Posted by: hagemman | May 12, 2009

SIHIR RASA LAPAR

100_4078Tinggal sementara di kota lain karena tugas pekerjaan bukanlah hal mudah bagi diri saya. Khususnya jika pada malam hari menjelang tidur.  Sebab saya punya kebiasaan buruk jika sulit memicingkan mata, maka saya akan lari menengok ke dalam lemari es dan dapur apakah masih ada sesuatu yang bisa saya santap.

Maka saya baru menyadari sekarang betapa penemu mie instan amat berjasa. Bayangkan satu mangkuk mie instan yang saya santap saat ini bisa dikemas dalam satu kantong plastik. Itu yang ada dalam pikiran saya, mungkin terlalu naif, tapi saya mau jujur pada Anda itulah manfaat teknologi pengemasan sekaligus penyajian dan pemasaran.

Teknologi adalah sebuah jembatan dari ketidak-praktisan menuju kepraktisan. Jembatan yang baik. Tapi juga jembatan yang buruk. Ketika teknologi membuat malas orang-orang seperti diri saya. Yang akibatnya lebih mengagungkan kenyamanan, kecepatan dan kepuasan.  Padahal dari dulu kita diajar oleh ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi dan pacar serta isteri agar diri kita  tahan banting, tekun dan selalu beryukur apa pun keadaannya.

Jadi tidaklah aneh jika tadi ibu kost saya menjadi tidak ramah seperti biasa. Sebab siapa sih yang bisa tetap tersenyum ketika terlelap tidur mendadak bangun mendengar saya bikin gaduh di dapurnya. Karena dapur adalah wilayah kekuasaan miliknya yang mutlak tidak bisa diganggu gugat. Maka jasa baik saya untuk memasak sendiri agar hemat, harus saya tebus dengan sekian ribu rupiah soalnya saya minta ditambahkan telur ayam dan irisan daun kubis. Kendati demikian, sungguh saya tidak merasa sayang buat kehilangan satu kantong mie instan dari koleksi milik saya.

Gara-gara sihir rasa lapar.  Maka saya tidak punya cukup alasan buat merasa sungkan dengan ibu kost saya ini.  Sambil menghirup sendok demi sendok kuah kental pedas mie instan yang super nikmat ini, pikiran saya kembali melayang betapa berjasanya sang penemu mie instan. Setidaknya berjasa bagi diri saya yang sedang lapar dan jauh dari rumah.  Mendadak lamunan serta kekaguman saya buyar ketika satu kali tiang listrik di luar sana dipukul peronda. Entah saya akan bermimpi apa nanti …


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: