Posted by: hagemman | June 24, 2009

GURU DAN ATASAN YANG BAIK

angky camaroAkhir dekade 70’an saya kuliah sore sampai malam di Jakarta, sementara pagi sampai siang saya bekerja di Bogor. Jadi masa-masa itu adalah masa mirip gasing dalam kehidupan saya. Juga masa pembelajaran ketika di tempat kerja, saya menjadi sekretaris Angky Camaro.

Masa itu adalah masa dimana saya belajar banyak dari seorang Angky Camaro yang serba correct, cepat, cerdas, terus terang, efisien, efektif dan tanggap yang amat pekat semuanya berbau Jerman. Sebab maklum ia dididik di sana dan telah bekerja sebelumnya di sebuah perusahaan otomotif Jerman. Sebelum menggabungkan dirinya di tempat saya bekerja.

Saya ingat ia tidak sungkan memarahi diri saya di depan rekan kerja lain jika saya bikin salah, terlebih suatu kesalahan yang amat bodoh. Tapi juga ia tidak segan memuji diri saya setinggi langit di depan rekan kerja lain sambil mengacungkan jempol dan tersenyum lebar, dengan berkata : kamu hebat.

Ada saat-saat dimana ia memberikan semangat serta dispensasi khusus ketika saya harus munting mirip gasing dari tempat kerja karena terburu-buru harus ke terminal bis, sebab maklum jam kuliah pertama dosen super killer tepat pukul 5 sore. Saya ingat untuk itu adalah setiap hari Rabu dan Jum’at. Telat  sedikit saja, tamatlah riwayat saya karena saya bisa diskors tidak boleh hadir sebanyak tiga kali. Jadi ia kerap ingatkan saya sambil berkata : sudah, kamu berangkat sekarang nanti terlambat ;  yang lain biar saya kerjakan. Sungguh ajaib seorang atasan bisa seperti itu pada sekretarisnya.

Ada saat-saat ia amat mengerti duit saya pas-pas’an buat transport doang. Maka saya mafhum jika ia sengaja mentraktir makan siang di kantor juga untuk rekan kerja lain, soalnya ada penjaja makanan siap santap yang rutin datang ; dan ia selalu meminta agar saya jangan malu-malu. Sambil berkali-kali  nyeletuk seakan meyakinkan semua orang yang nimbrung makan : jangan kuatir saya yang bayar semua. Saya suka canggung makan bersama dirinya, sebab ia makan serba cepat dan heboh plus apa pun yang disantap tampaknya semua amat sangat dinikmatinya.

Waktu bergulir cepat. Angky Camaro pun meninggalkan Bogor sebab kota ini terlalu sempit untuk kapasitas dirinya yang hebat. Dan kemudian ia berkiprah di Jakarta di sebuah grup perusahaan otomotif besar. Saya pun akhirnya pindah kerja di Jakarta pada tahun 1982 lalu awal 90’an hijrah ke Malang. Tapi tetap saya mengikuti dirinya terus melalui media sampai kemudian ia menjadi seorang tokoh pebisnis nan mumpuni. Sejak itu kami tidak pernah bertemu lagi bertatapan muka. Kecuali satu kali di Bogor bertahun lalu, di tepi jalan kami bersalaman hangat. Maklum, genggaman tangannya selalu hangat dan akrab. Kalau toh kemudian bertemu lagi, pasti ia sudah lupa deh tentang diri saya sebab sudah sekian dekade lalu.

Maka pagi ini kedua mata saya tak terasa membasah ketika membaca harian pagi. Angky Camaro sudah kembali kepada pangkuan Sang Khalik tanggal 22.06.2009 kemarin. Ia sungguh seorang guru dan atasan yang amat sangat baik bagi diri saya. Kendati masa singkat ketika saya pertama kali bekerja dahulu, tapi toh tetap nilai-nilai yang diajarkan dan ditanamkan dalam diri saya masih tetap tinggal. Selamat jalan, Pak Angky Camaro, terima kasih untuk semua kebaikan yang telah Bapak berikan pada diri saya – Anda sungguh tetap ada dalam kenangan saya pribadi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: