Posted by: hagemman | June 30, 2009

NASIB BAMBU KITA

nasib bambu kitaElizabeth Widjaja, pakar bambu dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Penelitian Indonesia, dalam seminar “Bamboo for Modern Life” di Saung Angklung Udjo, Bandung (27/6) menyatakan bahwa sebanyak 30 – 40 persen dari 88 jenis bambu endemik Indonesia terancam keberadaannya.

“Saat ini di Indonesia tumbuh sekitar 160 jenis bambu. Sebanyak 88 jenis di antaranya endemis dan 30 – 40 persennya terancam punah. Bila dibiarkan, kepunahan itu kemungkinan besar akan terjadi 10 – 15 tahun ke depan,” paparnya.

Hal ini menurut Elizabeth disebabkan oleh alih guna lahan di habitatnya. Dimana habitat bambu banyak dialih fungsikan menjadi lahan pertanian dan perkebunan. Misal nasib bambu buluh regen di Sumatera Utara dan bambu kuring di Jambi. Kedua jenis bambu ini kerap digunakan masyarakat sebagai bahan bangunan. Selain itu, ada Dendrochalamus buar yang banyak terdapat di Siberut, Sumatera Barat ; Fimbribambusa di Makassar, Sylawesi Selatan ; dan Dendrochalamus hait di Lampung. Bambu ini sering digunakan sebagai bahan bangunan dan kerajinan tradisional.

Selain pengalihan fungsi lahan yang membuat bambu kian berkurang dengan cepat, adalah maraknya penyelundupan ke luar negeri. Misal penyelundupan bambu di Yogyakarta ke AS. Di sana bambu dikembangbiakan dan dijual USD 1.000 per batang, kata Elizabeth.

Sungguh amat memprihatinkan karena pada kenyataannya masyarakat kita masih belum tahu banyak kelebihan bambu endemik kecuali hanya digunakan sebagai bahan bangunan yang dipandang tidak memiliki nilai ekonomis tinggi. Padahal bila diolah dengan alat tertentu, bambu bisa dijadikan bahan pakaian, papan bambu, atau bambu lapis yang memiliki nilai tambah tinggi secara ekonomis. Ia amat mengharapkan agar pemerintah mau memperhatikan hal ini, soalnya bila dibiarkan, keanekaragaman hayati bambu di Indonesia akan berkurang. Dan tentunya akan menjadi pukulan besar bagi upaya perlindungan alam negara kita.

Hal serupa juga disampaikan oleh Morisco, Kepala Laboratorium Teknik Struktur Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Gajah Masa, Yogayakarta, menurutnya kegunaan bambu Indonesia belum dimanfaatkan secara maksimal. Arsitektur dan konstruksi bambu masih dianggap kuno meski kekuatannya tidak kalah dari baja. Bagi Morisco, jika direkayasa dengan benar, bambu bisa menjadi andalan bahan bangunan pengganti kayu yang semakin sulit didapatkan.

Sumber : Kompas, 29.06.2009


Responses

  1. Betul sekali, lahan bambu semestinya dikembangkan sehingga pengrajin2 bambu seperti kami bisa lebih mudah mendapatkan bahan baku. Umur bambu tidak seperti pepohonan lain, hanya 3 tahun saja bambu sudah siap ditebang dan penanamannya pun mudah asal ada kemauan. Pemanfaatan bambu sebagai bahan produksi bangunan juga mempunyai manfaat pengurangan pemanasan global, karena jika pohon2 (misal_jati, mahoni, dll) yang membutuhkan umur panjang untuk berkembang terus ditebangi tentunya akan berdampak pada alam.

    So, mari kita manfaatkan bambu yang mempunyai banyak keunggulan.

    Silahkan berkunjung ke website http://griyabambu.com untuk melihat karya2 luar biasa dengan bahan baku bambu.

  2. melihat rumpun bambu selalu mengingatkan masa kecil ketika berburu sidat diantara barongan bambu dan kenangan-kenangan lain ketika berjalan diantara rumpun bambu yang selalu berderit ditiup angin. itu dulu. sekarang di papua saya dan teman2 mengurus sebuah lembaga pendidikan dan di tempat itu saya mendapati serumpun bambu kuning. kalo ada yang bisa berbagi pengalaman untuk memperbanyak/pembibitan saya tunggu karena saya mencoba beberapa kali gagal


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: