Posted by: hagemman | September 28, 2009

CARA EFEKTIF ATASI CENGKERAMAN DUNIA MAYA

lbh baik dikerasi bak militer drpd siakt hatinya 01Orang yang ahli internet adalah pahlawan. Tapi, orang yang dikendalikan oleh internet adalah budak. Slogan itu terpampang di area latihan kamp khusus pecandu dunia maya di Beijing, Cina.

Bunyi peluit panjang membangunkan sejumlah anak muda. Dalam kondisi setengah mengantuk, mereka langsung mengenakan seragam militer dan menata ruangan serapi mungkin. Kemudian, mereka berlari secepat kilat melewati lorong-lorong untuk berkumpul di lapangan.

Tapi, jangan salah, para pemuda itu bukanlah serdadu yang sedang berlatih militer. Melainkan, mereka adalah para pemuda yang kecanduan internet yang menjalani terapi selama tiga bulan di Pusat Pengembangan Psikologi Pemuda Beijing.

“ Ayah saya membohongi saya supaya saya bisa sampai disni. Dia bilang kami akan pergi bersenang-senang. Tapi, ternyata dia membawa saya ke tempat ini, “ keluh pemuda yang menjadi salah satu seorang pasien sebagaimana dikutip BBC (27/8).

“ Awalnya, saya merasa amat tidak senang. Tapi, kemudian saya mengerti kenapa kedua orang tua saya menginginkan saya berada di sini. Mereka ingin saya sembuh dari ketagihan menjelajah dunia maya, “ uangkapnya.

lbh baik dikerasi bak militer drpd disakiti hatinya 02Para orang tua dari seluruh Cina memang sengaja mengirimkan anak mereka ke “asrama militer”  di pusat Beijing itu. Mereka mengkhawatirkan kondisi putra-putrinya yang tidak lagi memperhatikan sekolah dan lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer untuk menjelajahi dunia maya.

Sekilas, tempat yang disebut Pusat Pengembangan Psikologi Pemuda Beijing itu memang mirip seperti barak militer. Peraturan ala militer juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap pukul 06.00, semua pasien sudah harus berbaris di lapangan untuk berlatih fisik. Baru setelah itu mereka kembali ke kamar dengan pintu besi yang terkunci dengan gembok. Kamar yang ditinggal pun tidak boleh dalam keadaan berantakan. Jika tidak, hukuman telah menanti.

Kerapian itu bisa ditengok dari kamar asrama tempat tinggal pasien. Mereka ditempatkan dalam sebuah kamar yang bisa diisi hingga empat orang. Bila ditengok, semua tampak tertata rapi dan bersoh. Selimut terlipat rapi di pinggir tempat tidur masing-masing. Handuk bergantung di baskom yang tersusun rapi di sebuah rak bertingkat khusus. Bahkan, empat gelas yang berisi sikat gigi dan pasta gigi tertata dalam pola yang sama di atas meja.

Kamp pelatihan tersebut diikuti peserta berbagai usia. Mulai remaja hingga berusia 20 tahunan. Di tempat terpisah, sebagian besar peserta berusia lebih dari 30 tahun. Sebab, mereka adalah para orang tua yang juga ikut menjalani pelatihan khusus yang melatih dan mempersiapkan dirinya untuk bisa mendidik anak mereka dengan benar.

“ Ketika kami datang dan mulai mendenfarkan Dr Tao Ran (direktur pengelola kamp), kami sadar ada masalah dengan cara kami mendidik, khususnya saya sendiri, “ ujar Chen Lin, seprang ayah yang putranya juga menjadi peserta di kamp khusus tersebut.

Chen, mengaku sering bertindak kasar, termasuk memukul putranya. Menurut dia, semua itu bertujuan mendorong agar putranya mau bekerja keras. Tapi, kini Chen sadar bahwa tindakannya selama ini kurang tepat.

“ Kami (Chen dan isteri) memperlakukan anak kami seperti bawahan. (Kala itu) kami (bersikeras) bahwa anak kami harus melakukan apa yang kami katakan kepadanya. Kenyataannya, yang kami lakukan hanyalah melukai perasaannya dan membuat dia kurang percaya diri, “ tegasnya.

Selama ini, kecanduan internet telah mendapat perhatian dari Pemerintah Cina. Sampai-sampai, ada sebuah klinik yang menggunakan terapi kejut listrik untuk mengobati pasien pecandu. Meski, akhirnya Menteri Kesehatan Cina mengeluarkan perintah untuj menghentikan penggunaan kejut listrik untuk merawat para pasien.

Sumber  :

Lebih Baik Dikerasi bak Militer daripada Disakiti Hatinya – Jawa Pos, 28.08.2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: