Posted by: hagemman | April 27, 2009

GEDE – PANGRANGO

qws-147Semasa sekolah dulu saya kerap mendaki Gunung Gede (2.958 Mtr) dan Pangrango (3.019 Mtr) ; sebuah tempat yang luar biasa indah dan membuat diri saya ketagihan untuk mendaki, mendaki dan mendaki kembali. Walau pun pernah tunggang-langgang karena mengalami hal-hal yang aneh, tapi itu sama sekali tidak menyurutkan niat saya. Kedua gunung ini kadung menjadi bagian tak terpisahkan dari masa remaja saya. 

Kompas, 05.03.2009, menurunkan artikel grafis menarik tentang kedua gunung ini yang mencakup juga Kebun Raya Cibodas, yang berstatus sebagai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) menjelang usianya yang ke-29 ; terhitung sejak tanggal 06.03.1980. Kawasan seluas 21.975 hektar ini juga merupakan Cagar Biosfer hutan tropis ini memiliki kekayaan ekosistem yang luar biasa dan menjadi daerah tangkapan air bagi Jakarta, Bogor, Cianjur dan Sukabumi. Dengan curah hujan 3.000 – 4.000 mm/tahun, TNGGP merupakan sumber air yang penting bagi tiga sungai besar seperti Sungai Ciliwung, Citarum dan Cimandiri.

Berikut adalah data-informasi menarik yang terdapat dalam TNGGP, mari kita simak :

– 5 jenis Primata (Owa Jawa, Surili, Monyet Ekor Panjang dan Kukang)
– Lebih dari 250 spesies burung
– 300 jenis serangga
– 75 jenis reptilia
– 20 jenis amfibia
– 100 jenis mamalia
– 1.500 tumbuhan berbunga
– 400 tumbuhan paku
– 120 spesies lumut
– 43 jenis tumbuhan endemik (1o jenis diantaranya dilindungi undang-undang)
– 21 jenis tumbuhan eksotik
– Debit air 4,3 milliar liter/tahun
– Hulu bagi 58 sungai dan 1.075 anak sungai

Beberapa fauna dan flora endemi yang berstatus dilindungi adalah : Elang Jawa (Spizaetus bartelsi), Kodok Pohon Jawa (Rhacoporus javanus), Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas), Anjing Hutan (Cuon alpinus), Owa Jawa (Hylobates moloch), Kantong Semar (Nepenthes gymnamphora) dan Edelweis (Anaphalis javanica). Juga beberapa jenis flora yang bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal diantaranya Kumis Kucing (Orthosiphon spp.), Pegagan (Centella asiatica), Jombang Lalakina (Sonchus arvensis L.) dan Lokat Mala (Artemisia vulgaris L.).

Jadi sungguh benar adanya, M.A.W. Brouwer pernah menulis bahwa Tuhan tersenyum ketika menciptakan Jawa Barat.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: