Posted by: hagemman | April 29, 2009

YANG KETIBAN BULAN

cubic2Flu Babi selain mendatangkan maut juga bisa mendatangkan berkah. Setidaknya itu yang dialami produsen tablet Tamiflu dan obat hirup Relenza, dua jenis obat yang direkomendasikan oleh CDC AS.

Produsen Tamiflu adalah Roche Holding AG dari Swiss yang mendadak harga sahamnya naik 4 persen pada hari Senin, 27.04.2009 lalu. Saham GlaxoSmithKline Plc dari Inggeris juga naik 3 persen dan Biota Holdings Ltd, perusahaan Australia yang memegang lisensi pembuatan Relenza dari Glaxo langsung meroket sebesar 82%.

Roche merilis kesiapannya untuk memasok 2 juta kemasan Tamiflu ke negara-negara yang diserang Flu Babi. “Kami siap mengirimkan kapanpun WHO memintanya,” tandas juru bicara Roche. Soalnya Roche punya pengalaman sejak wabah flu burung sudah sekitar 220 juta kemasan Tamiflu produksinya digelontorkan pada banyak negara untuk mengantisipasi wabah flu burung.

Para analis menyikapi dampak komersial obat dan vaksin bagi para perusahaan pembuatnya dengan hati-hati. Fakta bahwa banyak negara telah siap dan memiliki stok memadai dari ancaman flu burung yang lalu, dapat menyebabkan keuntungan besar yang disasat para pemain saham bakal tidak kesampaian. “Tentu ada keuntungan dan mungkin lebih banyak keuntungan, tetapi tidak sebanyak saat ronde pertama serangan flu burung,” Jeff Holford seorang analis industri berpendapat.

Sekedar Anda ketahui Roche mencatat rekor penjualan Tamiflu sebesar 3,5 milliar Dollar AS pada pelbagai negara dalam kurun waktu 2006 dan 2007. Pada kuartal pertama 2009 ini, penjualan Tamiflu sudah mencapai 350 juta Dollar AS dan Relenza mencapai 323 juta Dollar AS. Merebaknya Flu babi juga membuat bergairah para produsen vaksin seperti Sanofi-Aventis SA, Glaxo, Novartis AG dan Baxter International Inc., diperkirakan mereka pun akan memperoleh peningkatan permintaan.

Saat ini WHO dan CDC (Pusat pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular) AS sedang intensif melakukan pembicaraan dengan para produsen obat dan vaksin terkait merebaknya serangan Flu Babi ini. Dan itu memberikan sinyal positif mengerek nilai saham perusahaan yang bersangkutan di bursa, di tengah Krisis Global yang belum juga reda.

Pertanyaan saya adalah apakah berkah memang harus senantiasa muncul di atas penderitaan orang lain ? Seorang teman saya bilang itu sungguh pertanyaan yang amat sangat tidak relevan dan kampungan banget. Ketika saya bertanya apa pendapatnya. Teman saya bilang itu artinya nyawa manusia memang sungguh mahal tak terperi. Amin. 
Sumber : Kompas & AFP


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: