Posted by: hagemman | August 10, 2009

SEPARUH ANGGARAN UNTUK PRASARANA

sbySebanyak Rp 37,6 triliun atau 61,7 persen dari total anggaran untuk program pemulihan ekonomi 2010 dialokasikan untuk infrastuktur. Oleh karena itu, daya serap anggaran infrastruktur menjadi perhatian utama agar target pertumbuhan ekonomi 5 persen pada 2010 tercapai.

Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu, anggaran pemulihan ekonomi bukan semata-mata dengan mengucurkan dana ke perekonomian. “ Ada juga yang diberikan dalam bentuk kebijakan. Dengan demikian, penambahan dana pemulihan ekonomi tidak linier dengan kenaikan pertumbuhan ekonomi, “ ujarnya di Jakarta (7/8), seusai rapat Panitia Kerja Asumsi, Penerimaan Negara, dan Pembiayaan Rancangan APBN 2010.

Dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2010, yang diserahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke DPR (3/8), disebutkan, total anggaran untuk program pemulihan ekonomi 2010 adalah Rp 61,3 triliun.

Alokasi anggaran ini difokuskan pada lima prioritas yakni kegiatan yang ditekankan pada pertumbuhan ekonomi Rp 4,1 triliun. Stabilitas ekonomi Rp 18,7 triliun. Infrastruktur Rp 37,5 triliun. Ilmu pengetahuan dan teknologi Rp 486,9 miliar serta Energi Rp 453,8 miliar.

Untuk program infrastruktur anggaran Rp 37,5 triliun, yakni untuk mendukung infrastruktur bagi peningkatan daya saing sektor riil Rp 20,8 triliun. Peningkatan investasi infrastruktur melalui kerja sama pemerintah dan swasta Rp 2,9 triliun serta peningkatan pelayanan infrastruktur Rp 13,8 triliun.

Menurut Ekonom Senior Indef Fadhil Hasan, alokasi anggaran untuk pemulihan ekonomi pada 2010 lebih rendah dibandingkan 2009 sehingga tidak banyak yang bisa diharapkan.
Keberpihakan pemerintah

Bila penyerapan anggaran sangat lambat, seperti lima tahun terakhir ini, persoalan akan semakin sulit. “ Pemerintah harus fokus pada upaya membantu sektor yang terkena dampak krisis, terutama industri pengolahan dan yang mampu menciptakan efek berganda yang besar, seperti infrastruktur di pertanian, dan yang terkait ekspor,” ujarnya.

Pengamat ekonomi A Prasetyantoko mengingatkan agar tidak terjadi tumpang tindih antara anggaran pemulihan ekonomi dengan dana infrastruktur. Anggaran pemulihan ekonomi sebaiknya untuk program peningkatan daya saing ekonomi. “ Fokus di industri yang tradeable, seperti pertanian, pertambangan, dan manufaktur, “ ujarnya.

Sementara itu, Direktur Riset dan Kajian Strategus Institut Pertanian Bogor Arif Satria mengemukakan, keberpihakan pemerintah pada pengembangan sektor kelautan masih minim. Rencana anggaran Departemen Kelautan dan Perikanan 2010 hanya Rp 3,104 triliun, sedangkan 2009 mencapai Rp 3,4 triliun.

Padahal, kelautan dan perikanan menunjang ketahanan pangan. “ Tidak pernah ada intervensi pemerintah saat harga ikan anjlok, “ katanya.

Sumber  : Separuh Anggaran untuk Prasarana – Kompas, 08.08.2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: