Posted by: hagemman | June 24, 2009

BULAN PUN MENJAUH

bulan_purnamaPada tanggal 21 Juli 1969, Neil Armstrong manusia pertama yang menjejakan kaki di bulan meninggalkan jejak panel reflektor yang terdiri atas 100 cermin ; sebelum ia meninggalkan Bulan. Reflektor inilah yang dimanfaatkan oleh Prof. Carrol Alley, fisikawan Universitas of Maryland, AS, yang mengamati pergerakan orbit Bulan dengan menembakan laser. Dari hasil pengamatan tahunannya diperoleh hasil bahwa jarak Bumi – Bulan yang terekam dari laju tempuh laser Bumi – Bulan ternyata terus bertambah.

Hasil pengamatan ini diperkuat sejumlah pengamatan lain di McDonald Observatory, Texas, AS, yang mempergunakan teleskop 0,7 meter ; bahwa faktanya jarak orbit Bulan bergerak menjauh dengan laju 3,8 sentimeter per tahun. Para akhli meyakini bahwa 4,6 milliar tahun lalu, ukuran Bulan yang terlihat dari Bumi adalah 15 kali lipat ketimbang yang terlihat sekarang. Jarak pada saat itu adalah 22,530 kilometer yang artinya seperduapuluh jarak sekarang pada kisaran 385.000 km. Yang menarik adalah jika manusia hidup pada masa tersebut maka dalam sebulan waktu edar Bumi hanyalah 20 hari dan bukan 29 – 30 hari seperti sekarang. Rotasi Bumi pun akan kian cepat yakni 18 jam sehari dan bukan 24 jam seperti yang kita kenal. Nah konsekuensinya, jika Bulan kian menjauh maka jutaan tahun dari hari ini ; maka saat itu hari-hari di Bumi akan semakin lama dimana sebulan adalah 40 hari dan satu hari akan berlangsung selama 30 jam.

Takaho Miura, Universitas Hirosaki, Jepang dalam jurnal Astronomy & Astrophysics menerangkan mengapa hal tersebut terjadi, karena Bumi dan Bulan, termasuk Matahari saling mendorong dirinya. Salah satu pemicu adalah interaksi gaya pasang surut air laut. Gaya pasang surut yang diakibatkan Bulan terhadap lautan di Bumi ternyata berangsur-angsur memindahkan gaya rotasi Bumi ke gaya pergerakan orbit Bulan. Hal ini yang mengakibatkan tiap tahun orbit Bulan akan menjauh dan sebaliknya rotasi Bumi melambat sebesar 0,000017 detik per tahun.

Menjauhnya orbit Bulan menjadi ancaman yang tidak hanya pada populasi manusia, tetapi juga makhluk hidup di Bumi. Soalnya Dr Jacques Laskar, astronom Paris Observatory menetangkan bahwa pergerakan Bulan berperan penting menjaga stabilitas iklim dan suhu di Bumi. Jadi Bulan berfungsi sebagai regulator iklim Bumi. Gaya gravitasi Bulan ini yang membuat Bumi tetap berevolusi mengelilingi Matahari dengan sumbu rotasi 23 derajat. Jadi jika gaya ini tidak ada, maka suhu dan iklim Bumi akan kacau balau. Gurun Sahara bisa jadi lautan es, Antartika menjadi gurun pasir. Juga Bulan mempengaruhi prilaku kriminal secara signifikan sesuai penelitian kepolisian Los Angeles, AS.

Bahkan ada dugaan kuat ada pengaruh Bulan terhadap aktivitas pergerakan lempeng Bumi, misalnya  gempa-tsunami di NAD (2004), Nabire (2004), Simeuleu (2005) terjadi saat purnama. Gempa Mentawai (2005) dan Yogyakarta (2005) terjadi pada saat Bulan baru dan posisi Bulan di selatan.

Itulah mengapa kini NASA kembali memperhatikan Bulan, pada tanggal 19/6 mereka meluncurkan wahana LCRoS (Lunar Crater Observation and Sensing Satellite) di Cape Canaveral, AS. Wahana ini adalah bagian dari misi Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) yakni persiapan program mengembalikan astronot ke Bulan tahun 2020, setelah terakhir dilakukan pada periode 1969 – 1972. Masalahnya ternyata pengetahuan kita secara keseluruhan amat minim tentang Bulan, demikian Craig Tooley, LRO Project Manager, menyatakan.

Sumber : Bulan Ternyata Semakin Menjauh, Yulvianus Harjono | Kompas, 22.06.2008


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: