Posted by: hagemman | May 19, 2009

JANGAN JADI BEBAN NEGARA

WISUDAAda yang menarik buat disimak dari pidato Menteri Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Suryadharma Ali pada Dies Natalis XXVII Institut Manajemen Koperasi Indonesia (Ikopin), Sabtu tanggal 16.05.2009, di Bandung.

Menurutnya saat ini tercatat ada 626.200 sarjana penganggur di Indonesia. Hal ini terjadi karena masih banyak Perguruan Tinggi (PT) yang justeru berpotensi menciptakan para sarjana penganggur baru. Akibat sistem pendidikan terfokus untuk mentransfer pengetahuan dan bukan proses pendidikan untuk  mengembangkan potensi diri mahasiswa untuk hadapi  tantangan hidup nyata.

Oleh sebab itu PT harus mengubah paradigma yang dianut selama ini sehingga mampu menciptakan sarjana wirausaha. Karena jika tidak demikian maka negara kita akan menjadi pasar utama korporasi multinasional. Karena kewirausahaan sesungguhnya dapat memperkokoh kemandirian bangsa.

Bagi Suryadharma, kewirausahaan bukan melulu bisnis dan perdagangan semata, melainkan juga termasuk karakter, sikap dan mentalitas yang melekat pada individu jebolan PT. Indonesia saat ini hanya memiliki sekitar 0,18 persen atau 400.000 wirausaha dari total 220 juta penduduk. Sedangkan AS memiliki 11,5 persen dari total populasi penduduknya.

Pada kesempatan lain, Ketua Umum Pusat Inovasi, Kewirausahaan dan Kepemimpinan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) Dwi Larso berpendapat bahwa 95 persen wirausaha di negara kita adalah pengusaha skala kecil dan menengah. Menurutnya khusus di Jawa Barat bila perekonomian mau maju pesat maka tiap lima menit dibutuhkan satu bisnis baru. Sebagai pembanding di AS misalnya setiap 11 detik, satu bisnis baru muncul. Dwi pun mengharapkan agar kewirausahaan diterapkan pula dalam birokrasi. Alasannya di dalamnya terkandung inovasi, kreasi, nilai tambah dan pelayanan prima.

Pakar indutri kreatif SBM ITB Togar Simatupang mengatakan bahwa kewirausahaan bukan lagi tren melainkan sudah menjadi kebutuhan. Sudah saatnya kewirausahaan dikembangkan lebih terstruktur dalam sistem akademik di PT agar lulusannya tidak sekedar berorientasi mencari kerja. Terkait hal ini Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ITB Widyo Nugroho menyatakan bahwa dalam waktu dekat ITB akan membentuk satuan tugas atau pusat pendidikan dan pelatihan kewirausahaan. Upaya ini merupakan Program Kewirausahaan Mandiri yang didukung pendanaan dari Direktorat pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional sebesar Rp 2 milliar, dengan tujuan agar pendidikan kewirausahaan untuk para mahasiswa bisa lebih terstruktur dan tersistem.

Apabila semuanya ini dapat berjalan dan terbukti memberikan hasil yang baik, maka kita boleh yakin Indonesia bukan cuma menjadi pasar utama bagi korporasi multinasional, melainkan justeru sebaliknya kita yang akan melakukan invasi ke pasar internasional. Semoga.

 

Sumber :  Kompas Jawa Barat, 18.05.2009


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: