Posted by: hagemman | July 6, 2009

OPERASI BARBAROSSA

001Serbuan Jerman dalam Perang Dunia (PD) II ke Rusia yang dikenal dengan sandi Operasi Barbarossa dinilai sebagai kesalahan besar Jerman. Para pengamat sejarah sepakat mengatakan bahwa Adolf Hitler tidak belajar dari sejarah ketika Kaisar Prancis Napoleon Bonaparte bersama l’Grande Armee menyerbu Rusia pada tanggal 23.06.1812. Napoleon babak-belur dan kalah karena sengatan musim dingin Rusia. Gawatnya Adolf Hitler melakukan hal yang sama dan bahkan lebih awal satu hari, tepat tanggal 22.06.1941 pukul 03.30 pagi, penyerbuan itu dilakukan.

Rencana penyerbuan ini disampaikan Hitler dengan antusias di depan jajaran Komando Tertinggi Angkatan Bersenjata pada rapat khusus di bulan Januari tahun 1941. Kolonel Jenderal Heinz Guderian, arsitek Blitzkrieg (Perang Kilat), amat terkejut mendengarnya sebab baginya itu suatu hal yang tidak mungkin dan juga Marsekal Gerd von Rundstedt yang terkenal ketus, mengistilahkan rencana ini sebagai “omong kosong besar”.

Hitler tampaknya amat berambisi untuk menunjukan pada dunia bahwa jika Napoleon pernah gagal menyerbu Rusia 129 tahun lalu, dirinya sama sekali tidaklah demikian. Disamping ada kecenderungan Hitler yang amat memandang rendah Rusia. Kendati ia sempat membuat perjanjian aliansi untuk tidak saling menyerang dengan Stalin pada tanggal 29.09.1939, saat ia harus memusatkan seluruh kekuatannya pada Front Barat. Kini tibalah saatnya giliran Rusia, ketika Eropa Barat berhasil ditundukannya.

003Dalam Operasi Barbarossa ini, Jerman mengerahkan 3.3 juta tentaranya, sementara Rusia sebagai pihak yang bertahan diperkirakan memiliki 4,7 juta tentara. Kekuatan militer Jerman dalam rencana ini terbagi dalam Grup Tentara Utara di bawah pimpinan Marsekal Wilhelm von Leeb yang mengincar Leningrad, Grup Tentara Tengah dipimpin oleh Marsekal Fedor von Bock yang mengincar Moskow, dan Grup Tentara Selatan dipimpin oleh Marsekal Gerd von Rundstedt yang mengincar Rostov. Hitler berharap cukup dalam waktu 2 bulan, Rusia harus ditundukan.

Hasil awal penyerbuan amat sangat membuai Hitler. Hitler berbeda bak bumi dan langit dengan Napoleon yang turun langsung bersama prajuritnya. Ia merasa cukup hanya berada di belakang meja komando. Jauh dari medan pertempuran yang sesungguhnya. Ia amat optimis seluruh rencana akan berjalan dengan baik, ketika kota demi kota Rusia dilibasnya seperti Minsk dan Smolensk. Tetapi tanggal 10.07.1941 dijumpai kelemahan strategi Hitler yang amat ironis bahwa ternyata Jerman tidak memiliki rencana ajeg pendudukan kota demi kota di Rusia secara spesifik. Misal ketika Smolenks berhasil diduduki, para jenderalnya ingin terus menyerbu ke Moskow tanpa jeda sedikit pun. Tapi Hitler justeru menginginkan Kiev, Ukraina, yang diserbu lebih dahulu. Perdebatan timbul dan menjadi berkepanjangan. Para jenderalnya mempergunakan strategi militer, yakni biar bagaimana pun ibukota suatu negara jatuh tentu akan menimbulkan runtuhnya moril tempur lawan. Tapi Hitler melihat Ukraina yang subur dan kaya agar dapat menambah kekuatan mesin perangnya. Bahkan ia mengeluh bahwa para jenderalnya tidak mengerti makna ekonomis dari sebuah operasi militer.

Disamping Hitler senantiasa ikut campur untuk setiap keputusan apa pun di medan tempur ketimbang menyerahkan secara fleksibel kepada para jenderalnya sesuai situasi dan kondisi yang senantiasa berubah dengan cepat. Bayangkan saja baru tanggal 25.08.1941, itu artinya Jerman kehilangan 46 hari lamanya ; toh tetap keinginan Hitler yang menang karena akhirnya Kiev diserbu lebih dulu dan penyerbuan ke Moskow sementara ditunda sampai bulan berikutnya. Hal ini tercatat jadi preseden untuk manuver-manuver serangan berikutnya.  Entah kenapa Hitler sekali ini alpa sebab artinya itu sama dengan menantang keganasan musim dingin Rusia yang mengerikan. Karena Kiev dan wilayah Ukraina tidak mungkin dapat dengan cepat ditundukan sebelum musim dingin tiba. Disamping kekuatan Jerman kini kian tersebar pada medan tempur yang sangat luas, ditambah pasokan logistik dan bahan bakar yang kian berkurang, moril dan stamina tentara Jerman terkuras habis-habisan sejalan dengan berjalannya waktu. Sementara itu di lain pihak Stalin berhasil memanfaatkan momentum stagnan yang diciptakan Jerman dengan mendatangkan 160 divisi pasukan cadangan yang masih segar dari Siberia guna mempertahankan Moskow dan kawasan sekitarnya.

002Hal ini terbukti ketika peperangan berjalan kian melambat seiring salju pertama turun di Rusia. Suhu anjlok paling sedikit hingga minus 30 derajat Celcius. Rasa dingin yang belum pernah sekali pun dialami tentara Jerman di negerinya sendiri.  Kekuatan tempur Jerman serta merta ikutan anjlok, misal mesin tank dan pesawat Stuka dan Me-190 harus dihangatkan api unggun agar tetap dapat berfungsi. Tapi peralatan mekanis artileri seperti meriam lapangan tidak tertolong, alias tidak bisa digerakan sama sekali karena minyak pelumas untuk geliginya tidak sesuai dengan keadaan medan yang kini telah berubah drastis. Yang gawat tentaranya tidak dilengkapi dengan kelengkapan musim dingin seperti pakaian, mantel, masker, sarung tangan, kaus kaki dan sepatu khusus. Hasil akhir penyerbuan Jerman sudah dapat diduga. Kendati Jerman masih mampu bertempur tapi secara total defensif hingga awal 1943 dan untuk kemudian mundur termehek-mehek secara bertahap dari Rusia kurang lebih setahun berikutnya. Titik kulminasinya ketika Marsekal Friedrich Paulus bersama 22 jenderal dan 91.000 tentara Jerman akhirnya menyerah pada Rusia di Stalingrad tanggal 22.01.1943. Saking terpukulnya, Hitler baru mengijinkan hal ini diumumkan resmi pada rakyat Jerman tanggal 3 Pebruari sebagai “hari berkabung nasional” selama tiga hari.

Tentara Jerman tidak pernah memasuki kota Moskow. Jadi  Napoleon dengan pasukannya lebih cerdas karena masih sempat memijakan kaki di jalan-jalan kota Moskow yang telah dibumi-hanguskan pasukan Rusia, kendati ia juga harus mundur dari Rusia. Singkatnya baik Hitler maupun Napoleon babak belur dan gagal. Para pengamat sejarah menyatakan bahwa seandainya Moskow langsung diserbu pada bulan Juli 1941 ketika Smolensk berhasil dilibas, besar kemungkinan Hitler akan sukses menundukan Rusia dan Revolusi Bolshevik akan runtuh sebab saat itu 160 divisi cadangan Siberia masih belum tiba di Moskow. Atau setidaknya Rusia bagian Barat dapat dikuasai Jerman, karena tidaklah mungkin seluruh Rusia dapat ditundukan kecuali Hitler berkolaborasi dengan Jepang untuk ikut menyerbu Rusia bagian Timur. Tapi sayangnya Jepang sendiri punya skenario lain yakni menyerbu Pearl Harbour, AS, pada tanggal 08.12.1941.

Hal lain lagi yang terbukti jadi masalah adalah Hitler terlalu meremehkan Rusia, ia menduga Rusia hanya memiliki 200 divisi tapi pada kenyataannya kekuatan Rusia adalah 360 divisi ; setelah divisi cadangan ditarik dari Siberia, sebab Stalin yakin AS tidak akan menyerbu bagian Timur Rusia karena AS harus berhadapan dengan Jepang. Sementara Jerman pada Operasi Barbarossa ini memiliki 171 divisi ditambah 61 divisi satelitnya yang berasal dari Rumania, Hongaria, Italia, Finlandia, Spanyol dan Slovakia yang kualitasnya lebih rendah dibandingkan semangat tempur tentara Jerman sendiri. Sementara 40 divisi Jerman lainnya ‘terpaku’ dan tidak bisa ditarik dari Front Barat untuk mendukung, soalnya Hitler harus menjaga serbuan Inggeris yang diprediksi akan segera terjadi.

Operasi Barbarossa sungguh amat menguras kekuatan Jerman, setidaknya kita dapat melihat dari segi bahan bakar ; ketika awal Operasi Barbarossa dilakukan Jerman memiliki persediaan sebanyak 8.929.000 ton – tetapi pada akhir tahun 1941, persediaannya melorot tajam hingga 797.000 ton. Kendati Jerman masih memperoleh dukungan bahan bakar dari kawasan Ploesti, Rumania, dengan kapasitas produksi sebanyak 5.500.000 ton saat itu. Jerman hanya memperoleh 50 persen-nya saja sebab Rumania pun butuh untuk memasok konsumsi dalam negerinya.

Hitler pun gagal mewujudkan ambisinya untuk menguasai Rusia.

Sumber  :

Perang Eropa Jilid I, P.K. Ojong
The Atlas of The Second World War, Paul Keegan
Encyclopedia of Knowledge


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: