Posted by: hagemman | July 25, 2009

KURANGNYA PERHATIAN PEMERINTAH

SUDIBYO_psDari ajang Pimnas XXII yang sedang berlangsung di Universitas Brawijaya, Malang ; berhembus kabar yang kurang elok. Pasalnya mahasiswa menilai repons pemerintah kurang terhadap penemuan yang mereka teliti. Akibatnya, hasil penelitian tersebut kerap kali sulit diproduksi massal oleh perusahaan demi kepentingan masyarakat. Namun, pemerintah menilai penemuan-penemuan itu perlu ditingkatkan mutunya agar dilirik oleh pengusaha.

Demikian penuturan beberapa mahasiswa penemu sejumlah karya sekaligus jawaban dari Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo dalam pembukaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) XXII di Malang (22/7), yang diikuti oleh 1.210 peserta dari 126 perguruan tinggi se-Indonesia.

“ Perhatian pemerintah saya katakan masih kurang sebab kami untuk ikut kontes robot yang sama tahun 2009 ini tidak ada dana. Padahal kontes robot tahun 2008, kami menyandang sejumlah penghargaan, “ kata Ricky, anggota tim penemu pesawat tanpa awak NS-02 Strigate Twin Eagle dari Fakultas Teknik Penerbangan Institut Teknologi Bandung.

Padahal pesawat tanpa awak ini adalah temuan mereka yang meraih penghargaan Best Presentation dan Best Fuel Consumption pada ajang Taiwan Robot Aircraft Competition 2008. Ricky memaparkan pesawat ini mampu terbang 15,8 kilometer dengan menggunakan bahan bakar metanol dan minyak jarak sebanyak 1 liter.

Miniatur pesawat tanpa awak ini dikembangkan untuk melayani jasa foto udara. Jika dikembangkan lebih lanjut sebenarnya bisa untuk kepentingan militer seperti mengangkut logistik perang atau untuk kepentingan lain seperti menabur bibit dan pupuk.

Tingkatkan mutu

Pernyataan serupa juga diungkapkan Prabawa Adhikara, penemu robot penanggulangan tumpahan minyak dari Teknik Perkapalan Institut 10 Nopember Surabaya. Robot ini menjadi protipe mesin yang bisa mengambil tumpahan minyak di lautan lepas dengan metode sorbent spray.

“ selama ini yang menjadi kendala penemuan adalah biaya untuk pengembangan teknologi sekaligus perawatannya, “ ujar Prabawa. Ia mengaku bahwa memang satu-dua penemuan-penemuan ITS mulai diproduksi massal.

Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan jika memang penemuan-penemuan tersebut bagus dan bisa diaplikasikan ke masyarakat, dimungkinkan penemuan itu bisa diterapkan oleh dunia usaha. “ Mungkin selama ini mutunya belum sampai tingkat itu (di mana bisa diproduksi massal) sehingga dunia usaha belum tertarik. Jadi upaya kami mendorongnya untuk menuju arah itu dengan pemberian subsidi dalam bentuk block grant, “  demikian jawaban Mendiknas dengan kalimat mengawang dan lagi-lagi berujung pada subsidi.

Sumber : Kompas, 23.07.2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: