Posted by: hagemman | September 25, 2009

KISAH PARA DIKTATOR

IMGKisah Para Diktator, Biografi Politik Para Penguasa Fasis, Komunis, Despots dan Tiran ; karya Jules Archer ini memang termasuk buku lawas – tetapi enak dibaca dan terasa ringan untuk kita mengetahui sekilas kiprah 16 tokoh diktator dari 12 negara ini, termasuk Indonesia. Tentunya, sepanjang kita tak perlu sampai mengerutkan dahi mempertanyakan keabsahan kategorisasi Archer tentang jenis-jenis diktator yang berasal dari kata dictare (Lt.), buku ini dijamin menarik buat dinikmati. Kendati dalam cetakan pertama (April 2004) ini ada beberapa kesalahan serta pencantuman data yang cukup mengganggu. Berikut adalah cuplikan bebas yang menarik dari buku ini untuk kita simak dan renungkan bersama.

Vladimir Ilyich Lenin (10.04.1870 – 21.01.1924)

Sewaktu diminta mendefinisikan Komunisme, Lenin menjawab : “ Republik Soviet ditambah dengan elektrifikasi “.  Lenin memperkerjakan penasehat-penasehat teknis dari negara kapitalis Jerman dan Prancis. “ Satu orang ahli tehnik (entah dari negara manapun) sama nilainya dengan sepuluh orang komunis, “  katanya pahit kepada Leon Trotsky. Dan ketika ia mendatangkan modal asing ke negerinya, Lenin berkilah dengan alasannya sendiri. “ Mengapa kita harus menutup mata dari hal itu ? Secara sederhana, kita harus berjalan di garis dunia kapitalisme “. Bagi Lenin, tujuan selalu menghalalkan cara.

Josef Vissarionovich Stalin (21.12.1879 – 05.03.1953)

Tahun 1905 menghantam Stalin dengan dua pukulan : pertama, gagalnya revolusi sosial Rusia dan yang kedua, kematian seorang gadis petani yang dinikahinya, Katherine Svanide. Di kuburan istri tercintanya itu, ia menangis, “ Saya kenal ia. Tetapi, ia kini telah tiada. Inilah perasaan hangat saya yang terakhir pada seluruh manusia. “  Stalin pun berubah makin dingin, sarkastis, penuh curiga, dendam dan kejam. Stalin dituduh membunuh ribuan korban karena teror-teror yang dilakukannya. Ketika hal itu dinyatakan suatu kali padanya, Stalin hanya mengangkat bahunya, “ Kau tidak bisa menciptakan revolusi dengan bersikap lemah lembut. “

Nikita Sergeyevich Khruschev (17.04.1894 – 11.09.1971)

Saat Khruschev berkunjung ke Amerika Serikat, ada dua hasil produksi AS yang paling mengesankannya yaitu keripik kentang (potato chip) dan serpih jagung (pop corn). “ Makanan ini lezat dan bergizi, “ katanya kepada pembantu terdekatnya. “ Dan lagi harganya murah. Lihatlah baik-baik, kita punya panen kentang dan jagung yang berlebih ! “  Saat pemerintah AS berupaya mencegahnya berkunjung ke Disneyland. Ketika mengetahui upaya ini, Khruschev kontan meledak marah, “ Apa ! Anda punya tempat peluncuran peluru kendali di sana ? “

Benito Amilcare Andrea Mussolini (29.07.1883 – 28.04.1945)

Dalam pertemuan khusus dengan parlemen, Mussolini memperteguh kekuasaannya dengan merangkap jabatan Perdana Menteri, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Luar Negeri. “ Saya dapat memenuhi ruangan ini dengan mayat, “ teriaknya mengancam, “ Saya dapat juga memaku pintu (gedung) parlemen. Kamu semua duduk disini hanyalah karena keinginan baik saya pada persatuan nasional bangsa ini. Tetapi, kemauan baik saya itu tidak boleh dihalangi sedetik pun oleh pidato yang tak berguna ! “

Mustafa Kemal Ataturk (12.03.1881 – 10.11.1938)

Demonstrasi dan kerusuhan mulai melanda seluruh negeri itu. Sekelompok penganut agama yang fanatik mulai bekerja sama dengan tentara bertujuan untuk menghancurkan “republik yang ateis”. Dengan gerak cepat Ataturk menggantung tiga puluh pemuka agama dan mengawasi gerakan pemberontak yang lain dengan ketat. “ Saya dapat membuat Turki menjadi negara demokrasi bila saya hidup limabelas tahun lagi, “ katanya penuh mimpi, “ Tetapi jika saya mati sekarang, itu akan memerlukan waktu tiga generasi. “

Chiang Kai-Shek (31.10.1887 – 05.04.1975)

Tahun 1931, mengambil keuntungan dari perang saudara yang memecah belah bangsa itu, Jepang melakukan invasi dan menjajah Manchuria. Ancaman Jepang itu pada daratan Cina sangat jelas, pembantu-pembantu Chiang memohon kepadanya agar mau rujuk dengan Mao ; untuk bergabung dan berjuang melawan Jepang. “ Tidak ! “  jawabnya marah, “ Jepang hanya luka di kulit, sedangkan Komunis adalah penyakit jantung ! “  Beberapa pejabat yang dilaporkan menucurigai Chiang pro Jepang pun dihukum mati.

Mao Ze-dong (26.12.1893 – 09.09.1976)

Mengambil tempat sembunyi di pegunungan, Mao mulai mengembangkan teknik-teknik perang gerilya. “ Rakyat  mirip dengan air, “ demikian nasihatnya. “ Kita harus berenang di dalamnya seperti ikan. Pertama kali kita harus belajar dari massa dan kemudian mengajari mereka. “  Ia menyandarkan perjuangannya pada petani sebagai pendukung baik tempat persembunyian, pasokan makanan maupun sebagai cadangan tentara. “ Peralatan bukan faktor penting dalam perang, “ katanya, “ Yang penting adalah manusianya. “

Raffael Trujillo (24.10.1891 – 30.05.1961)

Sebagai imbalan atas pajak tinggi yang dipungutnya, Trujillo mengijinkan lebih dari 2.000 warga Haiti tinggal di Dominika, sebagai buruh pabrik-pabrik gula milik investasi Amerika. Tetapi, tahun 1937, setelah harga gula meluncur turun, mereka pun dipecat. Sebagian dari mereka demi mempertahankan hidupnya terpaksa mencuri. Trujillo merenungkan masalah itu. “ Warga Domniika mungkin akan lebih senang, “ renungnya, “ Jika kita membasmi warga Haiti. “

Fulgencio Batista y Zalvidar (16.01.1901 – 06.08.1973)

Batista berhasil mengambil alih kekuasaan di Kuba dan dengan cepat menaikkan pangkatnya sendiri menjadi kolonel. Seluruh komando militer kini dipegangnya. Ia mengirim telegram kepada seorang sersan : “ Secepatnya bergerak. Engkau diangkat menjadi Kapten. Perhatikan ! “  Jawaban telegram dari sersan itu kembali dengan isi : “ Telegram Anda terlambat. Saya telah mengangkat diri saya sendiri menjadi Kolonel. “  Namun, kendati terheran-heran dan terpesona, Batista menerima hal itu dengan baik.

Fidel Alejandro Castro Ruz (13.08.1926 –  … )

Jumlah tentara reguler dikuranginya dengan tajam. Bahkan satu pos militer yang besar diubahnya menjadi sekolah. “ Saya sebenarnya seorang militer tulen, “ sumpahnya, “ Saya tidak punya medali. Saya tidak senang dengan peralatan senjata. Kita semua kini adalah negeri tanpa Jenderal dan Kolonel ! “ ia menolak menaikkan pangkatnya dari pangkat Mayor yang dimilikinya sebagai pemberontak.  Dan Castro bekerja dengan energi yang bagai tak habis-habisnya – sepanjang hari untuk mengubah ekonomi Kuba. Ketika diingatkan bahwa ia kan jatuh sakit jika tidak beristirahat, ia hanya tertawa.  “ Obatku adalah rakyat, “ jawabnya, “ Aku harus bekerja keras ; mengerti dan berbicara dengan rakyat ! “

Francois Duvalier (14.04.1907 – 21.04.1971)

Tahun 1966, selubung keterasingannya terkuak saat ia menerima wartawan Amerika Serikat. Dalam satu kesempatan wawancara, wartawan itu bertanya apa gunanya pistol Colt 45 di meja kerjanya, disamping Alkitab yang selalu terbuka. Papa Doc, demikian julukan diktator Haiti itu, dengan ekspresi dan gaya seperti belum pernah melihat pistol itu sebelumnya, mengangkat dan mengamatinya. “ Ini merupakan kekeliruan, “ katanya sambil memberikan senjata itu ke tangan salah seorang pembantunya. “ Bawa pergi, “ perintahnya.

Antonio de Oliveira Salazar (28.04.1889 – 27.07.1970)

“ Saya seorang tawanan, “ satu kali ia pernah berkata dengan agak bangga, “ Dengan seluruh hidup dan pikiran yang saya persembahkan untuk pemerintah. Saya telah membuang jauh-jauh semua kehidupan pribadi yang seharusnya saya miliki.”  Ia memang hidup spartan, hemat dan sederhana, tidak merokok, tidak minum minuman keras, tidak tergoda dengan uang, tidak menikah dan seorang pendiam. Demi memerangi kesepiannya, ia pun mengangkat anak dua orang gadis. Ketika salah seorang terkena serangan demam panas, Salazar dengan setia menungguinya siang dan malam. “ Ini membuktikan betapa bijaksananya tidak memelihara keluarga sendiri, “ katanya, “ Lain halnya jika saya tidak harus memperdulikan Portugal. “

Adolf Hitler (20.04.1889 – 30.04.1945)

Tahun 1934, Hitler memerintahkan kaum Nazi Austria membunuh Kanselir mereka, Engelbert Dolfuss. Tetapi usaha Nazi untuk merebut kekuasaan terancam, ketika Mussolini yang cemas mengirim tentaranya ke perbatasan Austria. Hitler bergegas pergi ke Venesia menemui tokoh yang menjadi idolanya dulu, tetapi di sana Mussolini mengecam dirinya. “ Sulitnya dengan Jerman adalah bahwa mereka tidak menghargai kebudayaan. “  Hitler pun menyergahnya, “ Kebudayaan ? Jika saya mendengar kata kebudayaan, saya hanya punya satu dorongan – menggambar pistol saya ! “  Mussolini berkomentar pada isterinya, “ Orang ini betul-betul gila ! “

Francisco Franco Bahamonde (04.12.1892 – 20.11.1975)

Pernah terjadi ketika ia sedang menginspeksi pasukannya, seorang tentara legiun tegap yang tidak puas dengan menu makanan yang dihidangkan setiap hari di barak militer itu, melemparkan piring makanan ke muka Franco.  Dengan tenang, jenderal bertubuh kecil itu melap muka dan baju yang tersiram makanan dengan sapu tangan. Dan terus melanjutkan inspeksinya. Setelah selesai inspeksi, ia mengeluarkan tiga perintah. Mutu makanan diperbaiki. Seluruh perlengkapan bagi garnizun itu dibatasi selama 3 bulan. Dan terakhir, serdadu itu ditembak mati.

Soekarno (06.06.1901 – 21.06.1970)

Soekarno berpidato serampangan menyerang program bantuan PBB : “ Apa itu Unicef ?  Hanya susu bubuk. Aku lebih suka makan peuyeum (tape) Bandung. FAO mengirim para ahli yang tidak tahu apa-apa tenang pertanian Indonesia. Aku katakan pada mereka, pergilah ke neraka dengan bantuanmu ! “  Kemarahan pribadinya di arena diplomasi internasional malah memperburuk situasi ekonomi Indonesia dengan makin terisolasinya Indonesia dari dunia internasional.  Ketika para menterinya datang menghadap untuk membahas masalah terbangnya modal asing dari Indonesia, ia menggerutu, “ Masalah-masalah ekonomi membuatku sakit kepala ! “

Gamal Abdul Nasser (15.01.1918 – 08.09.1970)

Seorang diplomat ulung Rusia, Alexander Shelepin dikirim bergegas ke Mesir dengan memanfaatkan kemarahan Nasser pada Amerika Serikat, untuk mengikatnya menjalin pakta kerjasama Moskow – Kairo. Tapi diktator Mesir itu dengan dingin menolak : “ Kami tidak akan menjual kemerdekaan kami dengan tiga puluh, empat puluh atau lima puluh juta poundsterling. “ Tetapi seorang pengamat di Kairo menasihati Shelepin : “ Coba enam puluh … “

Sumber   :

Kisah Para Diktator, Jules Archer – Penerbit Narasi, Yogyakarta – 195 Halaman
Wikipedia.com untuk nama lengkap tokoh, tanggal lahir & tanggal wafat.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: