Posted by: hagemman | August 8, 2009

DISTORSI ANGGARAN PUBLIK

distorsi anggaran publikKembali lagi sebuah ironi terbentang di hadapan kita, yakni anggaran publik dijadikan “pesta” oleh segelintir elite penyelenggara negara. Terkuaknya penyimpangan dana Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat Jawa Timur memberi kita sinyal yang semakin jelas betapa anggaran publik telah mengalami distoru parah.

Kasus Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) ini menyeret mantan Ketua DPRD Jatim Fathorrasjid sebagai tersangka. Fathorrasjid ditengarai merekomendasikan 174 lembaga penerima hibah bernilai total Rp 29 miliar. Sebanyak 102 lembaga dari 174 lembaga penerima hibah itu terkena pemotongan saat dana P2SEM dicairkan (Kompas Jatim, 25/7).

Kenyataan pahit ini melukai rasa keadilan yang semestinya melambari angka-angka di anggaran publik, dalam konteks ini APBD. Ada konspirasi dan praktik yang sungguh tidak terpuji, masif, dan melibatkan banyak pihak.

Maka, menjadi jelas jika dana yang semestinya digunakan untuk program-program yang menyejahterakan rakyat malah ditilap segelintir orang. Inilah bukti nyata adanya distorsi terhadap fungsi normatif anggaran publik.
Kajian The Habibie Center, Desentralisasi Korupsi Melalui Otonomi Daerah (2004), menunjukan terdapat setidaknya 16 modus korupsi di daerah, salah satunya modus pemotongan dana bantuan sosial. Poin ini mirip dengan modus penyelewengan dana P2SEM.

Kasus P2SEM dan banyak kasus korupsi APBD lainnya tentu sangat memprihatinkan. Pasalnya, anggaran publik merupakan kebijakan terpenting dalam mencapai tujuan pembangunan. Politik anggaran yang baik diyakini sebagai alat untuk memengaruhi struktur perekonomian, yang akhirnya akan memakmurkan rakyat (Musgrave, 1993).

Anggaran publik mempunyai setidaknya tiga fungsi sektor ekonomi (Waidl dan kawan-kawan, 2008). Pertama, fungsi alokasi, yang dengan jelas menguraikan porsi-porsi penyediaan barang dan jasa publik untuk kepentingan masyarakat.

Kedua, fungsi distribusi. Anggaran berfungsi sebagai instrumen untuk memeratakan hasil pembangunan untuk mengurangi kesenjangan dengan fokus utama menjamin terpenuhinya hak-hal dasar rakyat.

Ketiga, fungsi stabilisasi. Anggaran menjadi stabilisator perekonomian secara menyeluruh, mulai penciptaan lapangan kerja hingga nilai inflasi.

Rakyat harus memahami bahwa anggaran publik bukan persoalan teknis semata, seperti standar akuntan, input program, hingga outputnya. Anggaran juga berdimensi politik, karena itu selalu berbicara keberpihakan. APBD tidak hanya berkaitan dengan administrasi negara, tetapi juga harus dipandang sebagai isu kebijakan sosial.

Dalam konteks ini, pendekatan “administrative budgeting” dalam membaca APBD harus dijadikan pertimbangan nomor sekian. Hal yang harus diutamakan adalah membaca politik anggaran dari rezim berkuasa, terutama kaitannya dengan bagaimana kesejahteraan warha diraih lewat berbagai mata anggaran yang tercantum di APBD.

Aspek ideologis dari anggaran dapat dibaca dari bagaimana fungsi ekonomi anggaran, yaitu alokasi, distribusi, dan stabilisasi, diberikan.

Pada masa depan, kasus korupsi yang membuat anggaran publik terdistorsi harus diberantas. Lebih jauh lagi, publik harus benar-benar terlibat dalam penyusunan anggaran agar setiap mata anggaran di APBD merepresentasikan kepentingan rakyat, bukan kepentingan elite yang malah membuka ruang untuk korupsi.

Kuncinya memang ada di partisipasi publik, tentu saja partisipasi secara substansial dan bukan hanya prosedural untuk memenuhi regulasi. APBD adalah uang rakyat. Karena itu, setiap upaya mencuri Rp 1 di APBD juga berarti upaya pengkhianatan terhadap rakyat yang tidak termaafkan.
Sumber :

Distorsi Anggaran Publik, Mohammad Eri Irawan | Pemerhati Kebijakan & Anggaran Publik ; Alumnus Departemen Ilmu Ekonomi Universitas Jember
Kompas, 06.08.2009

Ilustrasi : Handining, Kompas Jawa Timur


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: