Posted by: hagemman | June 27, 2009

MENGENAL PRODUK KREATIF

produk kreatifIndonesia memiliki banyak potensi produk kreatif, jadi bukan hanya seputaran produk fesyen atau kerajinan. Hal inilah yang menjadi obsesi Fauzi Aziz, Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Departemen Perindustrian untuk produk-produk kreatif lainnya, “Harus digali, barangkali kita sudah memiliki kekuatan baru di bidang ekonomi untuk Indonesia di masa depan,”  paparnya.

Itulah mengapa ekonomi kreatif dan industri kreatif seakan kini menjadi primadona. Dalam pelbagai kesempatan banyak orang berbicara tentang hal tersebut. Soalnya hal ini diyakini akan menjadi peluang dan inspirasi perkembangan ekonomi Indonesia di masa depan.

Di sisi lain Pemerintah mencanangkan tahun 2009 ini sebagai Tahun Indonesia Kreatif. Oleh sebab menurut Mari Elka Pangestu, industri tersebut menyumbang 6,3 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto), menyerap 5,4 persen tenaga kerja dan berkontribusi 9 persen dari total nilai ekspor nasional. Adapun 14 subsektor yang menjadi tumpuan ekonomi kreatif adalah : (1) Periklanan, (2) Penerbitan dan Percetakan, (3) TV dan Radio, (4) Film, Video dan Fotografi, (5) Musik, (6) Seni Pertunjukan, (7) Arsitektur, (8) Desain, (9) Fesyen, (10) Kerajinan, (11) Pasar Barang Antik dan Seni, (12) Permainan Interaktif, (13) Layanan Komputer/Konsultan TI dan Peranti Lunak serta  (14) Penelitian dan Pengembangan.

Menurut Fauzi Aziz, ke-14 subsektor diatas merupakan prioritas dan dan sudah cukup mewakili keseluruhan industri kreatif yang diharapkan menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia selain yang selama ini sudah dikenal seperti pertanian, minyak dan gas, atau manufaktur. Ia menekankan bahwa dalam waktu dekat Pemerintah akan menetapkan blue print dan road map pengembangan 14 subsektor ekonomi kreatif di Indonesia hingga tahun 2025, sebagai platform untuk menjadi program kementerian dan lembaga sesuai bidangnya masing-masing.

Guna mendorong ekonomi kreatif, Fauzi Aziz memaparkan, diperlukan pengembangan di sektor pendidikan, produksi, dan pemasaran. Hal ini perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kreatif. Disamping apresiasi berupa perlindungan terhadap hak atas kekayaan intelektual (HAKI) karena ekonomi kreatif akan melahirkan ciptaan, paten dan merek. Tanpa HAKI kita tidak akan bisa menikmati nilai tambah secara maksimal dari ekonomi kreatif.

Juga akses pelaku ekonomi kreatif untuk memperoleh pembiayaan berupa dukungan pengucuran kredit dari perbankan, baik menggunakan skema-skema yang telah ada serta skema baru yang lebih menarik untuk menumbukan industri kreatif.

Apresiasi dan akses yang dipermudah inilah yang dapat merangsang insan-insan kreatif untuk mengoptimalkan perwujudan potensinya. Dengan tujuan itulah mengapa pada tanggal 25.06. hingga 28.06.2009 diselenggarakan Pekan Produk Kreatif Indonesia 2009 di Jakarta.

Kita perlu mendukung dan mengupayakan hal di atas sepenuhnya, sebab Pemerintah tidaklah mungkin berjalan sendiri tanpa dukungan serta upaya semua pihak untuk terus mendorong tumbuhnya industri dan ekonomi kreatif Indonesia. Sebab harap kita maklum bahwa berdasarkan hasil studi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) peluang pasar ekonomi kreatif dunia pada tahun 2020 diperkirakan sebesar 6,1 triliun US Dollar. Sungguh sebuah peluang yang harus kita manfaatkan dan dirintis mulai sekarang.

Sumber  :  Kompas | 25.06. dan 26.06.2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: