Posted by: hagemman | August 18, 2009

BEHIND THE SCENES

ferBrantasku Inginmu Seperti Dulu, adalah judul film independent alias indie yang mampu meraih Juara Dua kategori pelajar dalam ajang MCF II – 2009 di Universitas Ma Chung, Malang, Jatim, kemarin (17/8). Sebuah film yang berdurasi 16 menit dengan masa produksi sekitar 5 hari, karya pelajar SMK Cor Jesu Kelas 1 Tata Boga, yang diluar dugaan akhirnya mampu menjadi pemenang walau menduduki peringkat dua.

Film singkat yang dibidani oleh empat orang dan dua pembimbing ini, pada awalnya jelas sulit buat  optimis menang untuk berkompetisi dengan hasil karya para pekerja film singkat di Malang yang telah memiliki jam terbang lebih lama dan lebih tinggi.

Katakan saja soal peralatan yang cuma mengandalkan handycam tanpa tripod, perangkat keras dan lunak yang sampai detik-detik tenggat waktu tetap bermasalah, serta pelbagai hal kecil dan besar yang menjadi penghambat. Semua itu kendati tidak terpecahkan tetap dapat diatasi dengan semangat mau mengerti, mau membagi dan mau mendukung satu sama lain di antara para crew dan pembimbing yang sungguh bekerja keras lahir dan batin.

Hanya satu hal, ada implikasi amat serius karena mepetnya waktu, alur cerita terpaksa harus berimprovisasi untuk terpaksa tunduk pada perubahan mendasar ditambah teknis hasil editing yang karena keterbatasan alat ; membuat film singkat ini akhirnya terengah-engah untuk menyelesaikan ending-nya. Kalau di bilang tidak asal jadi dan suka-suka.

ryan 01Sebab mau film indie atau bukan, yang hakekatnya adalah karya seni kreatif ; tetap harus konsisten disamping ketekunan yakni praksis dedikasi – mestinya tetap dikedepankan. Sehingga ending pada 3 – 4 menit terakhir yang konon dirancang berkarakteristik open, pada akhirnya amat disayangkan malah tidak mampu memberikan sebuah jawaban final atas pertanyaan para penikmat.

Padahal pada awal-awal tayangan, lika-liku gang perumahan padat tanpa teras di Malang mampu secara apik ditampilkan. Juga dialog nan sarat nuansa lokal mampu pula diangkat ke permukaan. Ada nuansa pekat bergaya egaliter Malangan hadir lewat sungai Brantas yang mengalir pelan. Dan itu mempesona.

Kendati demikian toh tetap sebagai sebuah apresiasi Brantasku Inginmu Seperti Dulu, sebuah karya, yang memang menarik buat disimak, khususnya bagi Teman-teman pecinta lingkungan hidup dan komunitas para pekerja film singkat di Malang.


Responses

  1. Terima kasih banyak atas reviewnya, saya sendiri belum sempat nonton, paling tidak dari review anda saya bisa sedikit merasa senang, selama mereka di beri kesempatan, karya mereka tetap layak di apresiasi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: