Posted by: hagemman | September 25, 2009

JANGAN ADA LAGI TANGISAN PILU TAHUN DEPAN

mudikApa arti bilangan bagi kita ?  Apakah hanya sekedar deretan bilangan yang tidak berbicara apa pun ; padahal jelas mengindikasikan lonjakan tak terbayangkan dalam kurun waktu 3 hari dari tanggal 21.09 sampai 24.09, ada tambahan bilangan 153 jiwa yang jadi korban lalu lintas selama aktifitas mudik.

Dari 1.153 kejadian kecelakaan lalu lintas jatuh korban tewas 472 orang, luka berat 551 orang, dan luka ringan 1.167 orang ; seluruhnya meliputi dalam 8 wilayah Polda yaitu Lampung, Banten, Polda Metro, Jabar, Jateng, DIY Yogyakarta, Jatim, serta Bali. Seluruh kejadian dari kecelakaan ini menimbulkan kerugian materil senilai Rp 6.647.700.000 (per tanggal 24.09.2009).

Adalah kenaifan jika kita semata memperbandingkan bilangan-bilangan itu dengan data tahun 2007 maupun 2008 ; dengan mengatakan bahwa bilangan tahun 2009 saat ini adalah lebih kecil. Alias mendingan. Sungguh terdengar bagai sebuah penghiburan diri nan tak berhati, jika kita mau merenung bahwa satu bilangan tunggal sekali pun adalah tetap jiwa saudara dan sesama kita yang amat bernilai bagi negara dan bangsa.

Ataukah kematian di jalan raya kurang fenomenal untuk merenggut perhatian dan keprihatinan kita ketimbang kematian karena bom aksi teror ; yang akibatnya kita semua tidak pernah mampu memahami serta bertekad penuh kemirisan agar bilangan-bilangan diatas tak pernah timbul. Ataukah memang bangsa kita adalah bangsa yang sulit diatur dan berdisiplin saat euphoria mudik berlangsung dan  atau memang manajemen lalu lintas kita sedemikian buruk ?

mudik 02 24.09 kompas 25.09

Tampak kuat  dari setiap kecelakaan yang terjadi entah itu menimbulkan korban, luka berat, dan luka-luka ; merupakan titik kulminasi hasil pelbagai faktor kekurangan, kelalaian dan pembiaran baik disengaja maupun tidak disengaja.

Yang menjadi masalah cuma satu ketika kecelakaan terjadi ; saat itu kita baru sadar sesadarnya bahwa ada sesuatu yang salah yang telah terjadi. Alangkah indahnya, jika pada hari kemenangan tidak ada tangisan pilu ditinggal selamanya oleh anggota keluarga yang kita cintai, tidak ada penderitaan rasa sakit di atas ranjang UGD dan seterusnya.

Akankah harapan kita ini hanya mimpi sepenggal yang tak terselesaikan dari tahun ke tahun ? Sebuah mimpi agar tak ada lagi tangisan pilu tahun depan. Alangkah menyedihkan.

Sumber  :

Kompas,  22.09  &  25.09.2009

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: