Posted by: hagemman | September 18, 2009

PEMERINTAH HARUS FOKUS

pemerintah hrs fokus 01Pemerintah diharapkan lebih fokus dalam menetapkan kebijakan pembangunan industri. Industri berbasis pertanian dan energi seharusnya menjadi perhatian. Selain itu, empat dari 10 kluster industri unggulan harus dijadikan pendorong pertumbuhan ekonomi.

Demikian yang tercantum dalam Visi 2030 dan peta arah (roadmap) pembangunan industri 2010 – 2015 yang telah disusun Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Rekomendasi itu disampaikan kepada para pemimpin media masa di Jakarta, Selasa (15/9), untuk mendapatkan masukan.

Empat kluster yang dijadikan pendorong pertumbuhan itu adalah industri makanan dan minuman, industri tekstil dan produk tekstil serta alas kaki, industri elektronik, serta industri alat angkut dan komponen otomotif.

Menurut pengamat ekonomi Faisal Basri, perekonomian Indonesia sudah berada pada fase deindustrialisasi. Peran industri manufaktur mencapainya pada 2001 dengan kontribusi 27,7 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Namun, sejak saat itu peran industri manufaktur terus menurun, hingga pada 2007 hanya 27,1 persen dari PDB. Namun, pada 2008 kembali meningkat menjadi 27,9 persen.

pemerintah harus fokusSektor industri manufaktur, kata Faisal, biasanya mengalami penurunan setelah mencapai 35 persen dari PDB. Penurunan prematur akan membawa implikasi pada penyerapan tenaga kerja.

“ Industri tidak berkembang karena tidak ada investasi dan tidak ada sokongan likuiditas, “ kata Faisal.

Menurut Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian, Riset, dan Teknologi Rachmat Gobel, pertumbuhan ekonomi 4 – 5 persen dan stabilitas politik saat ini seharusnya bisa menjadi modal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pasar potensial

Menanggapi industri alat angkut yang termasuk dalam empat kluster industri yang seharusnya menjadi pendorong perekonomian, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor Joko Trisanyoto menyatakan, industri alat angkut hanya dapat berkembang bila diperkuat industri komponen.

“ Saya melihat industri komponen dalam negeri masih semu karena bahan bakunya masih impor, “ ujar Joko.

Situasinya berbeda dengan industri makanan dan minuman yang setiap tahun selalu menunjukkan pertumbuhan. “ Industri makanan dan minuman selalu tumbuh karena ada penopangnya sekitar Rp 1.000 triliun. Ini karena diversifikasi pangan terus terjadi, begitu harga bahan pangan naik, “ kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Thomas Darmawan.

Sementara industri tekstil, kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G Ismi, menghadapi serangan barang selundupan. “ Belum tuntas, industri terancam lagi dengan rencana kenaikan tarif dasar listrik, “ ujarnya.

Menurut Redaktur Pelaksana Metro TV Suryopranoto, dibutuhkan pembenahan yang komprehensif di sektor industri.

Adapun Wakil Pemimpin Umum Bisnis Indonesia Ahmad Djauhar menilai, visi industri dari masa ke masa hanya mengikuti selera pejabatnya. Tidak pernah ada rancangan besarnya.

Menanggapi peta industri yang disusun Kadin, Wakil Redaktur Pelaksana Kompas Andi Suruji mengingatkan, semestinya roadmap yang disusun Kadin memiliki komparasi dengan industri di luar negeri agar bisa menjadi pijakan untuk menentukan posisi industri Indonesia di tengah percaturan dunia. “ Kadin juga perlu pnya tim komitmen untuk menggiring implementasi roadmap ini, “ ujarnya.

Pengamat ekonomi Indef Iman Sugema meminta Kadin jujur pada rencana aksi yang akan dilakukan oleh Kadin sendiri. “ Tidak bisa hanya meminta sejumlah keinginan pada pemerintah. Saya memahami, problem dalam menentukan kebijakan adalah sinkronisasi antara industrialis dan pandangan tentang pengembangan industri, “ ujar Iman.

Sumber  :

Pemerintah Harus Fokus – Kompas, 16.09.2009
Grafik : Bestari


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: