 juta dollar AS itu. Bahkan, menurut Mossad, masih ada ratusan juta dollar AS lagi yang lenyap bersamaan dengan wafatnya Yasser Arafat.

Harian Israel Maariv juga mengungkapkan, ada dua pejabat intelijen Israel ikut menginvestasikan dana sebanyak 300 juta dollar AS di salah satu bank Swiss dengan atas nama Yasser Arafat.

Namun, cerita dana Fatah yang tercecer disana-sini selalu berakhir dengan misteri.
Sumber :

Misteri Kekayaan Faksi Fatah, Mustafa Abd Rahman – Kompas, 07.08.2009

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: