Posted by: hagemman | April 7, 2009

TIPS IKUT SEMINAR

 

home-011Belajar adalah perbuatan yang mulia. Itulah mengapa kita perlu untuk mengikuti seminar, lokakarya, pelatihan kerja atau apa pun istilah serta tujuannya. Secara umum dan gampangan sebenarnya materi seminar itu terbagi dua. Yang pertama materi seminar bersifat motivator dan yang kedua materi seminar bersifat teknikal-operasional. Sah-sah saja bagi kita untuk mengikuti yang mana. Alias suka-suka.

Akan tetapi yang menjadi masalah, sesuai pengamatan saya selama ini, yaitu banyak teman-teman mengeluh bahwa seminar-seminar tsb disadari kemudian, tidak ada manfaatnya. Setelah saya renungi dalam-dalam ternyata sumber masalah itu bukan terletak pada seminarnya, melainkan pada diri kita sendiri. Maka berikut adalah tips sebelum Anda memutuskan untuk mengikuti seminar, yaitu :

01. Anda harus pandai memilih tema/materi seminar yang akan Anda ikuti sesuai dan selaras dengan kemampuan daya serap/pendidikan Anda, kebutuhan serta besaran budget yang Anda miliki. Jangan cuma ikut seminar karena alasan tidak logis, sebagai penggembira dan semacamnya.

02. Coba cari bocoran berapa jumlah maksimal peserta seminar, semakin banyak jumlah peserta maka semakin potensial hasil seminar menjadi tidak efektif.

03. Pilih tema/materi yang lebih teknikal-operasional dan aplikatif ketimbang tema/materi yang tidak menjejak bumi.

04. Jangan terpesona dengan sosok pembicara/pembawa makalah seminar atau apa kata teman, saudara, kolega kerja dan sebagainya. Yang Anda harus lihat dan pertimbangkan adalah kehandalan, kepakaran dan pengalamannya.

05. Peralatan pendukung seminar yang memadai dari soal overhead projector, alat peraga, handout, lembar catatan, alat tulis dan sebagainya. Percayalah jika hal-hal pendukung ini tidak tersedia ; seminar Anda tidak lebih dari ngobrol-ngobrol doang.

06. Tersedia fasilitas konsultasi baik langsung / tidak langsung setelah seminar usai.

07. Tersedia fasilitas pendampingan bagi peserta seminar saat melakukan aplikasi hasil seminar yang telah diikutinya.  
   

Percayalah tiga jam setelah seminar usai ; materi yang ada dalam memori Anda akan hilang 50% dan keesokan harinya tinggal 30% setelah tiga hari tinggal 5%. Gawatnya yang 5% ini paling-paling cuma ucapan sang pembicara yang berkategori icebreaker atau joke yang entah mengapa begitu nempel pada ingatan kita.

Itulah mengapa dulu sekali atasan Jepang saya marah besar, soalnya ketika saya disuruh ikut seminar 3 hari dia sedang berada di luar negeri dan ketika dia balik ke Jakarta seminggu kemudian – dia panggil saya buat mempresentasikan apa saja yang saya peroleh dari seminar tersebut dengan disaksikan kolega kerja lainnya. Praktis saya gelagapan dan tidak bisa menerangkan soalnya sudah beneran lupa sikh, kecuali mengulang garis besar materi dari setumpuk makalah dan handout.  Bodoh neh !  dia gebrak meja dan bilang lagi sambil geleng-geleng kepala : sudah ikut suminar mahar tidak bisa mengerti neh … kapan Handy san bisa jadi pinter neh …  Itulah saat pertama kali yang membuat saya berpikir perlu ikut seminar untuk menghilangkan diri kayak Hatori !.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: