Posted by: hagemman | August 24, 2009

GEORG ELSER : PELAKU TUNGGAL ?

georgDi antara 42 percobaan pembunuhan yang semuanya gagal terhadap tokoh diktator Nazi Jerman, Adolf Hitler ; tidak ada yang paling fenomenal ketimbang ledakan bom di sebuah kedai bir, di Munich, tanggal 08.11.1939. Sang pelaku tunggal dengan dingin dan telaten merancang penuh kehati-hatian dan kewaspadaan tinggi aksinya dalam kegelapan. Kendati memang Hitler luput dari maut, tapi apa yang dilakukannya tujuhpuluh tahun lampau tetap menarik untuk kita simak.

Tanggal 09.04.1945, kurang dari sebulan berakhirnya Perang Dunia (PD) II, di kamp konsentrasi Dachau sekelompok pengawal SS (Schutzstaffen) melakukan eksekusi. Sesungguhnya eksekusi menjadi pemandangan sehari-hari di sana, tapi seiring dengan kekalahan Nazi Jerman hal ini kian intensif dilakukan seakan berlomba dengan waktu untuk menghapus jejak kezaliman Nazi. Di antara tumpukan jenazah yang akan dibakar, terdapat sosok jenazah Georg Elser dengan status tahanan politik istimewa. Eksekusi Georg Elser pada siang hari itu atas instruksi langsung dari pemimpin SS sendiri Heinrich Himmler. Jelas tokoh kita ini amat istimewa karena sangat sedikit sekali seorang tahanan di Dachau bisa dibiarkan  hidup selama 6 tahun dan seorang Himmler pribadi memberikan perintah eksekusi. Lantas siapakah Georg Elser ?

Georg Elser lahir tanggal 04.01.1903, ia memiliki masa kecil yang penuh penderitaan karena ayahnya pemabuk dan suka memukul. Ia akhirnya diselamatkan dan dirawat oleh pamannya untuk kemudian belajar di sekolah teknik. Elser menjadi seorang pandai kayu dan pembuat jam yang handal. Profesi inilah yang terbukti amat mendukung aksinya di kemudian hari.  Tahun 1937, terjadi peristiwa yang membuat dirinya di-PHK. Ia sangat marah dan kecewa.

Saat itu tingkat pengangguran yang tinggi di Jerman menjadi sasaran empuk propaganda kaum Komunis. Dan Elser akhirnya menjadi pengikut paham ini. Pilihannya ini yang membuat ia mengenal dekat Karl Kuch, sang pemimpin sel komunis Jerman, dan ia pun bekerja pada pabrik piano Kuch ; yang merencanakan peledakan bom pada awal 1939. Tapi upaya ini gagal karena Gestapo berhasil mengendusnya. Kuch dan isterinya tewas kecelakaan saat melarikan diri ke Swiss. Satu anggota sel lain yang dikenal dengan nama Ketterer, menghilang dan membatalkan rencana Kuch. Tapi tidak bagi Elser, ia bertekad membalas dendam dan bertekad untuk mewujudkan rencana pemimpinnya yang gagal. Sasarannya adalah jelas, siapa lagi kalau bukan :  Adolf Hitler.

070221_CL_HitlerEXSetiap tahun pada tanggal 8 Nopember, Hitler akan datang dan berpidato di kedai bir Burgerbraukeller di Munich untuk memperingati aksi yang dikenal Beer Hall Putsch 1923, yang saat itu gagal menggulingkan pemerintahan Republik Weimar. Hal ini dilakukannya untuk menghormati para pendukungnya yang tewas dan terluka dalam peristiwa itu. Hitler senantiasa akan pidato dengan penuh semangat dan bergemuruh selama 90 menit. Jadi ini adalah acara tetap tahunan yang sudah menjadi semacam ritual bagi Hitler.

Elser mempelajari hal ini dengan seksama. Ia mencatat waktu kedatangan sang dikator, lama waktu ia berpidato, dan posisi ia berdiri di podium. Ia pun menganalisis gedung itu secara menyeluruh. Pengamatan dan persiapan ini dilakukan pada Nopember 1938. Yakni setahun sebelum aksinya. Kesimpulan Elser sederhana bahwa cara terbaik untuk menghabisi sang diktator adalah dengan menyelundupkan bom waktu ke dalam gedung, memasangnya di dalam pilar dekat podium, dan meledakkannya ketika Hitler berpidato. Tapi masalahnya cuma satu, ia seorang diri untuk melaksanakan misi ini. Jadi ia harus bertindak sistematis penuh kesabaran, sedikit demi sedikit menyelundupkan bahan peledak, memasangnya dan meledakakkannya.

Maka selama delapan bulan berikutnya, ia secara hati-hati mengumpulkan perkakas dan membuat bom waktu seakurat mungkin, dengan bahan-bahan yang tersedia : bermacam-macam kayu, tiga palu, dua set papan persegi, dua gunting besar dari timah, dua alat tatah, dua gergaji, satu penggaris presisi, beberapa gunting, tripleks, pengepit kayu dan sejumlah parut.

Perangkat bomnya sendiri mencakup 50 kilogram peledak high explosive, enam sistem gerakan jam, kabel dan batere enam volt. Seluruh perangkat ini dimasukannya ke dalam casing peluru artileri 180 mm dari kuningan, yang entah bagaimana semua ini bisa Elser dapatkan.

Tanggal 05.08.1939, Elser tiba di Munich guna memulai misi pribadinya. Setiap malam, beberapa menit sebelum pukul 23.30, ia bersembunyi di kamar kecil Burgerbraukeller menunggu sampai gedung betul-betul kosong dan semua lampu dipadamkan.

Herbert M Mason Jr. dalam bukunya To Kill The Devil, melukiskan secara detail :

Bekerja dengan penerangan minim dari lampu senter yang diselimuti sapu tangan biru, Elser dengan hati-hati melepas papan penghias dinding yang mengelilingi panel empat persegi panjang penutup kolom. Hati-hati pula ia mengebor satu lubang di satu sudut atas panel kayu dan memasukkan ujung gergaji khusus pembuat lemari. Elser memotong dengan hati-hati serta membuang panel tersebut. Ia bekerja selama tiga empat jam, lalu membersihkan bukti-bukti kegiatannya sebelum tidur di kursi. Ia hanya bisa menggergaji sepanjang beberapa milimeter, mengganti papan penghias dinding, memunguti serbuk gergaji. Namun, semua itu tidak merontokan kesabarannya. Ia menghabiskan tiga malam hanya untuk mencopot panel.

Jejak kerja modifikasinya tidak bisa dideteksi. Ia mengikis pengekang dan bagian rongga dalam sekaligus, memakai palu dan pengebor baja manual dari berbagai ukuran diameter yang dibawanya. Setiap hantaman tentunya bergema di seluruh aula yang kosong itu, mirip letusan pistol. Jika ada penghalang yang membutuhkan pukulan yang lebih keras dari biasanya, ia harus menanti suara ribut dari seberang jalan untuk menutupi suara hantaman palunya. Karena ia bekerja sebelum subuh, maka tidak jarang ia harus menunggu lama sebelum menghantamkan palu.

Elser meninggalkan gedung setiap pukul 8 pagi. Kepada bossnya, ia beralasan bahwa ia bekerja pada sebuah bengkel yang buka hanya pada tengah malam.

Untuk timer, Elser akhirnya memutuskan untuk menggunakan dua jam alarm-15-hari. Satu ia rangkaikan dengan perangkat pemicu cadangan, yang bakal bekerja jika pemicu utama gagal. Pada sistem itu ia memasangkan sistem batang dan roda gigi yang jika dinyalakan akan bergerak secara akurat.

Bom rakitan Elser ini memungkinkan operatornya mengaktifkan pewaktu 144 jam atau enam hari sebelum detik ledakan. Elser tak lupa memasang selembar baja tipis di dalam kolom, kalau ada petugas keamanan memeriksa dan mengetuk dengan seksama guna mencari suara berongga, maka tidak akan terdekteksi. Singkatnya Elser sungguh amat seksama memperhatikan semua faktor yang bisa terjadi menggagalkan misinya ini.

Kamis malam, 02.11.1939, Elser mulai memasang bahan peledak dan detektor di dalam kolom. Tanggal 4 Nopember, ia mengetes pewaktu untuk terakhir kalinya. Ternyata alat itu bekerja tanpa cacat. Beberapa saat sebelum pukul 01.00 dini hari Senin, 06.11. ia mulai merangkai dan mengaktifkan peralatan mautnya. Tepat pukul 06.00 pagi pewaktu mulai diaktifkan. Elser merancang bom-nya ini akan meledak tepat 63 jam dan 20 menit kemudian, yang artinya adalah pada hari Kami 08.11. pukul 21.20.

Hari Senin pagi Elser berkemas dan pergi ke stasiun kereta api ke Stuttgart. Tapi dini hari Rabu, ia sekali lagi datang ke lokasi untuk memastikan kerja bom-nya ini. Detik jam terdengar pertanda semua bekerja lancar. Kamis pagi, pukul 06.30 ia pergi ke stasiun untuk naik kereta api ke Swiss. Jika semua berjalan sesuai rencana, 15 jam dan 50 menit kemudian, Hitler bakal tercabik-cabik.

presse4Pukul 20.20 tanggal 08.11.1939, Hitler masuk ke Burgerbraukeller. Ia disambut gegap gempita terikan ‘ Sieg heil ‘ berulang kali. Dalam pidatonya, ia mencaci maki pekerja Inggeris yang payah dan inkompetensi kaum kapitalis Eropa Barat manakala Depresi Besar melanda, sementara Jerman membuat kemajuan ekonomi nan mengagumkan di bawah Sosialisme Nasional alias Nazi. Jarum jam perlahan berjalan kian mendekat pada pukul 21.20.

Lalu terjadi hal di luar kebiasaan. Mendadak pada pukul 21.12, baru 57 menit berpidato ; Hitler mengakhiri pidatonya dan bergegas berjalan meninggalkan aula itu dengan diiringi ajudan dan para pengawal pribadinya. Lalu konvoi kendaraan membawa dirinya ke stasiun kereta api untuk kembali ke Berlin. Delapan menit kemudian, ledakan suara memekakan terdengar.

Enam orang paling dekat dengan podium tewas seketika, dua lainnya tewas beberapa jam kemudian. Ada 65 orang lainnya luka parah. Pilar yang dikerjai Elser meledak dan melontarkan banyak kepingan kayu ke segala arah. Saking kuatnya ledakan, hampir seluruh langit-langit ambrol. Jika saja Hitler meneruskan pidatonya selama 20 menit seperti biasa setiap tahun, dipastikan tubuh Hitler akan tercabik.

Elser sendiri ternyata gagal mencapai Swiss. Ia ditahan oleh penjaga perbatasan Jerman tidak sampai 100 meter dari perbatasan Swiss. Elser melakukan kesalahan karena saat digeladah, dalam sakunya ada sejumlah benda mencurigakan : pegas jam, roda gigi kecil, detonator aluminium kecil, dan kartu pos bergambar Burgerbraukeller. Ia diserahkan ke pihak Gestapo.

Meski interogasi berkepanjangan, Gestapo percaya pada pengakuan Elser bahwa dirinya pelaku tunggal. Dan ia tidak langsung dieksekusi, sampai enam tahun kemudian. Tampaknya pihak SS baik Heinrich Himler dan juga kepala Gestapo Reinhardt Heydrich, tangan kanan Himmler ; diuntungkan dengan aksi Elser dan ada dugaan sebenarnya pihak SS terlibat. Karena sejak aksi Elser, pengamanan atas diri Hitler semakin ketat dan menjadi tanggung jawab SS. Yang artinya, supremasi SS kian kuat ketimbang matra angkatan bersenjata Nazi Jerman lainnya.

Tercatat pula bahwa Adolf Hitler pribadi menginstruksikan selama di dalam kamp Elser harus diperlakukan dengan baik, diijinkan bekerja sebagai tukang kayu dan boleh sesekali meninggalkan kamp. Dengan segala keistimewaan sebagai tahanan khusus ini, jelas Hitler menyangsikan Elser beraksi sendirian. Dengan berjalannya waktu, Hitler mengharapkan agar Elser mau buka mulut untuk mengatakan siapa dalang sesungguhnya. Tapi hal itu tak terjadi sampai kemudian ia dieksekusi tanggal 09.04.1945.

Kini pertanyaannya bagaimana mungkin apa yang dilakukan Elser dapat diketahui dunia ?  Bukankah ia pelaku tunggal ?  Cerita pun masih bergulir dengan pelbagai misteri yang tak terjawab hingga hari ini.

Upaya Elser tentu amat mengejutkan Inggeris yang ingin tahu siapa sebenarnya di balik aksi nekad ini, karena kiprah Hitler melancarkan Blitzkrieg ke Polandia 01.09.1939 jelas merupakan ancaman serius bagi Eropa. Kesimpulannya sosok Adolf Hitler harus dihilangkan. Jadi aksi apa pun terkait hal ini yang timbul dari pihak Jerman sendiri, tentu akan didukung Inggeris baik langsung dan tidak langsung. Jauh sebelumnya, ternyata pihak Nazi dengan cerdik telah mengumpan Inggeris dengan setumpuk informasi palsu prihal adanya upaya kelompok dalam tubuh militer Jerman yang ingin menggulingkan Hitler. Yang memang sudah menjadi hembusan isu sejak tahun 1938. Pihak intelijen Inggeris di Belanda ternyata menanggapi dan setuju untuk bertemu di perbatasan Belanda – Jerman dengan kelompok ini, yang ternyata Gestapo yang sengaja menyamar, pada tanggal 09.11.1939.

Hasilnya ?  Kapten Payne Best dan Mayor Stevens beserta seorang sopirnya berhasil ditangkap dan diculik ke Jerman. Mereka bertiga di bawa ke kamp Sachsenhausen, tempat awal Georg Elser ditahan. Disana mereka diinterogasi dan dipaksa mengaku memiliki hubungan dengan Elser. Upaya ini tidak membawa hasil. Sampai kemudian kepala Kontra Spionase Nazi Jerman, Walter Schellenberg menyatakan secara definitif bahwa aksi Elser tidak ada kaitannya dengan intelijen Inggeris. Kita bisa menduga bahwa di dalam kamp ini pihak Inggeris memperoleh informasi lebih rinci terkait kiprah Elser. Alih-alih bertemu dengan sebuah konspirasi anti Hitler yang dapat diajak bekerja sama, nyatanya Inggeris pun kecele saat menyadari bahwa Elser sebagai pelaku tunggal.

Para pengamat sejarah memastikan bahwa sumber lainnya terkait aksi Elser adalah datang dari kalangan OKW (Oberkomando der Werhrmacht), Komando Tertinggi Angkatan Bersenjata, sebagai ganti dihapusnya Departemen Peperangan oleh Hitler. Karena kalangan Angkatan Darat yang paling resisten dengan paham Nazi, terbukti banyak para petinggi dari kalangan AD yang kemudian terlibat melakukan konspirasi menggulingkan Hitler antara tahun 1940 – 1945. Tentunya kiprah Elser pun menarik perhatian para petinggi militer AD melalui jejaring Abwehr (dinas intelijen militer). Tapi seperti yang kita ketahui bahwa seluruh upaya konspirasi yang dilakukan kalangan militer pun gagal berantakan, sampai kemudian Hitler membunuh dirinya sendiri pada tanggal 30 April 1945.

Dan akhirnya, dunia pun mengetahui kiprah Elser yang nyaris membunuh Hitler.

Sumber  :

Unexplained Mysteries of World War II, Robert Jackson
Menantang Diktator, Konspirasi Rahasia Anti Hitler, Darma Aji


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: