Posted by: hagemman | September 10, 2009

REKAM JEJAK HAYAM WURUK

rekam jejak hayam wurukJejak-jejak perjalanan sejarah Hayam Wuruk dari Majapahit menarik perhatian seorang budayawan asal Inggris, Nigel Bullough, untuk mengabadikan sekaligus merekamnya dalam karya fotografi yang sekarang ini dipamerkan dan diapresiasikan kepada khalayak di kota Surabaya.

Tak kurang 43 karya itu kini menghiasi ruang pamer Galeri Seni House of Sampoerna di Jalan Taman Sampoerna 6, Surabaya. Karya tersebut bakal dapat dinikmati dan diapresiasi mulai 10 September hingga 4 Oktober mendatang.

Karya fotografi itu menjadi penanda sejarah tatkala sang Maharaja Hayam Wuruk mengunjungi dan menyinggahi sejumlah lokasi dan tempat dalam perjalanan dinasnya ke wilayah timur sebagaimana termaktub dalam Kakawin Nagarakertagama (Desawarnana) yang ditulis oleh Mpu Prapanca tahun 1359.

Pameran fotografi ini adalah rangkaian dari peringatan 650 tahun rute Majapahit yang digelar oleh Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Surabaya bekerja sama dengan House of Sampoerna.

Ajang pameran ini tidak saja memberikan ruang apresiasi sekaligus edukasi, melainkan pula sebuah pembelajaran dan pengenalan tentang jejak-jejak rekaman sejarah melalui karya fotografi.

“ Jawa Timur memiliki aset sejarah yang menyimpan berbagai peristiwa, tidak hanya wisata raja, tetapi juga peristiwa sosial budaya yang menarik yang dapat digunakan untuk mengembangkan potensi wisata di sepanjang rute perjalanan Hayam Wuruk, “ kata Ketua Panitia Peringatan 650 Tahun Rute Majapahit Hanan Pamungkas yang juga pengajar Jurusan Pendidikan Sejarah FIS Unesa.

Dari serangkaian rekaman jejak-jejak perjalanan Hayam Wuruk, di antaranya tampak dalam foto hiasan relif di Candi Tigowangi, Kecamatan Pelemahan, Kediri, dan Candi Jawi di Candiwates, Kecamatan Prigen, Pasuruan ; relief medalion di Candi Penataran, Kecamatan Nglegok, Blitar ; fragmen relief dari sebuah candi di Ketompan, Kecamatan Pajarakan, Probolinggo ; dan Kolam Segaran, Trowulan, Mojokerto.

“ Dari pameran ini, pihak House of Sampoerna mendorong generasi muda melakukan riset-riset yang lain karena kebudayaan kita kaya, “ kata Manager Museum of Sampoerna Surabaya Rani Anggraini.

Sumber  :

Fotografi, Rekam Jejak Hayam Wuruk – Abdul Lathif
Kompas Jawa Timur, 08.09,2009

Foto : Raditya Helabumi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: