Posted by: hagemman | July 1, 2009

KITA JELANG 8 JULI ( I )

CND0074Ada saat untuk memilih, untuk menentukan satu diantara beberapa pilihan. Sejatinya kita sebagai rakyat tidak cukup banyak memiliki referensi. Jadi pilihan kita dasarnya sederhana saja koq : siapa yang kita anggap bisa mewujudkan kesejahteraan serta kemakmuran buat bangsa ini. Soalnya rakyat kebanyakan tidak paham dengan istilah-istilah pinter yang membuat dahi berkerut ; yang kita paham dan impikan cuma soal harga-harga terjangkau, sekolah dan pelayanan kesehatan gratis, adanya kesempatan kerja, tegaknya hukum agar ‘ndak ada yang korupsi dan hidup aman bin tenteram. Itu saja.

Jadi kalau ada yang mengatakan ini adalah pesta demokrasi. Sebenarnya rakyat tidaklah paham. Pesta adalah kemewahan, menghamburkan dana untuk keriaan sesaat. Terlebih lagi makna kata demokrasi buat rakyat. Semuanya terdengar asing. Yang rakyat tahu adalah hanya satu yaitu ada tangan-tangan tak terlihat (baca : kesadaran) yang menggiring kita semua untuk mendatangi bilik suara. Setelah itu pada petang harinya, layar kaca akan menayangkan perolehan suara. Sampai disini rakyat baru paham bahwa satu suara yang diberikan amatlah berarti buat mengubah sejarah negara dan bangsa ini.

Tak ubahnya ketika kesebalasan sepak bola favorit menyarangkan gol satu-satunya ke gawang lawan. Maka ada sukacita, ada kebersamaan. Dan itu adalah pesta. Jadi pesta buat rakyat adalah bersifat post-factum. Dengan kata lain ada perwujudan, ada bukti. Jadi bukan retorika soal kapitalisme-liberal atau pun kesejahteraan rakyat. Plus debat yang lebih mirip cerdas-cermat. Karena toh tetap ; siapa kelak yang akan bertanggung-jawab jika sang ksatria piningit yang terpilih jadi cepat busuk gara-gara sihir sistem kekuasaan.

Tapi satu hal yang luar biasa, rakyat memiliki keengganan kuat untuk tidak membuat gaduh karena hidup keseharian saja sudah sulit. Kepala pusing saat anak harus masuk SMP tapi tetap kudu bayar pungutan uang entah untuk apa, padahal katanya sekolah gratis. Mata kunang-kunang sebab ibu mertua harus masuk rumah sakit, tapi setelah empat jam masih antre di selasaran karena surat keterangan tidak mampu dari pak kades dan pak lurah serta entah kartu apa ini toh tetap saja tidaklah sakti mandraguna. Telinga berdenging ketika majikan mendadak mem-PHK sebab katanya krisis global. Jadi di atas semua itu untuk apa manfaatnya membuat gaduh ? Bukankah hidup di republik ini sudah kadung amat teramat gaduh.

Maka oleh sebab itu percayalah sebagian besar rakyat tidaklah akan golput. Kalau toh masih ada yang golput, itu disebabkan DPT-nya aja yang amburadul. Jadi jangan mudah menuding dan mengkambing-hitamkan rakyat. Rakyat pasti akan dengan senang hati datang ke bilik-bilik pemilihan dan ikhlas memilih berdasarkan hati nuraninya. Mau pesta demokrasi kek, mau diistilahkan apa pun ; yang ada dalam hati rakyat tetap sebuah pertanyaan : akankah hidup kelak lebih mudah ?  Kalau toh tidak ada yang bisa memberikan jawab. Janganlah kuatir, rakyat pun akan berdoa bagi siapa pun yang terpilih agar tetap eling bahwa satu suara yang menentukan sudah diberikan. Dan itu artinya, yang terpilih hukumnya wajib untuk membuktikan janji-janjinya tanpa alasan apa pun.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: