Posted by: hagemman | June 1, 2009

MAKANYA JANGAN BERBUAT CURANG

dsc075921Jongkoknya logika berpikir pendidikan nasional kita sungguh amat memprihatinkan sekaligus memiriskan hati. Bagaimana tidak demikian para siswa SMU yang ikut Ujian Nasional (Unas) diduga kuat telah mempergunakan kunci jawaban palsu, berakibat mayoritas jawabannya salah sehingga akhirnya seluruh peserta tidak lulus 100 persen. Tercatat ada 19 SMU terkait hal ini alias tidak lulus 100 persen di seluruh Indonesia yakni di Palembang, Gorontalo, Jawa Timur, NTB, Jawa Barat serta Bengkulu.

Celakanya, ujian yang diikuti 19 SMU itu dianggap batal dan sekolah-sekolah tersebut dapat mengikuti ujian ulang yang akan dilangsungkan pada tanggal 8 – 12 Juni 2009 mendatang.

Tentunya hal tersebut di atas amat mencoreng citra pendidikan nasional kita, bagaimana mungkin pihak yang diduga kuat berbuat curang masih dapat memperoleh kesempatan untuk mengulang ujian. Dibandingkan mereka yang jujur dan sudah mati-matian belajar tetapi tetap tidak lulus serta tidak memperoleh kesempatan buat mengulang. Inilah bentuk permisif sebagian besar masyarakat kita bahwa kecurangan adalah hal yang lumrah ketimbang kejujuran, kerajinan dan ketekunan. 

Anggota Komisi X DPR Heri Akhmadi amat mengecam keras hal ini. Menurutnya Depdiknas harus mengusut tuntas kasus tersebut. DPR sejak awal sudah mempersoalkan integritas sistem pendidikan nasional melalui Unas, buat Heri Akhmadi sekolah lebih berfungsi sebagai bimbingan belajar ketimbang institusi pendidikan. Lebih lanjut adalah jelas bagi siapa pun bahwa dasar hukum ujian ulang Unas tidak ada. Jika hal ini tetap dilaksanakan maka akan menimbulkan masalah. Apalagi, jika kemudian ada yang melakukan gugatan melalui jalur hukum. Untuk masalah ini Komisi X DPR berencana melakukan rapat dengan Mendiknas Bambang Sudibyo.

Pandangan Heri Akhmadi juga didukung oleh Anggota Komisi X DPR dari FKB, Hamid Wahid Zaini. “Ini ada apa ? Sebenarnya siapa yang melakukan kecurangan, pihak sekolah, dinas pendidikan atau siapa ?” katanya. Soalnya sejak awal sudah disepakati tidak ada ujian ulang untuk Unas. Kesepakatannya adalah jika tidak lulus, siswa dipersilakan ikut ujian kejar Paket C ; buat Zaini dalam hal ini pihak kepolisian mestinya turun tangan buat mengusut karena sudah masuk dalam ranah hukum.

 

Sumber  : Jawa Pos & Kompas, 31.05.2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: