Posted by: hagemman | May 1, 2009

KEWIRAUSAHAAN SOSIAL

social_enterpriseSocial Entrepreneurship atau Kewirausahaan Sosial merupakan tema seminar internasional di Universitas Padjadjaran yang didukung oleh British Council. Gregory Dees menyatakan bahwa secara teori kewirausahaan sosial merupakan kombinasi dari semangat besar dan misi sosial dengan disiplin, inovasi dan keteguhan seperti yang ada dalam dunia bisnis. Kewirausahaan sosial meliputi aktifitas yang tidak bertujuan mencari laba, kegiatan bisnis kalau pun dilakukan maka laba yang diperoleh adalah tetap untuk tujuan sosial, atau kombinasi diantara keduanya.

Di negara kita pengembangan wacana kewirausahaan sosial tampaknya masih belum populer. Di lain pihak sesungguhnya banyak contoh wirausaha sosial di berbagai belahan dunia yang terkadang luput dari pemberitaan media. Padahal mereka telah membawa perubahan melalui gagasan inovatif, memutus sekat-sekat birokrasi serta mengusung komitmen moral dan kepedulian sosial yang tinggi (How to Change the World, 2004). Contoh menarik dari kewirausahaan sosial adalah kegiatan yang digagas Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank yang memberikan kredit usaha mikro khusus bagi kaum perempuan di Banglades. Atas komitmen serta keberhasilannya ini, ia mendapat Hadiah Noberl Perdamaian Tahun 2006.

Di Inggeris sendiri saat ini kewirausahaan sosial telah melibatkan 650.000 orang dan 89 persen berbasis di perkotaan. Kegiatan bisnis yang dilakukan mengambil porsi 5 persen di tingkat nasional. Telah dilakukan sekitar 170.000 kegiatan amal, antara lain baik melalui dukungan pemerintah dan sektor swasta. Misal Kibble Centre yang awalnya adalah murni gerakan sosial, tapi sejak 1996 mereka meutuskan menjadi wirausaha sosial. Mereka tidak bergantung lagi pada bantuan. Mereka ingin memadukan kegiatan bisnis untuk menunjang misi sosialnya. Mereka akhirnya membuka usaha pergudangan, perabotan bekas kantor, katering, print solutions serta teknologi informasi dan komunikasi (ICT).

Dalam seminar tersebut diajukan contoh dari negeri jiran. Warisan Global adalah kegiatan wirausaha sosial yang berbasis di Kualalumpur dengan kegiatan melakukan program-program pemberdayaan melalui kemitraan baik dengan pemerintahan, swasta dan pihak-pihak lainnya. Salah satu keberhasilan mereka adalah PID (Pusat Internet Desa) yang tersebar di berbagai penjuru negeri. Zulfikar Rahman, konseptornya, yang merupakan orang Bandung mengatakan bahwa PID telah menjaring 1.700 anggota. Warisan Global menjadi pionir wirausaha sosial melalui program pemberdayaan, program pelatihan bagi anak muda serta kegiatan sosial lainnya. Sementara di Indonesia sendiri, Rumah Zakat dan Dompet Dhuafa ; terlihat mampu melakukan program pemberdayaan masyarakat secara mandiri dengan didukung oleh berbagai pihak.

Diakui pula memadukan kegiatan bisnis dan sosial bukanlah perkara mudah dan sederhana. Karena berbagai lembaga mengaku sebagai institusi nirlaba akan tetapi pada prakteknya tidaklah demikian. Jadi di satu sisi kita perlu terus mendorong pengembangan wacana kewirausahaan sosial dan di sisi lain juga perlu disiapkan regulasi sehingga ada kejelasan posisi. Dengan permasalahan sosial nan kompleks di negara kita, seperti kemiskinan dan pengangguran, lahirnya para wirausaha sosial siharapkan menjadi agen perubahan yang ikut memberikan kontribusi solusi.

Perekonomian negara akan bergerak dinamis jika minimal 2 persen dari total penduduk, khususnya kalangan muda,menjadi wirausaha. Jika jumlah penduduk kita asumsikan pada kisaran 250 juta, semestinya tumbuh 5 juta wirausaha muda. Kenyataanya saat ini baru ada sekitar 400.000 wirausaha muda atau dengan perkataan lain hanya 0,16 persen. Oleh karena itu, pengembangan wacana kewirausahaan sosial di kalangan perguruan tinggi adalah langkah yang layak didukung. Kalangan muda terdidik harus didorong untuk menjadi wirausaha, bukan hanya pencari kerja. Maknanya selain mengembangkan usaha untuk mandiri, mereka juga harus menjadi bagian dari solusi terkait dengan problematika sosial pada komunitasnya masing-masing.

 

Sumber : Menggagas Kewirausahaan Sosial, M. Hariman Bahtiar
                   Kompas Jawa Barat, 29.04.2009 Halaman D


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: