Posted by: hagemman | August 10, 2009

INDONESIA HADAPI BERBAGAI HAMBATAN

scott-fritzenIndonesia menghadapi berbagai hambatan dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan. Hal ini membuat gerakan pembangunan di berbagai bidang relatif berlangsung lambat. Hambatan itu antara lain termasuk kebimbangan menjalankan desentralisasi, yang membuat pemerintahan daerah terhambat.

Demikian antara lain kesimpulan dari bincang-bincang antara Dr Scott Fritzen dan 25 wartawan ASEAN dan Timur Tengah di Singapura (6/8). Fritzen adalah Wakil Dekan dan Profesor dari Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore.

Fritzen mengangkat topik soal kebijakan politik dengan tema “ From Government to Governance “. Fritzen mengatakan, kesuksesan pembangunan tidaklah bisa diraih hanya dengan mengandalkan kekuatan pemerintah pusat lewat sentralisasi. Pembangunan bisa berjalan lancar, berkesinambungan jika pemerintah pusat, daerah, dan lembaga-lembaga bekerja efektif seperti sebuah kolaborasi.

Hal itu belum cukup juga karena harus diiringi dengan kemampuan dan partisipasi perusahaan, masyarakat, termasuk media massa. Berbagai pihak harus berinteraksi dengan bagus agar sistem dan perencanaan berjalan dengan bagus. Singapura, kata Fritzen, menjadi sebuah contoh negara yang bisa menjalan itu.
Fritzen menyinggung Indonesia ketika berbicara soal pemerintahan dan birokrasi. Singapura beruntung karena hanya ada satu level pemerintahan dan luas daerah yang diatur amat kecil.

Seiring dengan itu, Fritzen menyinggung Indonesia dengan keberadaan pemerintah pusat ditambah luasnya wilayah yang dipimpin pemerintah daerah. Karena itu, sukses Indonesia dalam pembangunan tidak akan tercapai dengan sentralisasi, tetapi dengan desentralisasi. Dengan kata lain, Indonesia harus bisa membuat pemerintah daerah (pemda) bergerak.

Namun, kata Fritzen, Indonesia menghadapi masalah, yaitu pemeintah pusat masih setengah hati melepas pemda untuk berimprovisasi. Salah satu contoh, masih terjadi perebutan sumber daya keuangan antara pemda dan pusat. Salah satu penyebabnya adalah kekhawatiran pusat akan kemajuan daerah, yang bisa mengarah kepada aksi pemisahan diri.

“ Untuk ini ada preseden, yakni terpisahnya Timor Timur serta potensi gerakan serupa di Papua dan Aceh, “ kata Fritzen.

“ Secara teoritis, adalah tugas pelik bagi Indonesia untuk eksis dan bertahan dalam kesatuan, seiring dengan kenakeragaman yang luar biasa. Namun di sisi lain, tetap merupakan suatu pujian karena Indonesia relatif masih utuh, “ kata Fritzen seraya menambahkan bahwa Indonesia sebenarnya rawan akan perpecahan.

Lalu bagaimana untuk memperlancar pembangunan di Indonesia ? Fritzen mengatakan, secara perlahan, Indonesia harus konsisten dan terus-menerus memelihara desentralisasi. “Tidak mudah, tetapi harus dijalankan dengan tekun dan serius, “ katanya.

Ini bertujuan agar pemda bisa bergerak leluasa menjalankan fungsi sebagai pemerintah di tingkat daerah, yang bisa merangkul berbagai kelompok masyarakat dan lembaga di daerah untuk bekerja dalam sebuah sistem.

Fritzen menegaskan, ada salah satu hambatan lagi untuk mewujudkan itu, yakni jika pemerintah terlibat korupsi. Pertanyaannya, bagaimana mencegah korupsi ? “ Ini juga memakan waktu lama. Namun, satu hal yang pasti adalah korupsi akan hilang jika kepemimpinan politik paling puncak, siap membuat dirinya bersih. Inilah yang terjadi di Singapura, dengan negara yang relatif bersih dari korupsi, “ kata Fritzen. Ia juga kembali menegasksan bahwa kepemimpinan politik harus kukuh terlebih dahulu sebelum semua itu bisa terwujud.

Sumber :

Indonesia Hadapi Berbagai Hambatan, Simon Saragih
Kompas, 08.08.2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: