Posted by: hagemman | April 13, 2009

TRAGEDI DRESDEN

b17Kekuatan Nazi Jerman kian terkuras habis dalam dua front pertempuran yaitu Barat dan Timur pada awal 1945. Maka Sekutu kian meningkatkan pemboman untuk segera mengakhiri Perang Dunia II ini ; baik pada siang dan  malam hari sehingga membuat moral rakyat  dan kekuatan militer Jerman semakin anjlok .

Diantara kota-kota yang menjadi mangsa operasi pemboman Sekutu saat itu ; tercatat tidak ada kota sehancur Dresden. Kota ini digempur habis-habisan dari udara dengan 3.749 ton bom selama 2 hari pada tanggal 13 dan 14 Pebruari 1945, hasilnya 70% wilayah kota Dresden luluh lantak dengan korban sebesar 135.000 jiwa. Sebuah tragedi bagi Dresden.

dresdenOperasi pemboman Dresden terbagi dalam tiga gelombang. Gelombang Pertama di mulai tepat pukul 20.10 malam, 13.02.1945 ; 244 pembom Lancaster yang dikawal 300 Mosquito sebagai pembuka jalan memulai misinya. Dalam salah satu pesawat Mosquito, pemandu misi pemboman, yang telah melepaskan bom api sebagai penanda sasaran pemboman, mengulang-ulang instruksinya melalui transmitter VHF : ” … masuk dan sasarkan pada tanda api di bawah sesuai rencana.  Bom ! ”   Dan pemboman secara masif pun berlangsung. Tepat pukul 23.00  pusat kota Dresden terbakar sudah. Dan api pun merambat ke bagian kota lainnya. Saat itu tidak ada yang menduga bahwa itulah hari terpanjang bagi penduduk Dresden karena masih akan ada lagi pemboman berikutnya.

Semua penduduk Dresden dilanda kepanikan nan amat sangat. Sampai kemudian Gelombang Kedua yang terdiri dari 529 Pembom Lancaster beraksi pada pukul 01.30 dini hari, 14.02.1945. Kobaran api bekas pemboman pertama yang demikian hebat berkobar malah menyulitkan misi kedua ini untuk melepaskan bom-nya pada sasaran yang telah ditentukan. Lautan api jauh di bawah sana dan gelombang panasnya terasa dalam kabin pesawat. Dresden kian terbakar pada dini hari yang dingin itu. Dan tak ada satu pun pesawat pemburu malam Luftwaffe mengudara. Di belakang hari baru diketahui sebenarnya ada dua skuadron penyergap ; tetapi entah mengapa tidak ada perintah mengudara pada saat itu. Kecuali hanya meriam penangkis serangan udara yang beraksi dan mampu merontokan 6 pesawat Lancaster.

Gelombang Ketiga pemboman dilakukan oleh AU AS dengan 316 pembom B-17 pada siang harinya ; karena kesalahan navigasi ada 40 pesawat B-17 malah membom Praha ; bom pertama dari Gelombang Ketiga ini meledak tepat pada pukul 12.12 siang, 14.02.1945. Untuk ketiga kalinya Dresden dihantam dan tentunya penduduk yang semalaman tidak bisa tidur kian menjadi panik sejadi-jadinya. Ketika Winston Churchill mengetahui kehancuran total Dresden, ia menulis keterangan pers-nya dengan penuh rasa prihatin.  Ia menulis inilah saat untuk mengkaji ulang tujuan pemboman atas kota-kota Jerman.

Tetapi atas dasar pertimbangan politis, Marsekal Udara Portal Kepala Staff AU Inggeris menekan Churchill untuk tidak me-releasenya dan bahkan meminta Churchill menggantinya sebagaimana umumnya berita rutin peperangan untuk  disiarkan BBC pada sore harinya pukul 18.00 ;  ” Kemarin malam dan kembali pagi ini, pesawat-pesawat Inggeris dan Amerika melakukan misi pembomannya di Jerman Tengah, seperti yang kami janjikan pada Pertemuan Yalta. Malam kemarin sekitar 800 pembom RAF menyerang Dresden, Ibukota Saxony, yang hanya berjarak 70 mil dari front Marshal Koniev. Pemboman ini adalah penyerangan besar-besaran pertama pada wilayah industri Jerman. Kobaran api yang dahsyat membakar pusat kota Dresden.”

  
Sumber   :   The Decline and Fall of Nazi Germany and Imperial Japan – Hans Dollinger
                       Atlas of the Second World War – John Keegan 
                       Aviation Illustrated – Vol. 1 Nbr. 1 December 1996

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: