Posted by: hagemman | May 22, 2009

101 TAHUN KEBANGKITAN NASIONAL

Bud_Utomo-b2Seratus satu tahun Kebangkitan Nasional tentu bukan masa yang singkat. Di dalamnya telah terbangun alur perjalanan sejarah bangsa yang telah kita tempuh bersama. Sebuah upaya visioner buat kelahiran suatu negara dan bangsa tiga puluh tujuh tahun kemudian yang secara ajaib mampu menguntai sekitar 17.000 pulau bergaris pantai lebih dari 51 ribu km, tepat di sepanjang katulistiwa.

Banyak negara muncul, banyak pula negara yang sama kemudian tenggelam dan hilang dari peta dunia. Tetapi merupakan restu Sang Khalik hingga sampai saat ini kita eksis bahkan kita akan menjelang perhelatan pesta demokrasi pada Juli mendatang.

Dengan demikian Kebangkitan Nasional harus diberikan makna yang bukan dalam arti sempit. Bukan pula sekadar momentum dan simbol yang diperebutkan oleh pasangan capres-cawapres yang akan bertarung untuk mengklaim demi kepentingan pribadi dan kelompok. Sebab Kebangkitan Nasional adalah milik kita bersama agar kita bangkit menjadi bangsa yang mandiri, bangsa yang memiliki daya saing dan bangsa yang lebih beradab guna memberikan jawab bagi permasalahan dunia global.

Kebangkitan Nasional adalah aset nan bernilai sebagai modal yang senantiasa hidup di dalam ranah kebangsaan ; yang bukan sekadar hanya untuk mempertahankan pulau-pulau terluar kita dari caplokam negara tetangga, melainkan kita mampu tampil untuk diperhitungkan oleh sebab kita memiliki kelebihan-kelebihan yang mendatangkan manfaat, yaitu daya produktifitas bangsa yang tetap mengusung roh keindonesiaan dalam pelbagai bidang.

Inilah saat untuk kita melakukan sesuatu yang lebih bernilai. Tidak peduli apa yang kita lakukan dan bahkan sekecil apa pun ; sebab hasil karya kita secara akumulatif akan menjelma menjadi identitas sekaligus keadaban bangsa. Tidak ada ceritanya rasa kebangsaan didengungkan lalu menjadi efektif dengan cara mengabaikan hasil karya yang mendatangkan manfaat bagi rakyat. Untuk hal seperti itu yang ada adalah cuma fosil kekuasaan berupa monumen dan relik tak berhati demi untuk keberlangsungan suatu rezim penguasa dan kroninya.

Jadi memaknai Kebangkitan Nasional dengan tindakan nyata adalah kewajiban kita semua dan bukan semata porsi kewajiban pemerintah. Dan kita baru akan mampu memaknainya apabila kita mau berada dan berdiri buat berkarya di tengah mereka yang menjadi korban kezaliman, mereka yang tidur dengan perut lapar, mereka yang tidak berpendidikan dan mereka yang dimarginalkan oleh sistem. Jadi Kebangkitan Nasional jika dimaknai sebatas hal-hal seremonial adalah merupakan kenaifan yang sungguh teramat tidak cerdas.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: