Posted by: hagemman | September 10, 2009

KETEGASAN MENJAGA STABILITAS SISTEM KEUANGAN

myrza adityaswaraAda kejadian kontras di sektor keuangan di Amerika Serikat dan Indonesia dalam dua minggu terakhir. Di AS, sebagai pusat penyebab krisis keuangan global, Presiden Barack Obama yang berasal dari Partai Demokrat pada 25 Agustus 2009 telah menominasikan lagi Ben Bernanke yang berasal dari Partai Republik sebagai Gubernur Bank Sentral untuk periode jabatan kedua.

Presiden Obama mengatakan, Bernanke telah menunjukkan sikap tenang, tetapi tegas sehingga berhasil menghentikan kejatuhan drastis ekonomi AS. Ini adalah sikap positif masyarakat negara maju, yaitu dengan kepala dingin bisa memberikan apresiasi kepada orang-orang yang telah bahu-membahu bersama presiden mengatasi krisis walaupun orang itu berbeda partai politiknya.

Situasi pasar keuangan dunia, termasuk di Indonesia, sejak kuartal II-2009 terus menunjukkan pemulihan dan kembali berjalan normal. Namun, di Indonesia, setelah sektor keuangan berhasil keluar dari situasi gawat darurat, pemberitaan malahan berfokus kepada biaya penyelamatan Bank Century Rp 6,7 triliun, di mana jumlah tersebut jauh melebihi perkiraan awal (Rp 683 miliar).

Mari kita lihat situasi krisis sektor keuangan pada kuartal IV-2008 sampai dengan kuartal I-2009. Situasi pasar keuangan dunia masuk kondisi gawat darurat sejak dibangkrutkannya perusahaan keuangan Lehman Brothers pada 15 September 2008.

Pemerintah AS membiarkan Lehman Brothers bangkrut dengan maksud untuk memberikan pelajaran kepada para bankir dan para spekulan yang tamak. Namun, keputusan menutup Lehman Brothers pada saat kondisi pasar keuangan “sedang rapuh” ternyata malah membuat kepanikan besar di seluruh dunia.

Tentu saja kesalahan keputusan hanya bisa diketahui setelah terjadi. Suku bunga dollar di pasar uang internasional naik hampir empat kali lipat dari 1,5 persen menjadi 5 persen berhubung semua bank kemudian menghentikan transaksi pinjam-meminjam karena ketakutan akan adanya kebangkrutan susulan di berbagai institusi keuangan yang lain.

stabilitas sistem keuanganKurs valuta asing, saham, dan obligasi di sejumlah negara jatuh drastis. Kepanikan di pasar uang internasional telah menyebabkan otoritas AS harus menyelamatkan perusahaan asuransi global AIG pada 16 September 2008 dengan menyuntikkan injeksi modal dan likuiditas 182 miliar dollar AS. Kemudian, 15 September, Bank of America diminta menyelamatkan perusahaan sekuritas Merril Lynch.

Kondisi darurat

Sampai dengan kuartal I-2009, situasi pasar keuangan dunia masih dalam kondisi darurat. Jika sektor keuangan rapuh, jangan harap sektor riil bisa jalan. Karena itu, upaya menstabilkan sistem keuangan adalah hal prioritas.

Pada 24 Nopember 2008, Pemerintah AS terpaksa harus menyetor modal kedua kalinya menjadi total 45 miliar dollar AS dan memberikan penjaminan 306 miliar dollar AS kepada Citigroup.

Bahkan, Januari 2009, Pemerintah AS harus menyetor tambahan modal kedua kalinya menjadi total 45 miliar dollar AS dan memberikan penjaminan 118 miliar dollar AS buat Bank of America, juga salah satu bank terbesar di sana.

Pada 16 Desember 2008, Bank Sentral AS bahkan menurunkan bunga ke 0,25 persen, yang bertahan sampai saat ini. Bayangkan, betapa besar biaya stabiliasi sektor keuangan oleh Bank Sentral AS, yang dalam waktu lima bulan (September 2008 – Februari 2009) mencapai 1,4 triliun dollar AS, setara dengan 10 persen produk domestik bruto (PDB) AS.

Di Indonesia, penanganan menghadapi krisis keuangan global dipuji banyak pihak. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menunjukkan sikap kepemimpinannya ketika memimpin sidang kabinet paripurna 6 Oktober 2008, mengajak semua pihak bahu-membahu mengatasi krisis keuangan global. Setelah sidang kabinet 6 Oktober 2008, presiden proaktif mencari input dari para ekonom, asosiasi pengusaha, dan akademisi bagaimana menangani krisis ekonomi global.

Walaupun upaya penanganan krisis ekonomi di Indonesia telah dilakukan otoritas keuangan sejak bulan September 2008, tetapi dengan adanya perhatian presiden, keputusan menjadi jauh lebih cepat. Pada 13 Oktober 2008, keresahan masyarakat penabung akan dana mereka di perbankan dapat diatasi dengan dinaikkannya penjaminan pemerintah atas tabungan masyarakat di perbankan dari Rp 100 juta – Rp 2 miliar.

Pada 14 Oktober 2008, untuk membantu likuiditas sektor keuangan, Bank Indonesia menurunkan giro wajib minimum dari 9 persen ke 7,5 persen. BI juga akhirnya mulai menurunkan BI Rate tanggal 4 Desember 2008, dari 9,5 persen ke 9,25 persen, dan saat ini 6,5 persen.

Di bidang fiskal, pemerintah menaikkan defisit anggaran dari 1 persen PDB ke 2,6 persen PDB demi stimulus ekonomi. Upaya penyelamatan Bank Century pada 21 Nopember 2008 adalah juga dalam rangka menjaga stabilitas sistem perbankan berhubung situasi keuangan pada saat itu masih dalam kondisi siaga satu.

Yang perlu dipertanyakan sebenarnya adalah mengapa pihak otoritas perbankan pada tahun 2004-2006 tidak bertindak tegas mengganti pemilik dan manajemen atau menutup Bank Century.

Secara umum kualitas pengawasan BI telah cukup baik sehingga apakah ada intervensi terhadap pengawasan Bank Century pada periode itu ? Ke depan, yang harus dijalankan pemerintah adalah bagaimana melanjutkan reformasi sektor keuangan sesuai ajakan presiden untuk melaksanakan reformasi tahap kedua di negara ini.

Di bidang keuangan, reformasi tentunya menyangkut reformasi governance, baik regulator maupun sektor keuangan. Jangan sampai reformasi yang sudah berjalan di beberapa BUMN, di kantor pajak dan bea cukai, berhenti sampai di sini atau bahkan menjadi mundur.

Sumber  :

Ketegasan Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan – Mirza Adityaswara | Ekonom, Analis Perbankan dan Pasar Modal
Kompas, 07.09.2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: