Posted by: hagemman | September 10, 2009

BPK BELUM MEMINTA PPATK

centuryBadan Pemeriksa Keuangan hingga kini belum mengajukan permintaan tertulis secara resmi kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keungan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana yang terkait kasus Bank Century.

“ Belum ada permintaan tertulis dari BPK. Baru ada SMS permintaan dari Pak Anwar Nasution (Ketua BPK), “ demikian bunyi pesan pendek Ketua PPATK Yunus Husein yang diterima, Selasa (8/9) di Jakarta.

Yunus tidak menjelaskan apakah pihaknya saat ini sudah mulai melakukan penelurusan aliran dana yang terkait Bank Century atau belum.

Terkait dugaan adanya kepentingan politik di balik penyelamatan dan penyuntikan modal Bank Century, banyak kalangan meminta agar dalam audit investigasinya, BPK juga menelusuri aliran dana Bank Century dengan bantuan PPATK.

“ Dalam audit investigasi, BPK sebaiknya meminta data aliran dana secara resmi kepada PPATK. Jika tidak, nanti akan muncul kesan BPK menutup-nutupi aliran data tersebut, “ kata anggota Komisi XI DPR, Dradjad H Wibowo.

Ada beberapa tahan dari kasus Bank Century yang memerlukan penelusuran aliran dana, baik untuk mengungkap kejadian sebenarnya maupun sebagai upaya mencari aset yang hilang akibat tindak kriminal pemegang saham.

Pertama, aliran dana yang terkait dengan penyaluran kredit dan surat kredit (L/C) bodong.

Kedua, aliran dana milik deposan besar setelah yang bersangkutan mencairkan dananya di Bank Century pasca penyelamatan. Hal tersebut, ujar Dradjad, mesti diingatkan mengingat ada kecenderungan audit BPK lebih fokus ke BI, terutama tentang kenapa Bank Century menjadi bank gagal.

“ Poses keputusan KSSK, verifikasi aset, rekapitalisasi, dan aliran dana jangan luput karena hilir kasus ini ada di sana, “ kata Dradjad.

Bukan suka tidak suka

Wakil Presiden M Jusuf Kalla yakin, ketua BPK Anwar Nasution akan sungguh-sungguh dan independen melakukan audit invevstigasi kasus Bank Century. Hasil audit, menurut Wapres, tidak akan antiklimaks.

SRI-MULYANI-450-2Sementara itu, Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penilaian atas keputusan pemerintah menyelamatkan Bank Century dengan menyuntikan modal hingga Rp 6,7 triliun sebaiknya diukur dengan kondisi yang berlaku pada saat keputusan itu diambil, yakni 13-20 Nopember 2008.

Situasi yang dimaksud Menku adalah sebagai berikut,

1.    Munculnya kebijakan “blanket guarantee” (penjaminan penuh simpanan di bank) di Australia, Malaysia, dan Singapura sehingga bisa memicu penarikan dana dari bank-bank kecil ke bank besar di dalam negeri.

2.    Keputusan Pemerintah Amerika Serikat yang menolak penyelamatan Lehman Brothers yang bisa memicu penarikan dana dari bank-bank asing yang ada di Indonesia.

Alasan mendasar penyelamatan Bank Century, ujar Sri Mulyani, adalah untuk mencegah kejatuhan 23 bank kecil lain.

“ Jadi, tidak ada intervensi politik dalam keputusan ini. Kami melakukannya dengan niat menyelamatkan ekonomi. Kalau ada yang menganggap dana penyelamatannya terlalu besar, ya silahkan dilihat lagi, tetapi jangan mengukurnya dengan perasaan. Keputusan yang diambil bukan atas dasar suka atau tidak suka, “ ujar Menkeu.

Sumber  :

BPK Belum Meminta PPATK – Kompas, 09.09.2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: