Posted by: hagemman | July 10, 2009

KETIDAK-PASTIAN

qws 001Tak ada yang pasti di dunia kecuali ketidak-pastian. Betapa pun sakti mandragunanya kita, tetap faktor ketidak-pastian memainkan peran yang amat sangat dominan. Yang bahkan bisa menjungkir-balikan prediksi ilmiah sekali pun. Itulah mengapa pada akhirnya kita mengenal skenario dua atau tiga dan seterusnya. Dengan tujuan sebagai langkah antisipatif terhadap faktor ketidak-pastian. Kendati kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat semua faktor-faktor terkait bisa direkayasa untuk diprediksikan dengan error margin nol koma nol sekian persen.

Maknanya jelas bahwa kita paham dan sadar kita tidak bisa menghindarkan ketidak-pastian, kalau toh pelbagai macam faktor lainnya telah direncanakan, diperhitungkan dan telah dilakukan dengan seksama. Kini yang menjadi masalah adalah apakah kita siap atau tidak siap, seandainya ketidak-pastian itu hadir ; baik secara tiba-tiba maupun bertahap. Yang akhirnya potensial dapat membuyarkan pencapaian tujuan kita.

Umumnya banyak di antara kita sesungguhnya siap menerima pengaruh fatal ketidak-pastian, tetapi yang menarik sesungguhnya ego, ambisi dan gengsi kita yang membuat diri kita nyatanya tidak siap menerima kenyataan bahwasanya ketidak-pastian telah merusak tujuan kita. Sehingga yang timbul bukan semangat untuk menganalisa serta mempelajari mengapa ada faktor ketidak-pastian hadir, melainkan ada semangat yang bersifat negatif untuk mencari, menghakimi dan membalas setiap hal yang membuat ketidak-pastian timbul dan menggagalkan tujuan kita. Yang artinya adalah bisa jadi timbul karena kelalaian, kealpaan dan kecerobohan diri kita sendiri.

Maka pada suatu sore, tanggal 08.07.2009 lalu ; ada banyak pihak di negara ini yang merasa tujuannya roboh bak rumah kartu. Hal pertama, dipastikan timbul ketidak-percayaan yang kental terhadap kenyataan yang terjadi. Hal kedua, dipastikan pula ada rasa masygul dan kemudian murka. Hal ketiga, yang terburuk adalah sikap penolakan yang kuat. Kendati hasil quick count siapa pun tahu masih bersifat amat sementara, tidak resmi dan ora final. Tapi satu hal, kita perlu bersikap positif dan bersyukur bahwa Sang Khalik mengijinkan keberadaan serta kiprah lembaga quick count untuk membuat banyak orang bersiap diri untuk kalah.

Keikhlasan menerima dan mengakui adalah lebih mulia dari hal apa pun. Keikhlasan membuat kita kembali pada jati diri manusia kita secara baik dan benar. Ikhlas untuk kalah memang lebih sulit ketimbang ikhlas untuk menang. Tetapi yakinilah ikhlas untuk kalah akan membuat diri kita lebih cerdas dalam keadaban yang kita jalani sehari-hari.

Oleh sebab itu ada baiknya jika kita termasuk dari sedikit orang yang menyadari, memahami dan siap senantiasa untuk menerima faktor ketidak-pastian. Yang notabene, adalah campur tangan Sang Khalik. Untuk kita terima dan rengkuh di dalam keikhlasan penuh.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: