Posted by: hagemman | April 30, 2009

APA PUN NAMANYA

whoPemberian istilah Flu Babi yang sedang merebak telah menuai kritik dari Uni Eropa. Androulla Vassiliou, Komisaris Kesehatan Uni Eropa mengatakan bahwa istilah Flu Babi (Swine Flu) seharusnya diistilahkan sebagai Flu Baru (Novel Flu). Karena menurutnya konotasi yang salah akan merugikan negara-negara produsen daging babi. Daging babi aman dimakan sepanjang diolah dengan suhu minimum 80 derajat Celcius dan tak ada hubungannya dengan penularan Flu Babi. Apa yang dikemukan Vassilou benar adanya.

Tapi yang menjadi permasalahan sehingga banyak orang resisten sekarang dengan daging babi adalah virus Flu Babi mengandung materi genetik dari versi flu biasa yang umumnya menjangkiti babi dan burung. CA Nidom, peneliti dari Pusat Penyakit Tropis dan juga dosen Universitas Airlangga menyatakan bahwa diantara hewan memang hanya di dalam tubuh babi yang memungkinkan terjadinya koalisi sempurna dari berbagai jenis virus. Tubuh babi menjadi wahana pencampur (mixing vessel)virus flu dengan berbagai tipe dan subtipe sehingga menghasilkan ‘anak’ virus dengan karakter yang baru.

Pencampuran material genetika bermula ketika virus manusia masuk ke sel epitel babi melalui reseptor alfa 2,6 scialic acid. Dan virus flu unggas masuk ke reseptor 2,3 scialic acid. Di dalam sel babi ini virus mreplikasi dan diantara virus-virus tadi bisa terjadi pertukaran material genetik (antigenic drift). Masing-masing virus memiliki material genetik berupa delapan fragmen. Yaitu HA, NA, PA, PB1, PB2, M, NP dan NS. Fragmen-fragmen itu bisa tertukar hingga terbentuk ‘anak’ virus dengan sifat yang berbeda sama sekali. Juga potensial terjadi fragmen-fragmen yang ada bermutasi sehingga ‘anak’ virus memiliki material genetik yang lebih kompleks.

Dalam kasus Flu Babi kali ini, penataan ulang itu menghasilkan virus dengan struktur luar sama dengan ‘induknya’, yaitu virus Flu Babi (karena itu disebut sub tipe H1N1) tetapi material di dalamnya berasal dari fragmen virus flu manusia dan flu burung. Sampai saat ini sang virus diketahui ‘berbahan dasar’ dari virus yang tergolong low pathogenic, yakni Virus Flu Babi sub tipe H1N1 (hemagglutinin 1 dan neuraminidase 1), virus flu manusia sub tipe H1N1 dan H3N2 serta virus flu unggas sub tipe H5N2. Protein hemagglutinin dan neuramidase inilah yang menyerang antibodi, sistem kekebalan tubuh manusia. Hal inilah yang menimbulkan perdebatan para pakar karena kerangka dasar virus memang merupakan virus Flu Babi tetapi isi atau fragmen virus terdiri dari fragmen virus flu manusia dan virus flu unggas ; terkait istilah atau nama virus yang lebih tepat.

Tapi satu hal apa pun nama virus Flu Babi ini kelak, tetap harapan kita jangan sampai jatuh banyak korban lagi.

 
Sumber : Kompas, 29.04.2009

Picture courtesy of Washington Post

Advertisements

Responses

  1. […] artikel yang aku ambil di nasi petjel elektriek […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: