Posted by: hagemman | August 20, 2009

40 TAHUN WOODSTOCK

woodstock artikelAmatlah langka sebuah fenomena sosial diakhiri oleh suatu momen yang akan tetap dikenang, kendati memang secara post factum tentunya. Dan Woodstock Music & Art Fair yang rencananya berlangsung 3 hari dari hari Jum’at, 15 hingga Minggu, 17.08.1969 di Bethel, White Lake, New York – AS, akhirnya tambah sehari baru beneran berakhir karena tambal sulamnya penyelenggaraan dan ulah beberapa pemusik.

Woodstock secara kualitas adalah sebuah konser musik yang termasuk biasa-biasa saja. Budiarto Shambazy lewat tulisannya (Kompas, 18/08) yang juga dikutip dalam blog ini mengulasnya tuntas. Tapi toh tetap Woodstock memiliki keistimewaan tersendiri, sebagai saat akhir kaum hippie alias flower people / generasi bunga berkiprah dalam dekade 60-an.

Dalam ajang ini nyatanya tidak semua pemusik/kelompok musik yang diundang mau datang untuk manggung. Katakan saja The Beatles, John Lennon memberikan alasan sulit untuk mengumpulkan anggota lainnya buat turut berpartisipasi ; tak lama setelah ajang ini The Beatles memang bubar. Led Zeppelin lebih tertarik konser di Asbury Park Convention Hall di New Jersey pada saat yang sama, sebab konon bayarannya lebih menggiurkan. Lain halnya dengan Bob Dylan yang berang dan malas ikutan gara-gara ketenangannya terganggu oleh kaum hippies yang ‘berkeliaran’ sekitar rumahnya.

Sementara Jethro Tull, The Moody Blues, Spirit dan Mind Garage tercatat saat itu sebagai kelompok musik yang menganggap ajang Woodstock bakalan ‘tidak ada apa-apanya’  ; jadi tidak berpartisipasi adalah lebih baik. Hanya Tommy James & The Shondels yang tidak ikut gara-gara misinformasi yang diperolehnya prihal ajang Woodstock dan Joni Mitchel yang sudah punya jadwal manggung di tempat lain.

Tapi ada juga yang tidak datang karena sebab-sebab lain ; kelompok musik yang sudah keburu bubar seperti Jeff Beck Group pada Juli 1969, Ethan Brown yang tertangkap karena narkoba tanggal 12.08.1969, Iron Butterfly yang batal gara-gara minta pelayanan lebih untuk dijemput dengan helikopter dari bandara oleh panitia plus fans-nya yang dikenal suka mengacau. Lighthouse batal ikutan karena lebih percaya hal-hal mistik.

Woodstock dimulai dengan penampilan Richie Haven dengan lantunan pembuka High Flyin’ Bird dan berlama-lama dengan enam lagu berikutnya karena diminta panitia yang masih tunggang langgang menyiapkan panggung. Kemudian guru spiritual Swami Satchidananda tampil. Pada hari pertama itu juga Ravi Shankar ditampilkan.  Selebihnya ajang ini pun berjalan seakan mengalir begitu saja. Untuk kemudian diakhiri tiga hari kemudian oleh Jimi Hendrix yang tampil terlalu ngepas karena kurang latihan, dengan lagu Hey Joe setelah membawakan lima belas lagu sebelumnya pada tanggal 18.08.1969 tengah hari.

Total selama kurun waktu itu, tercatat ada 33 pemusik/kelompok musik yang manggung dengan membawakan 256 lagu.  Tim Hardin dan Melanie tercatat sebagai pemusik yang tampil singkat dengan masing-masing dua lagu dan yang terbanyak membawakan lagu adalah The Who dengan jumlah 24 lagu ; posisi kedua masing-masing 16 lagu adalah CSN&Y dan Jimy Hendrix.

Kini setelah empat puluh tahun berlalu, Woodstock tetap seperti dulu. Sebuah lahan lapang luas nan sunyi. Tidak menyisakan seorang pun dari generasi bunga yang entah telah kemana pergi. Sebuah fenomena sosial telah diakhiri di Woodstock.

Sumber  :  DigitalDreamDoor.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: