Posted by: hagemman | July 12, 2009

KONSOLIDASI ELITE POLITIK

danang widoyokoKonsolidasi elite politik dalam upaya berbagi kekuasaan dan sumber daya secara inkonstitusional amat berbahaya dan akan mematikan agenda reformasi dalam penegakan hukum, hak asasi manusia, ataupun pemberantasan korupsi ke depan. Dikhawatirkan pula kedudukan parlemen yang begitu kuat, yang amat dominan, dan kemudian berkompromi dengan pemodal, serta eksekutif.

Hal di atas sebagaimana yang diungkapkan Koordinator Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch Danang Widoyoko pada acara diskusi yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jakarta (6/7).

Diskusi publik bertema “ Di Balik Gerakan Reformasi 98 dan Komitmen Calon Presiden dalam Penuntasan Agenda Reformasi “ itu dimoderatori Alif Imam dari PBHI Jakarta. Tampil sebagai pembicara Wakil Koordinator untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan Indria Ferninda, aktivis 1998 Syafieq Alielha, dan Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia Ray Rangkuti.

“ Yang berbahaya, jika terjadi konsolidasi elite politik di tingkat nasional, habislah segala upaya dalam agenda reformasi, “ kata Danang.

Diingatkan, pentingnya pengawasan hingga 2014 atau 5 – 10 tahun ke depan soal kemunculan oligarki keluarga penjabat yang memerintah karena hampir dipastikan yang tampil pada masa itu wajah-wajah baru. Dari keluarga Megawati Soekarnoputri akan tampil penerusnya Puan Maharani, lalu dari keluarga Bakrie, begitu pula dari keluarga Susilo Bambang Yudhoyono ataupun Jusuf Kalla.

Sementara itu, Indria Ferninda berpendapat, jika mengamati visi dan misi para calon presiden dalam debat, untuk penegakan hukum dan HAM ke depan makin kritis, terutama dalam upaya menyelesaikan kasus pelanggaran hukum dan HAM masa lalu.

Syafieq berpendapat, perbedaan situasi yang menonjol antara masa awal refirmasi hingga 10 tahun terakhir adalah melemahnya sistem kontrol yang kuat dari masyarakat. “ Dari angkatan 1998 sendiri jugatercerai-berai, berjalan sendiri-sendiri, dan terjadi afiliasi politik yang berbeda-beda, “ katanya.

Apa yang diungkapkan dalam diskusi publik ini jelas amat mungkin terjadi ; oleh sebab itu sistem kontrol dari rakyat dan Parlemen hendaknya perlu lebih diperkuat agar kita jangan terperosok dalam lubang yang sama.

Sumber  : Kompas, 10.07.2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: