Posted by: hagemman | April 12, 2009

SUBJEK ITU BERNAMA UKM

coloring-my-facePerubahan paradigma pemberdayaan dan pengembangan UKM amat mendesak untuk diterapkan. Pendekatan dan model pemberdayaan yang selama ini diyakini paling tepat sasaran tampaknya perlu direvisi total. UKM tidak bisa didekati lagi dalam konteks top – down yang berujung memposisikan para pelaku UKM sebagai pihak yang tertinggal dalam semua aspek baik itu intelegensia, kemampuan managerial administratif, kapitalisasi, askes pasar dan seterusnya. Yang sesungguhnya semua itu adalah lebih dari pada akumulasi atribut bagi yang namanya kesuksesan.

Kesuksesan yang dimaksud pemerintah, lembaga pemerhati, perbankan dan akademisi adalah manakala usaha UKM tersebut sudah bisa self financing dan pemasarannya berkembang memberikan kontribusi nyata. Sementara di lain pihak, keberhasilan bagi pelaku UKM adalah manakala usahanya mendatangkan hasil lebih dari apa yang dibayangkan atau yang dinikmati selama ini. Jadi ada perbedaan yang sebenarnya tipis tetapi pada kenyataannya membuat pemberdayaan dan pengembangan UKM tidak memberikan hasil menyeluruh. Memang pada kenyataannya ada sebagian kecil usaha UKM yang sukses bahkan bisa mengakses pasar ekspor. Tapi prosentasenya amat kecil dibandingkan Usaha UKM yang sekitar 22,5 juta unit usaha (2006).

Memperhatikan dengan seksama hal di atas, perubahan paradigma pemberdayaan dan pengembangan mestinya terfokus bagaimana menempatkan UKM sebagai subjek dan bukan lagi sebagai objek. Subjek yang harus dilayani tanpa UKM menjadi bergantung. Subjek yang harus difasilitasi tanpa UKM jadi sapi perah demi atas nama proyek alias duit. Jika sudah begini kita-kita sendirilah yang berdosa membuat UKM menjadi bergantung dan pasrah buat diperah ; akibatnya usaha UKM tidak pernah bertumbuh dan berkembang secara signifikan. Karena usaha UKM analoginya kita taruh dalam tabung reaksi dan kita bentuk sebagaimana kita inginkan dan bukan apa yang pelaku UKM harapkan.

Perlakukan usaha dan pelaku UKM secara setara yang bukan cuma tujuan dari program CSR (Corporate Social Responsibility) atau program-program lainnya yang relatif cuma ada di permukaan dan tidak menukik pada dasar permasalahan yang dihadapi para UKM. Maknanya adalah kita harus sejajar dan menempatkan diri kita dalam lingkup UKM itu sendiri melalui pendampingan intensif dan dengan sudut pandang yang sama dengan para pelaku UKM tetapi dengan catatan sebagai platform untuk menuju ke arah yang lebih baik.

Seorang pelaku UKM pernah bilang pada saya : aduh, sudahlah saya tidak mengerti – jangan beri saya yang ruwet-ruwet. Waktu itu saya bicara soal internet. Saya tanya bukankah Bapak ingin memasuki pasar ekspor. Bapak itu bilang tidak mengerti bahasa Inggeris. Jelas persoalannya adalah kita kerap berasyik-masyuk bilang masukilah pasar ekspor tapi kita membutakan mata kita bahwa yang bersangkutan masih perlu untuk melengkapi diri dengan pelbagai keterampilan lain yang terkait. Jadi jelas sekali bukan bisa mengakses pasar ekspor sebagai tanda keberhasilan, melainkan pengayaan pada pelaku UKM sesungguhnya makna dari keberhasilan itu sendiri. Karena toh pada akhirnya ketika proses pengayaan itu selesai dan memberikan hasil, saya yakin mengakses pasar ekspor akan datang dengan sendirinya.

Jadi berhentilah mempermainkan UKM. Mulailah dengan lembar baru mumpung negara kita sebentar lagi akan memasuki masa keemasan secara demografis pada kurun waktu 2015 – 2030 ; Anda akan kagum dengan UKM yang akan mampu menyerap tenaga kerja lebih dari 50% dari total angkatan kerja yang ada. Sehingga setiap rumah tangga di Indonesia adalah pelaku-pelaku ekspor dan saat itu kita boleh percaya Indonesia yang berkategori nation in waiting ini bakalan jadi macan Asia beneran.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: