Posted by: hagemman | August 31, 2009

KONTEKS KABINET BARU

konteks kabinet baruMenurut kesan kita, rakyat Indonesia dewasa ini menerima apa yang ditegaskan Presiden SBY dalam orasi akseptasinya sebagai presiden terpilih.

Yang kita maksudkan adalah ajakan Presiden terpilih agar rakyat dan semua pihak bersatu. Ng Bersatu melanjutkan bersama membangun kehidupan bangsa dan negara yang semakin maju, adil, dan sejahtera. Kita bersyukur atas sikap politik rakyat yang makin dewasa itu.

Sambil melanjutkan sisa waktu pemerintahannya, Presiden dan Wakil Presiden terpilih kini menyusun kabinet. Hal ini ditegaskan sendiri oleh Presiden lewat keterangannya “anggota kabinet mendatang berisi orang yang kompeten, bersih, jujur, dan penuh dedikasi dari mana pun asalnya.” Karena keunggulan kemenangannya dalam pemilu presiden dan legislatif, ruang gerak itu dimungkinkan.

Persoalan poltik, ekonomi, dan sosial yang kita hadapi, termasuk berkecamuknya krisis ekonomi dunia, menggarisbawahi perlunya komitmen itu. Kita memang harus memprioritaskan persoalan mendesak yang berhubungan dengan kebutuhan pokok rakyat seperti pangan, sandang, papan, dan lapangan kerja. Namun, kita juga tak dapat mengabaikan hasrat bangsa yang kita rasakan bersama, yakni hasrat untuk kebangkitan dan kemajuan yang kini sedang diselenggarakan bangsa Asia seperti India, Cina, Vietnam. Kita memiliki potensi alam maupun manusia.

Di tangan kemauan, kemampuan, dan komitmen rakyatlah modal bagi langkah bersejarah itu. Untuk itu pula, kita membangun dan menyelenggarakan perikehidupan demokrasi. Namun, juga dalam kerangka kesadaran, hasrat, dan tekad itu, posisi dan peran pemerintah diperlukan. Dalam konteks itulah, kita dewasa ini menempatkan posisi dan peran pemerintah. Konteks itu pula yang merupakan kerangka referensi tatkala Presiden terpilih menyusun kabinet baru. Tampak dan terasa dimensi historisnya.

Kualifikasi calon anggota kabinet yang oleh Presiden terpilih tersebut sebagai “kompeten, bersih, jujur, dan penuh dedikasi” memiliki makna lebih besar dan lebih komprehensif jika sekaligus dikaitkan dengan hadirnya momentum kebersamaan rakyat untuk bangkit dan membuat langkah bersejarah.

Demikian kualifikasi anggota kabinet baru itu sekaligus juga dikaitkan dan ditempatkan dengan hadirnya momentum kembangkitan bangsa dan negara di kawasan Asia dan Asia Tenggara. Tentu, kita pun maklum kemampuan dan komitmen kualitatif itu harus diterjemahkan sebagai kemauan dan kemampuan praktis dan nyata. Kriteria calon menteri yang utama adalah kompetensi, kejujuran, dedikasi, karakter. Bisa kita pahami jika asal menteri merupakan salah satu pertimbangan. Namun, tanpa menomorduakan karakter, kemampuan, dan dedikasinya.

Bisa kita tangkap berbagai indikatornya, pemerintah baru tidak lepas dari hadirnya komitmen dan semangat memberikan yang terbaik dan optimal. Kita sambut kemauan dan komitmen pemerintah baru itu dengan kontribusi kritis yang konstruktif.

Sumber  :

Tajuk Rencana, Konteks Kabinet Baru – Kompas, 24.08.2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: